
***
Tangisan Ale berubah menjadi des*han yang sangat indah di dengar oleh telinga Ryan. Iya, pria itu benar benar melakukannya pada Ale. Pria ini sudah terlalu jatuh begitu dalam, dalam pesona seorang Nabila Alesha. Alasan ia melakukan ini sama persis dengan Zayn. Menjerat Ale seumur hidupnya. Kenikmatan seorang perawan ia dapatkan kembali. Ternyata Ale benar benar menjaga tubuhnya. Ryan benar benar takjub dengan itu semua. Apalagi ketika dia jadi yang pertama untuk Ale. Tidak ada penyesalan sedikit pun karena ia melakukan ini dibawah kesadaran Ale. Ia tidak peduli ketika Ale bangun nanti akan terjadi apa. Yang penting apa yang dia inginkan terjadi.
Ale sudah mendapatkan pelepasannya sebanyak dua kali, sedangkan Ryan belum mendapatkan pelepasannya sama sekali. Ia masih terus memompa tubuh Ale untuk mencapai sesuatu yang dia inginkan. Ale sendiri hanya pasrah dibawah kuasa Ryan. Ia tidak menyadari sesuatu hal besar akan menghantamnya ketika dia sadar nanti. Parahnya, Ale menerima sentuhan Ryan bahkan meminta lebih.
Wajar saja, di dalam gelas minuman Ale bukan hanya obat halusinasi saja yang ia berikan melainkan juga obat perangs*ng. Ryan sengaja melakukan itu, sangat sangat sengaja. Berbeda dengan gelas milik Jenna yang ia campur hanya menggunakan obat perangs*ng saja.
"Alesha," panggil Ryan.
"Hmm," gumam Ale.
"Kamu mencintaiku?" Tanya Ryan.
"Kamu siapa?" Tanya Ale pelan.
"Aku Ryan, kamu melupakan ku?" Tanya Ryan.
"Bagaimana aku melupakan bajing*n yang sudah membuat ku jatuh dengan pesonanya! Aku sangat ingin membunuhnya hidup hidup agar dia tahu rasa sakit karena fakta yang diberikan begitu menyakiti aku," ucap Ale tanpa sadar.
"Bajing*n?" Tanya Ryan memastikan.
"Iya! Dia bajing*n," ucap Ale meracau tidak jelas.
"Lalu bagaimana perasaan mu jika pria yang kau sebut bajing*n itu sekarang berada diatas mu?" Tanya Ryan. Ale terlihat menyernyit dan perlahan membuka matanya. Ia mencoba menjelaskan pandangannya yang nampak kabur.
"Kau, Ryan?" Tanya Ale. Ia memukul mukul kepalanya namun dengan cepat Ryan menahannya.
"Jangan babe, itu sakit," ucap Ryan.
Ale mengerjapkan matanya beberapa kali sebelum semuanya terbuka jelas. Nampak namun kabur.
__ADS_1
"Kau Ryan?!" Ucap Ale.
"Iya babe, ini aku. Ryan Andreas, bajing*n yang kamu maksud. Bagaimana? Terkejut?" Tanya Ryan.
Ale terdiam bukan terkejut seolah efek obat masih terus berada dalan tubuhnya. Gadis itu kembali meracau, ah salah bukan gadis. Dia sudah menjadi wanita, yap wanitanya Ryan.
"Kamu tidak akan sadar saat ini babe, tapi besok aku yakin kamu akan terkejut dengan kejadian ini. Cara ku dengan Zayn sama, hanya bedanya Zayn tidak membuat Jenna hamil sedangkan aku sebaliknya," ucap Ryan tersenyum iblis. Pria itu kembali memaju mundurkan tubuhnya membuat Ale kembali mendes*h tidak karuan. Bahkan Ryan sudah mendapatkan satu kali pelepasan dan dia mengeluarkan seluruh cairannya pada rahim Ale.
"Lihat lah, aku yakin sebentar lagi kamu akan mengandung anak ku. Buah cinta kita malam ini," ucap Ryan. Ia membalikan posisinya menjadi Ale yang berada diatas tubuhnya. Ia meminta wanita itu untuk bergerak disana. Ale yang masih dipengaruhi obat dengan lincahnya bergerak diatas tubuh Ryan. Tanpa dia ketahui, Ryan menyimpan kameran di berbagai penjuru untuk merekam kegiatan panasnya.
***
Sama halnya dengan Ryan dan Ale, Jenna dan Zayn pun masih sama sama di rundung nafsu. Bedanya, Zayn nafsu normal sedangkan Jenna nafsu yang dipicu oleh obat. Namun tak dapat dipungkiri jika Jenna juga menikmatinya bersama dengan Zayn.
Sejak tadi, pria itu terus bergerak dengan brutalnya. Mengobrak abrik milik Jenna sampai miliknya terasa ngilu. Sudah berbagai gaya mereka coba, semua atas kemauan Zayn. Saat ini satu kaki Jenna diangkat ke bahu Zayn sedangkan satunya lagi dibiarkan begitu saja. Jenna merasa posisi seperti ini sangat memudahkan Zayn memasukan semua miliknya. Bahkan Jenna terus terusan berteriak minta berhenti namun Zayn tidak menggubrisnya.
"Please mas," ucap Jenna. Ia memegang kedua tangan Zayn sebagai tumpuannya. Dorongan Zayn sangat kuat sehingga dirinya benar benar terasa diguncang sesuatu.
"M-ma-s, a-aku ud-ah gak tah-an," ucap Jenna.
"Tahan sebentar sayang, jangan keluar dulu," ucap Zayn. Tempo gerakannya masih sama hanya saja lebih mendalam dari tadi.
Jenna menggelengkan kepalanya. Wanita itu benar benar tidak kuat menahan serangan Zayn dibawah sana. Apalagi ketika Zayn menekan satu kakinya sehingga miliknya semakin masuk begitu dalam. Bahkan Jenna merada jika milik pria ini sudah sampai ke dalam rahimnya.
"A-ak-u u-da-h gak tahan, m-mash," ucap Jenna.
"Tahan sayang, jika kamu keluar lebih dulu aku akan menghukum kamu lebih dari ini. Kamu tahu seperti apa aku menghukum kamu ketika kamu tidak patuh ucapan aku," ucap Zayn.
"Tapi enggak kuat mash," ucap Jenna. Semakin lama gerakan Zayn semakin cepat, mau tak mau Jenna mencapai kepuasaanya sebelum diminta oleh Zayn. Tubuhnya terkulai lemas. Ia benar benar tidak tahu lagi, miliknya benar benar sudah tidak tahan.
Geraman cukup keras terdengar saat Zayn menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Jenna. Bahkan pria itu merem*s squishy Jenna tanpa perasaan membuat sang pemilik ngilu bukan main.
__ADS_1
Nafas keduanya terengah engah. Keringat membanjiri tubuh keduanya sampai terlihat mengkilap, bahkan rambut Jenna sudah sangat lepek, make up luntur, dan jangan lupakan bibir yang sudah membengkak dan sedikit terluka.
Zayn benar benar ganas.
"Berat mas, geseran," ucap Jenna.
"Kenapa kamu tidak mendengarkan aku sayang?" Tanya Zayn. Pria itu menimpa tubuh Jenna dan menghiraukan permintaan wanitanya.
"Namanya udah gak tahan mau gimana lagi, salah kamu kelamaan," ucap Jenna tak mau kalah. Tangannya sejak tadi berusaha mendorong tubuh Zayn agar menghindar namun salah, pria itu malah memegang tangannya dan mengecup pelan bibirnya.
"Bersiap untuk hukuman kamu sayang," ucap Zayn menyeringai.
"Enggak mau, udah cukup," erang Jenna. Namun Zayn menulikan pendengarannya. Pria itu lantas membalikan tubuh Jenna dan menarik pinggangnya sehingga posisi wanita itu menungging. Jenna sedikit mendes*h saat milik Zayn ditarik dari miliknya.
"Kamu mau apa?" Tanya Jenna.
Zayn tidak menjawab ucapan Jenna dan memasukan kembali miliknya tanpa aba aba. Tentu saja Jenna kembali meringis.
Plakk..
Plakk...
Bunyi nyaring tamparan telapak tangan Zayn yang mengenai kulit pantat Jenna. Membuat wanita itu menjerit kesakitan karena Zayn menamparnya cukup kuat.
"SAKIT MAS, KAMU GILA?!" Teriak Jenna.
"Ini belum seberapa sayang, aku masih belum menggunakan gesper ku," ucap Zayn.
Habislah Jenna malam ini oleh Zayn.
Tbc.
__ADS_1