
***
"Gak usah keras keras juga ngomongnya mas. Nanti kalo ada yang denger gimana?"
"Biarkan saja. Mereka palingan hanya menjudge dengan komentar menyakiti tanpa menyadari mereka juga seperti itu," ucap Zayn.
Yah, mereka masih berada di dalam acara resepsi. Beberapa tamu sedang menikmati hidangan. Tadi Jenna dan Zayn sudah bersalaman sekaligus menerima ucapan selamat dari beberapa orang yang datang malam ini di acara resepsi mereka berdua. Jenna sudah merasa pegal sekali karena hells yang ia pakai. Namun untunglah semuanya cepat selesai. Tidak semua tamu datang menyalami dan mengucapkan salam pada Jenna dan Zayn. Namun keduanya tidak masalah dengan hal itu.
Kini Jenna dan Zayn sedang duduk diatas kursi yang ada di pelaminan keduanya. Ruangan seluas ini ternyata akan terlihat sempit saat diisi banyak orang. Namun untungnya mami Jeni dan mama Lita memilih tempat yang benar benar sangat luas sekali. Tempat ini benar benar cocok untuk dihadiri banyak orang.
Jenna tidak menyangka jika tamu undangan kedua orang tuanya beserta keluarga Zayn sebanyak ini. Jenna bahkan tidak mengenal mereka semua. Hanya beberapa saja. Pastinya kebanyakan dari mereka adalah rekan bisnis. Biasanya di acara pernikahan seperti ini dijadikan ajang untuk memperluas bisnis. Jenna tahu sebab dia sudah beberapa kali datang ke pernikahan seperti ini. Bahkan dia juga pernah datang pada pernikahan yang didasari dengan perjodohan karena bisnis.
Jenna awalnya sempat heran. Namun semakin kesini setelah dia bergelut di dunia bisnis, dia jadi tahu alasannya. Banyak dari beberapa orang rela mengorbankan seseorang demi sebuah keuntungan.
"Ngomong ngomong mas, tumben gak ada yang ganggu acara kita?" Tanya Jenna.
"Memangnya kamu mau acara kita berantakan?" Tanya Zayn balik.
"Ya enggaklah mas!"
"Ya udah kalo enggak. Kita yang punya acara, kita harus menikmatinya sampai ini selesai. Karena setelah ini semua selesai, kamu harus memberikan hak aku. Gak ada negosiasi malam ini," ucap Zayn memperingati saat ia melihat Jenna akan menyela ucapannya. Dia tahu Jenna akan bernego dengannya. Negosiasi itu tidak lain dan tidak bukan adalah soal ranjang. Zayn sudah mengetahuinya bahkan dari gelagat Jenna sekali pun.
"Ah mas, capek loh. Masa langsung minta jatah, biarin aku tidur pules dong malam ini. Kamu gak kasian sama aku? Gak sayang sama aku?" Tanya Jenna.
Zayn menghela nafasnya. Jurus jitu kembali dikeluarkan oleh Jenna. Jurus dengan ucapan 'kamu gak sayang sama aku' benar benar selalu membuat Zayn kalah.
__ADS_1
"Beda cerita sayang. Justru karena aku sayang sama kamu makanya aku nikahin kamu. Karena apa? Tentu saja agar aku bisa bebas meniduri kamu," ucap Zayn.
"Jadi kamu sengaja nikahin aku buat kamu jadiin budak s*x aja? Iya?!" Tanya Jenna galak. Dia bahkan lupa jika beberapa orang sedang menatap ke arah mereka berdua. Rata rata tersenyum melihat tingkah pasutri baru itu. Lucu sekali.
"Sayang, pelankan suara kamu. Lihat, semua orang sedang menatap ke arah kita," ucap Zayn.
Jenna melirik pada beberapa arah di depannya. Benar juga, beberapa orang sedang menatap ke arahnya sembari tersenyum, tak sedikit juga yang terkekeh. Apa ekspresi Jenna benar benar bisa ditebak?
"Mas malu," ucap Jenna.
Seketika nyalinya menciut saat menjadi pusat perhatian orang orang. Jenna memang paling anti dengan banyak orang. Apalagi Jenna sangat tidak suka jika jadi pusat perhatian. Namun karena tindakannya tadi, beberapa orang menatap ke arahnya.
"Hiraukan saja, lagi pula kamu tidak mengenal mereka. Mereka itu orang lain, sayang."
"Ya tapi tetep aja malu," ucap Jenna.
"Ya enggak juga mas. Acaranya belum selesai," ucap Jenna kesal.
Tidak di hari bahagianya tidak di hari biasa, Zayn selalu saja membuatnya kesal sekesal kesalnya. Seharusnya Jenna berpikir dua kali saat Zayn akan menikahinya. Tapi jika Jenna menolak juga, sayang keperaw*nannya sudah direnggut pria ini. Ditambah Zayn pasti tidak akan melepaskannya juga. Jadi sudahlah, Jenna harus menerimanya dengan lapang dada. Ini semua sudah seharusnya menjadi takdirnya.
"Oke, oke. Jangan merajuk sayang, aku hanya becanda," ucap Zayn membujuk. Tanpa Jenna jelaskan juga Zayn sudah pasti tahu dan paham hanya dengan melihat raut wajah istrinya ini. Zayn memang peka, sangat peka sekali. Sayangnya Zayn lah yang selalu membuatnya kesal.
"Sayang," panggil Zayn. Jenna masih tetap saja diam.
"Baiklah. Sebagai permintaan maaf ku, kamu harus menemani aku berdansa disana. Lihat, beberapa orang sudah mulai berdansa," ucap Zayn.
__ADS_1
"Kok gitu?! Kesannya kamu kayak maksa," ucap Jenna.
"Akhirnya kamu bicara lagi. Aku memang memaksa sayang, karena jika kamu tidak dipaksa kamu tidak akan mau," ucap Zayn. Pria itu bangkit dari duduknya dan menarik lembut tangan Jenna. Jenna lagi lagi pasrah dan menurut. Karena sebenarnya dia juga sudah gatal ingin ikutan berdansa. Apalagi ini adalah pesta pernikahannya.
Jenna tersenyum ke arah kedua orang tuanya juga kakek dan neneknya yang nampak bahagia disana. Jelas saja pastinya bahagia, karena akhirnya Jenna menikah dengan pemuda yang selama ini diinginkan keluarganya. Selain mengenal keluarga Zayn, mereka juga tahu kepribadian Zayn yang baik. Dan mereka percaya jika Zayn akan membahagiakan Jenna.
"Suatu kehormatan untuk ku jika nyonya Zayn ingin berdansa dengan ku," ucap Zayn sembari membungkukan tubuhnya. Satu tangannya berada di perutnya dan satunya lagi berada di belakang pinggangnya. Iya, Zayn sedang memberikan salam hormat pada istrinya sebelum dansa dimulai.
Jenna tersenyum kecil lalu mengangkat sedikit gaunnya di kedua sisi dengan kedua tangannya juga sedikit membungkuk.
"Dengan senang hati, tuan Zayn," ucap Jenna.
Lengan keduanya tertaut. Jenna mendekatkan tubuhnya ke arah Zayn sehingga tubuhnya dengan tubuh Zayn menempel. Tarian dansa mereka sudah dimulai seiring dengan musik yang berganti.
Para tamu yang tadinya hanya biasa saja menikmati acaranya kini mulai tertarik dengan tontonan di depan mereka. Sebab disana sang pemilik acara sedang berdansa bersama.
"Mereka terlihat sangat serasi sekali," ucap seorang wanita yang menjadi tamu undangan disana. Dia adalah model papan atas. Di meja itu bukan hanya ada dia, namun ada ketiga temannya.
"Benar, aku tidak menyangka jika akhirnya tuan Nagendra menikah dengan anak Adam itu. Aku kira dia masih berhubungan dengan mantannya dulu," ucap temannya.
"Apa? Maksud mu Eliza? Sadarlah Lyana, Eliza seorang penipu. Kau tidak ingat, agensi bahkan mengeluarkannya," ucap Zia.
"Itu benar. Eliza memang seorang penipu, tapi aneh sekali dia tidak terlihat malam ini. Bukannya dia masih terus mengincar tuan Zayn? Lalu dia kemana? Kenapa tidak ada disini?"
Tbc.
__ADS_1
Sepi sekali😔