One Night With Mr. Z

One Night With Mr. Z
225. Kehidupan Eliza


__ADS_3

***


"Gak perlu di perjelas soal itu. Aku gak mau tahu soal itu, yang mau aku tahu, selama tiga tahu kamu ngapain aja sama Eliza?" Tanya Jenna.


Zayn terkekeh mendengar nada bicara Jenna. Wanitanya kesal, tapi tetap ingin mendengarnya. Pria itu sangat gemas ketika Jenna sedang cemburu seperti ini. Saking gemasnya dia sampai tidak sadar terlalu erat memeluk tubuh wanitanya. Apalagi tubuh Jenna sedikit merinding akibat ulah Zayn yang bernafas di telinganya.


"Aku hanya menjadikan dia jal*ng ku. Itu pun tidak intens dilakukan sebab aku sibuk dengan pekerjaan. Sesekali aku memintanya melakukan blow j*b. Hanya untuk kesenangan ku saja, dia memang pernah meminta hal lebih seperti s*x dan ciuman. Tapi aku menolaknya," ucap Zayn.


"Bahkan ketika Eliza melakukan blow j*b, yang aku bayangkan wajah kamu sayang. Eliza juga sering marah karena setiap aku akan sampai pada puncak pelepasan, aku selalu menyebut nama mu. Tapi aku tidak peduli dengan Eliza, aku membayarnya. Dan itu semua sudah impas," sambungnya.


Dasar pria jahat. Sudah licik, jahat pula. Kenapa Jenna baru tahu?! Meskipun iya perjaka milik Zayn di dapatkan olehnya, tapi milik pria itu tetap saja sudah di kul*m wanita gila itu. Jenna tidak suka mendengarnya, tapi jika dia tidak bertanya, maka selamanya dia akan overthinking pada Zayn.


"Kamu marah?" Tanya Zayn.


Dasar tidak peka!! Sudahlah, Jenna sudah benar benar kesal dengan pria ini. Lebih baik dia kembali tidur saja, malas rasanya terus berbicara dengan Zayn. Sebab Jenna sedang kesal, itulah alasannya dia malas bicara.


Jenna melepaskan kedua tangan Zayn dari tubuhnya dengan paksa. Pria itu pun melepaskannya. Dan menatap Jenna yang masuk tiba tiba ke dalam kamar lagi.


"Kalo cemburu gitu bawaannya pengen gue terkam aja, sayangnya dia lagi ngambek. Kalo gue paksa dia marah," ucap Zayn sembari menatap Jenna yang sudah naik lagi ke atas kasur. Zayn menggelengkan kepalanya pelan dan menyusul wanita ke dalam kamar. Jenna harus di bujuk, jika tidak dia akan uring uringan dan pastinya dia akan menyulitkan Zayn.

__ADS_1


Sifat dan watak Jenna yang aslinya adalah manja. Sangat manja, apalagi pada kedua orang tuanya. Wanita itu tidak pernah ragu untuk manja, mungkin karena dia memang sudah diperlakukan seperti itu sejak dia kecil. Zayn naik ke atas tempat tidur, menyusul Jenna yang sudah memejamkan matanya. Aslinya Zayn tahu jika Jenna belum sepenuhnya terlelap. Pria itu hanya bertingkah seolah olah Jenna memang sudah tidur.


Zayn menyelipkan tangannya pada bawah kepala Jenna dan memeluknya. Sebelah tangannya lagi ia gunakan untuk memeluk Jenna, lebih tepatnya tangan Zayn menangkup squishy Jenna yang hanya terbungkus oleh baju kemeja yang dipakainya.


"Kamu marah its okay, gak papa. Wajar, aku bahkan senang. Karena itu artinya kamu memang benar benar mencintai ku dan tidak suka aku berdekatan dengan wanita lain. Namun ketahuilah sayang, sikap mu yang menggemaskan seperti ini benar benar membuat ku ingin menerkam mu detik ini juga," ucap Zayn.


"MAS KAMU GILA?!!" Teriak Jenna saat telinganya di jil*t dan kecup oleh Zayn.


***


Kepulan asap terus mengepul sejak tadi. Asap itu berasal dari pembakaran rokok yang sengaja dibakar seseorang. Orang itu adalah Vocky. Pria itu tengah duduk di kamar apartementnya dengan menatap tubuh polos Eliza yang tidak terbalut kain apapun. Mereka baru melakukan sebuah hubungan yang dulu intens mereka lakukan. Dulu bahkan hampir setiap hari mereka melakukannya karena memang Eliza berasal dari Paris. Dia tinggal dan besar disana, namun dia tidak memiliki darah keturunan Eropa. Dia asli orang Indonesia. Kedua orang tuanya masih hidup, namun mereka acuh terhadap Eliza. Bahkan mereka tidak peduli dengan Eliza. Hidup atau pun mati. Mereka sudah lama sekali tidak saling berbicara bahkan bertemu.


Vocky tahu itu semua. Eliza sendiri yang menceritakannya waktu itu padanya. Eliza di desak mamanya untuk memberikannya sejumlah uang dengan nominal cukup besar. Dan Vocky lah yang membantunya dengan gantinya Eliza harus mengangk*ng untuknya.


Eliza tidak banyak bernego, dia langsung mengiyakannya. Dia juga butuh kenikmatan itu. Selama ini uangnya sudah habis ia pakai untuk membayar seorang gigolo. Kehidupan Eliza memang sudah seperti itu sejak lama. Bahkan ketika bersama dengan Zayn juga. Tak jarang Eliza rela menggoda bawahan pria itu untuk menidurinya. Sayangnya, media tidak pernah mencium hal itu. Jadinya Eliza tetap menjadi model. Namun semenjak berita tunangannya dengan Zayn batal, kehidupan modelnya seolah meredup. Tidak ada lagi job untuknya. Hidup Eliza jadi luntang lantung tidak jelas.


Sampai akhirnya dia kenal dengan seorang wanita yang sering dipanggil olehnya dengan sebutan mami. Dia bekerja pada mami itu untuk menjadi wanita malam. Bermalam malam berlalu Eliza menikmati pekerjaan barunya. Namun suatu hari dia bertemu Vocky yang tidak lain adalah kliennya. Saat itulah Eliza dibawa pergi Vocky ke Paris lagi.


Makanya berita membeberkan jika Eliza dan Zayn memang benar benar putus. Eliza pergi ke Paris dan Zayn pergi ke Amerika tepatnya ke boston.

__ADS_1


"Hidup mu sudah terlalu hancur Liz, seharusnya kau segera berhenti melayani pria hidung belang. Jika kau mau, kau tinggal datang pada ku. Sayangnya otak mu itu hanya dipenuhi dengan nafsu dan uang," gumam Vocky.


Selama ink Vocky memang tidak pernah berhubungan serius dengan wanita. Dia hanya menyewa mereka untuk menyenangkannya. Namun semalam, saat dia bertemu dengan Jenna, kekasih Zayn. Dia jadi tertarik. Tertarik untuk memilikinya.


Dia bahkan sudah memikirkan sebuah rencana, namun dia belum bertindak. Dia ingin membiarkan Jenna dan Zayn bahagia dulu sebelum nanti Jenna bahagia bersamanya. Dan Eliza? Vocky tidak peduli, dia hanya menganggap wanita itu sebagai pemuas nafsunya.


Rasa kasihan pada Eliza memang ada, namun Vocky lebih tertarik pada Jenna. Pesona wanita itu benar benar menyegarkan matanya. Sangat cantik, sekaligus sangat manis sekali untuk dipandang. Entah kenapa membayangkan Jenna bersamanya membuat Vocky senang.


"Kembali kesini Vock," ucap Eliza bergumam.


"Untuk apa?" Tanya Vocky.


"Memainkan benda panjang milik mu itu," ucap Eliza.


"Pelac*r," umpat Vocky.


"I'm."


Eliza memang selalu mengakuinya jika dia memang seorang pelac*r. Namun dia tidak akan suka jika yang mengatakan itu semua adalah Jenna. Eliza sangat membenci wanita itu bahkan Eliza sangat ingin membunuhnya. Mencabik tubuhnya dan menghancurkan tubuh wanita itu.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2