
***
Beberapa jam berlalu, pekerjaan Zayn sudah selesai. Terhitung tiga jam lamanya dia membereskan pekerjaannya. Makanan juga sudah diantarkan oleh Math sekalian dengan beberapa berkas yang membutuhkan tanda tangan Zayn ia turut bawa. Mumpung sekalian bertemu dan tidak perlu datang lagi. Karena bosnya ini selalu sibuk dan tidak mau di ganggu. Jika saja Math mengganggu, pekerjaannya akan lenyap.
Sekarang sudah pukul satu siang, namun Jenna masih anteng dalam tidurnya. Sepertinya dia mengabaikan perutnya yang sejak tadi berbunyi. Jenna tidak merasa terganggu karena lapar. Apa mungkin dia sengaja karena masih lelah? Tetapi apa tidur selama itu tidak cukup untuknya? Bahkan sudah lebih dari delapan jam dia tidur.
Zayn bangkit dari duduknya dan berjalan kembali ke kamar. Dia hendak membangunkan Jenna untuk makan, sebenarnya sudah bukan makan pagi lagi. Ini sudah masuk waktu makan siang. Dia juga belum makan dan merasa lapar. Namun dia ingin menunggu Jenna untuk makan bersama.
"Sayang," panggil Zayn lembut. Pria itu mengelus pelan pipi sang tunangan agar tidak terlalu mengganggu.
"Sayang, bangun. Sudah waktunya kamu makan dan berhenti tidur untuk saat ini," ucap Zayn.
Zayn dengan kelembutannya mampu membut Jenna terusik. Namun bukan untuk bangun melainkan untuk tidur lebih lama dan mencari kenyaman pada Zayn. Pria itu hanya terkekeh pelan, apa selelah itu? Yang banyak bergerak kan dia, tapi kenapa Jenna yang cape?
"Sayang," panggil Zayn.
"Masih ngantuk," gumam Jenna.
"Setidaknya makan dulu baru tidur lagi. Aku gak mau kamu sakit," ucap Zayn.
"Lima menit lagi," ucap Jenna.
"Gak bisa. Kamu udah cukup tidur, sekarang bangun lalu mandi baru makan. Jangan siksa perut kamu, dia sejak tadi terus berbunyi," ucap Zayn.
Jenna melenguh kesal, dia pun membalikan tubuhnya membelakangi tubuh Zayn. Kesal juga selalu diganggu saat dia sedang enak enaknya tidur. Zayn memang selalu seperti ini, setiap Jenna masih tidur karena masih mengantuk, pria ini selalu mengacaukan kenikmatannya.
"Atau kamu mau kita kayak semalam lagi?" Tanya Zayn.
"Sejak kapan kamu jadi hyper?" Tanya Jenna kesal.
__ADS_1
"Sejak aku pertama kali memasuki kamu, di club waktu itu. Setelah itu aku ingin selalu memasuki kamu, lagi dan lagi sampai kamu tepar dan aku puas," jawab Zayn.
Memang kebenarannya seperti itu. Setelah menemukan lubang yang sangat pas untuk menjadi sarang miliknya, Zayn benar benar selalu ingin dan ingin terus memasuki milik Jenna. Apalagi jika Jenna sampai tepar, rasanya sangat senang sekali. Itu artinya dia sangat pro dalam berhubungan intim.
"Aku masih ngantuk, suka atau enggaknya sama kamu itu terserah. Aku bener bener masih butuh tidur mas," ucap Jenna.
"No. Kamu harus bangun, sudah delapan jam kamu tidur dan kamu masih membutuhkan waktu untuk tidur? Really honey?" Tanya Zayn.
"Ya udah, lain kali sebelum atau sesudah kita menikah mendingan gak usah berhubungan intim. Kamu enak bilang kayak gitu, kamu gak ngerasain posisi aku. Kamu emang yang gerak, tapi aku yang kamu gerakin. Aku capek, bahkan lebih capek dari kamu," ucap Jenna.
Zayn membulatkan matanya saat mendengar bibir manis ini mengeluarkan kata katanya. Tidak ada berhubungan intim? Yang benar saja! Zayn bisa mati jika itu terjadi. Zayn tidak mau seperti itu.
"Kalo aku gak normal, aku gak akan minta untuk berhubungan intim sayang. Harusnya kamu juga ngerti," ucap Zayn.
Jenna menghela nafasnya lalu membuka matanya lebar lebar. Dia benar benar kesal, selalu saja seperti ini. Padahal dia masih mengantuk tapi Zayn selalu memaksanya untuk makan. Padahal makan bisa nanti. Dia benar benar masih butuh waktu untuk tidur. Delapan jam masih belum cukup.
Jenna pun bangkit dari tidurnya dan menarik bathrobe yang semalam dia pakai untuk mengelap tubuhnya setelah bangkit dari bathup. Entah kenapa bathrobe itu terbawa. Jenna tidak ingat sama sekali. Ia memakai bathrobe itu dan menyingkap selimut. Pergerakan Jenna sejak tadi terus diperhatikan oleh Zayn. Zayn tahu gadisnya sedang merajuk. Lucu sekali.
Sedangkan Zayn memang sudah memprediksinya. Semalam dia brutal sekali melakukan itu dengan Jenna dan sekarang sudah pasti Jenna akan kesakitan. Pria itu bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah Jenna lalu menggendongnya. Tidak ada perlawanan, karena percuma juga melawan. Zayn akan tetap menggendongnya.
"Maaf, semalam terlaly brutal sampai kamu kesakitan dan juga kelelahan. Aku minta maaf sayang," ucap Zayn tulus setelah mendudukan Jenna di closet.
"Keluar, aku mau mandi," ucap Jenna.
Cup...
"Kalo marah makin cantik aja," ucap Zayn setelah mengecup pelan bibir Jenna.
"Gak usah nyosor. Sana keluar, aku masih marah sama kamu. Jangan harap aku bakalan baik baik lagi ke kamu," ucap Jenna.
__ADS_1
"Yakin? Ya udah deh, aku keluar. Kalo ada apa apa kasih tahu. Teriak aja, aku bakalan langsung masuk," ucap Zayn. Jenna tidak menjawabnya dan malah melihat ke arah lain.
Sedangkan Zayn hanya menahan senyumnya. Wanitanya ini sangat lucu sekali ketika sedang merajuk. Rasanya Zayn ingin lagi menggempurnya. Namun dia tidak tega, wanitanya masih kesakitan seperti ini.
"Gak mau aku mandiin?" Tanya Zayn.
"Keluar mas," ucap Jenna.
"Aku mau disini, aku gak mau jauh jauh dari kamu," ucap Zayn.
"Mas," geram Jenna.
"Kiss dulu baru aku keluar," ucap Zayn.
Bisakah Jenna menggeplak atau menjitak Zayn? Dia sudah kesal oleh perilaku pria ini dan sekarang semakin dibuat kesal lagi? Sebenarnya apa mau pria ini? Kenapa dia sangat menyebalkan sekali!!
Jenna pun terpaksa mengecup Zayn agar pria ini menjauh dari kamar mandi. Dia sudah kesal dan hanya bisa menahannya. Semalam dia kembali mengingkari janjinya. Padahal dia sudah mengatakan hal itu pada Zayn, namun pria ini seolah menulikan pendengarannya dan semakin gila dalam melakukan hubungan intim dengannya.
Saat Jenna akan melepaskan kecupannya. Tiba tiba Zayn menahan tekuknya dan sedikit ******* miliknya. Iya miliknya, karena seluruh tubuh Jenna adalah miliknya sekarang. Begitu pun sebaliknya.
Cup..
"Mandi cepat jangan lama lama. Kamu belum makan sama sekali, aku gak mau kamu masuk angin dan berakhir sakit. Aku tunggu di luar," ucap Zayn setelah mengecup bibir Jenna untuk mengakhiri permainan bibir mereka.
"Hm," gumam Jenna.
Zayn pun pergi dari dalam kamar mandi meninggalkan Jenna yang wajahnya sudah semerah tomat. Sikap manis Zayn benar benar membuat hatinya menghangat. Seharusnya dia tidak perlu marah, tapi dia kesal karena tidurnya di ganggu.
"Manusia nyebelin," rutuk Jenna.
__ADS_1
Tbc.