One Night With Mr. Z

One Night With Mr. Z
53. Kesampean


__ADS_3

***


Zayn terkekeh melihay tingkah menggemaskan yang keluar dari Jenna. Seumur umur baru kali ini melihat wanita semenggemaskan ini. Rasanya Zayn ingin mengarungi Jenna saja saat ini. Jika bisa Zayn ingin membuat Jenna mengecil agar bisa ia bawa kemana mana tanpa perlu persetujuan siapapun.


Mereka pun memesan makanan di drive tru dan mobil kembali berjalan menuju ke rumah Jenna. Ia memesan dua big mac burger dan minumannya. Itu untuk dimakan Jenna dan Zayn. Sedangkan Math, ia belum lapar lagi.


Mereka berdua makan dalam keadaan tenang di dalam mobil. Jenna fokus pada makanannya karena ia memang sangat lapar sekali saat ini. Bayangkan saja sejak kemarin hingga sore ini Jenna baru mengisi perutnya lagi. Beruntung dia tidak memiliki riwayat penyakit lambung.


"Jadi kamu pacar aku sekarang," ucap Zayn.


Aku? Rasanya Jenna ingin tertawa mendengar Zayn mengubah panggilan saya menjadi aku kamu.


"Jawab Jennai sayang," ucap Zayn.


"Om maksa banget astaga," ucap Jenna.


"Kamu kalo gak dipaksa gak bakalan mau," ucap Zayn.


"Terus nih ya, kalo semisal Jenna nolak emang om mau?" Tanya Jenna.


"Enggak. Kamu kan milik aku," ucap Zayn tersenyum. Jenna hanya memutar bola matanya malas. Untuk apa Zayn bertanya jika jawaban Jenna tidak akan ia dengar jika jawaban Jenna itu tidak. Aneh sekali.


Mereka pun kembali fokus pada burger yang ada di tangan mereka masing masing. Mobil yang ditumpangi mereka sudah berada dekat dengan rumah Jenna. Math memasukan mobil yang dibawa olehnya ke dalam gerbang rumah Jenna saat ia sudah memberikan aba aba klakson.


"Om, nanti jangan bilang dulu kalo kita udah pacaran. Biar Jenna yang kasih tahu mereka pelan pelan," ucap Jenna. Zayn terdiam, berarti Jenna mengakui hubungan mereka?


Jenna keluar dari dalam mobil saat mobil sudah berhenti di depan pintu utama rumahnya. Diluar rumah, Adam dan Jeni sudah menunggu mereka.


"Papi, mami," ucap Jenna. Wanita itu pun memeluk kedua orang tuanya saat sudah turun. Zayn juga ikut turun dari dalam mobil.


"Sore om, tante," sapa Zayn.


"Sore Zayn, ayo masuk," ucap Adam. Zayn mengangguk sekilas dan masuk mengikuti keluarga Jenna.

__ADS_1


Mereka duduk di ruang tamu. Jenna meminta bi Uci untuk menghidangkan kue yang selalu ada di kulkasnya. Bahkan Jenna meminta bi Uci mengeluarkan semuanya.


"Gimana perjalanan kalian? Lancarkan?" Tanya Adam.


"Lancar om," jawab Zayn.


"Om hanya ingin tahu maksud dari foto yang disebar oleh Hendri itu Zayn. Kenapa kalian berpelukan mesra seperti itu?" Tanya Adam.


"Sebenarnya kami-,"


"Pi, kemarin Jenna diajak om Zayn ke pantai yang biasa Jenna datangin kalo ke Bali. Soal pelukan itu, ya emang apa salahnya kalo pelukan. Jenna atau pun om Zayn kan gak punya pacar," ucap Jenna. Ia sengaja memotong ucapan Zayn lebih dulu.


"Emang gak ada salahnya Jenna, hanya saja papi ingin tahu hubungan kamu dengan Zayn. Melihat di foto itu kalian mesra sekali. Apa kalian pacaran?" Tanya Adam.


"Iya om, kami memang berpacaran," ucap Zayn membuat mata Jenna membulat. Ia bahkan tidak jadi menggigit kue yang ada di tangannya.


"Wah, akhirnya," ucap Jeni kegirangan. Ia bahkan memeluk Jenna dengan semangat.


"Itu bener Jenn?" Tanya Adam.


"Papi tidak melarang kamu bersama dengan Zayn. Justru papi senang karena kamu akhirnya bersama dengan orang yang papi kenal seluk beluk keluarganya," ucap Adam.


"Om ijinin aku sama Jenna jadian?" Tanya Zayn.


"Terus kalo saya gak ijinin hubungan kalian, kalian mau putus detik ini juga? Kan gak mungkin," ucap Adam terkekeh pelan.


"Akhirnya Jenna gak salah milih lagi. Gitu makanya Jenn, cari laki yang tajir dikit biar hidup kamu terjamin," ucap Jeni.


"Mami kayaknya seneng banget Jenna jadian sama om Zayn," ucap Jenna.


"O jelas dong Jenn. Kan mami gak sabar nunggu cucu dari kalian berdua," ucap Jeni.


Uhuk.. uhukk..

__ADS_1


Jenna tersedak kue yang sedang ia makan saat mendengar ucapan maminya ini. Cucu? Yang benar saja. Jenna masih muda dan belum memikirkan tentang pernikahan apalagi anak.


Sedangkan Zayn tersenyum miring mendengar ucapan maminya Jenna. Tante Jeni sepertinya sangat ingin segera mempunyai cucu, tenang saja Zayn akan segera mengabulkan keinginan tante Jeni. Toh Zayn dan Jenna sudah sering melakukan hubungan intim kan?


Jenna ngeri sendiri melihat tatapan dan senyum yang tercetak jelas di wajah pria itu. Sepertinya pria mesum itu memikirkan sesuatu di otak vulgarnya itu.


"Pi, gimana sama om Hendri? Jenna gak bisa diem aja, kali ini Jenna mau balik lawan dia," ucap Jenna.


"Papi juga sempat berpikir seperti itu. Tapi tadi pagi opa sama oma kesini, mereka bilang kita jangan bertindak gegabah. Biarin aja dulu berita ini tersebar, kita biarkan Hendri menikmati kebahagiaannya kali ini. Baru setelah itu kita serang balik dia," ucap Adam.


Tadi pagi Malik dan Mira memang datang ke rumah Adam untuk membahas soal ini. Mereka meminta hal itu bukan karena tanpa alasan, tapi Hendri orang yang licik dan juga nekat. Takutnya malah Jenna kenapa napa jika mereka menyerang balik.


"Ya elah, ngalah lagi. Bosen banget Jenna," ucap Jenna.


"Sabar Jennai, aku gak akan tinggal diem aja soal ini. Biar aku yang usut tuntas. Disana kan ada aku di fotonya. Niat aku mau tuntut agensi wartawan yang udah sebarin foto itu," ucap Zayn.


"Jangan om! Kasihan mereka gak punya kerjaan lagi nanti," ucap Jenna.


"Untuk apa kasihan? Toh mereka sendiri yang cari gara gara sama kita," ucap Zayn.


"Om ikut apa yang akan kamu lakukan Zayn. Bagaimana pun mereka memang terlalu lancang. Bahkan kantor om pun jadi sasaran mereka," ucap Adam.


"Om tenang aja, Zayn akan membuat perhitungan sama mereka. Lagi pun gara gara mereka Jenna dan Zayn sangat tidak nyaman," ucap Zayn.


"Ya sudah, kalian makan dulu sana. Mami tahu kalian gak sempet makan kan tadi? Mami juga lihat kamu makan burger doang tadi pas keluar mobil," ucap Jeni.


"Emang tujuan Jenna pulang kesini itu buat makan sama om Zayn. Kita gak bisa mampir ke restoran gara gara wartawan itu. Mana tadi di apartement Jenna juga dikepung mereka lagi," ucap Jenna.


"Hendri mungkin mengatakan alamat apartement kamu sayang," ucap Adam.


"Udah pasti lah pih, siapa lagi kalo bukan dia. Udah yuk om, ikut Jenna makan," ucap Jenna. Ia menarik tangan Zayn masuk ke dalam untuk sampai ke ruang makan.


"Akhirnya mantu idaman mami kesampean juga pih," ucap Jeni kegirangan.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2