One Night With Mr. Z

One Night With Mr. Z
171. Datang Lebih Dulu


__ADS_3

***


Ale sudah bersiap sejak pagi karena dia memang akan datang lebih dulu untuk menemui Jenna sebelum acara tunangan dimulai. Sebagai sahabat, Ale merasa selama ini hanya Jenna yang selalu berkontribusi. Jenna yang selalu mengeluarkan effort banyak untuk persahabatan mereka. Ale akui, dia tidak akan menemukan orang seperti Jenna lagi diluaran sana. Yang baik pasti ada, tapi yang seperti Jenna tidak ada. Makanya Ale sangat menghargai persahabatan mereka.


Ale sudah selesai make up dan saat ini rambutnya sedang ia tata. Ale memang tidak terlalu sering menyewa jasa hairstyles atau pun make up, karena dia merasa dia mampu jadi dia melakukannya sendiri. Toh tidak terlalu buruk juga.


Ale mengikat rambutnya di bawah. Terlihat panjang karena dia menggunakan extension rambut. Dia memakai bando berwarna putih sebagai hiasan agar rambutnya tidak terlihat biasa saja. Warna bando yang dipakai senada dengan dress yang ia pakai. Karena memang tema dress codenya putih.


Semalam Ryan memaksa untuk menginap, Ale tentu saja tidak mau. Untungnya dia bisa mengandalkan mamanya Ryan. Semalam dia menelepon mama Ryan, meminta agat wanita itu melarang anaknya untuk tinggal di apartementnya. Untungnya mama Ryan setuju. Wanita itu datang langsung ke apartementnya sehingga Ryan bisa enyah dari sini. Ale selalu menikmati waktu sendirinya tanpa adanya pengganggu seperti Ryan.


Ale sudah siap, ia langsung mengambil tas selempangnya beserta hellsnya kemudian keluar dari dalam kamarnya. Ale berjalan menuju ke pintu keluar apartementnya.


"Astaga," ucapnya terkejut. Ale bahkan sampai mengusap dadanya saking terkejutnya.


"Aku yang usapin gimana?"


"Mbah mu! Gak mau lah," ucap Ale galak. Ryan hanya terkikik geli melihat tingkah wanitanya. Wanita ini sangat cantik sekali. Ryan benar benar menemukan berlian indah ini melalui temannya Zayn.


"Cantik banget kamu," puji Ryan.


"Iyalah, kan cewek. Kalo cowok ya ganteng," ucap Ale.


"Makasih," ucap Ryan. Ale mengernyit tidak paham. Maksudnya?


"Kan kamu bilang kalo cowok ganteng, aku kan cowok babe," ucap Ryan menjawab ketidakpahaman Ale.


"What ever," ucap Ale. Wanita itu pun pergi dari hadapan Ryan, namun dengan cepat Ryan menarik tangan Ale sehinga Ale menubruk tubuhnya. Ryan menyudutkan Ale ke dinding.


"Sudah membuat ku tidak tidur dengan kamu dan pagi ini juga aku tidak mendapatkan morning kiss?" Tanya Ryan.

__ADS_1


"Iyan, ayolah. Aku bahkan tidak mencintai mu, bertingkah sewajarnya saja. Bibir ku tidak semurah itu untuk terus kau cium," ucap Ale.


"Tapi aku tidak peduli," ucap Ryan. Serangan cepat, ita Ryan langsung mencium bibir Ale sebelum wanita ini kembali berontak dan keinginannya tidak tercapai. Ale terdiam setelah mendapatkan serangan mendadak ini. Ia ingin menghela nafasnya namun ada Ryan di depannya.


"Aku ingin sekali mel*matnya. Tapi nanti lipstik kamu pudar dan cecer ke pinggiran bibir," ucap Ryan.


"Bagus kalo tahu, udah aku mau berangkat sekarang. Mau nemuin Jenna dulu," ucap Ale.


"Bersama ku."


***


Perjalanan dari apartement menuju ke ballrom hotel tempat dimana Jenna akan melangsungkan tunangan menghabiskan waktu sekitar dua puluh lima menit. Mobil Ryan masuk dan langsung melaju ke depan lobby. Ryan keluar lebih dulu kemudian Ale setelah pintu dibuka oleh bodyguard. Ryan memberikan kunci mobilnya supaya mobilnya terparkir rapi.


"Gila, wartawan mau nerobos masuk. Untungnya penjagaan ketat banget," ucap Ale.


"Namanya juga orang famous. Sudah ayo masuk," ucap Ryan.


"Zayn, Aku dan Ghani sudah mengaturnya. Eliza tidak mungkin akan datang. Lagi pula saat masuk kita harus memperlihatkan undangannya yang dikirim melalui email kan? Eliza tidak mungkin akan mendapatkannya," ucap Ryan.


"Baguslah kalau begitu. Aku tidak mau sampai terjadi hal hal yang tidak diinginkan. Apalagi aku mendengar cerita dari Jenna, wanita itu terlihat sangat terobsesi pada Zayn. Aneh, bukannya mereka sudah berpisah bertahun tahun? Lalu kenapa wanita itu datang lagi?" Tanya Ale.


Ryan tersenyum, sepertinya wanitanya ini sangat ingin tahu soal Eliza. Ia merangkul Ale dan terus berjalan.


"Eliza wanita matre yang gila harta. Dia gak mungkin lepasin tangkapan besar seperti Zayn. Dia kembali bukan untuk memperbaiki, tetapi malah merusak. Sekarang Zayn sudah menjadi CEO, jelas saja Eliza mau kembali," jelas Ryan.


"Matre banget. Skillnya pasti jadi pelakor," ucap Ale. Ryan hanya terkekeh mendengarnya. Wanitanya sangat lucu sekali.


Mereka berdua menunjukan undangan pada empat bodyguard yang berjaga di pintu masuk setelah lobby. Ale terpana melihat dekorasi yang ada di dalam ballrom ini. Ini di dalam hotel namun disulap seolah seperti di luar hotel. Benar benar indah sekali.

__ADS_1


"Jenna ada di kamar ini, kamu masuk aja. Aku mau temui Zayn dulu. Nanti kita bareng lagi," ucap Ryan.


"Iya Iyan."


Ale mengetuk pintu kamar Jenna setelah Ryan menjauh darinya. Setelah mendapatkan ijin masuk, Ale pun membuka pintu itu dan masuk. Dia melihat Jenna yang sedang dirias oleh make up artist ternama. Dia juga tahu siapa make up artist itu. Di samping ada tante Jeni dan mama Zayn, mereka juga sedang dirias.


"Wah, Ale ternyata," ucap tante Jeni. Jenna yang sedang memejamkan matanya pun membukanya setelah mendengar nama sahabatnya disebut.


"Lama banget lo," rutuk Jenna.


"Eittsss, sabar besti. Dandan kan perlu waktu," ucap Ale cengengesan. Ia mengalami mama Zayn.


"Namanya juga cewek Jenn. Mereka gak mungkin bakalan sebentar kalo soal dandan," ucap Jeni.


"Dia bukan cewek mi, dia jelmaan cewek," ucap Jenna.


"Mulut mu minta di sleding kayaknya. Ngomong ngomong selamat ya besti, akhirnya lo gak jomblo lagi. Mana jarak nikahan lo deket banget," ucap Ale.


"Kenapa? Kan lo juga bakalan cepet cepet dinikahin Ryan," ucap Jenna.


"Ya makanya itu, setelah lo tunangan katanya gue bakalan dinikahin. Tapi gue bakalan kabur, lo jangan kasih tahu pokoknya," ucap Ale.


"Lah, lo udah ngomong sendiri di depan mami sama mama. Heran," ucap Jenna.


Lita dan Jeni hanya tersenyum kecil mendengar perdebatan antara dua sahabat ini. Mereka benar benar seperti sedang melihat masa lalu mereka yang sama persis seperti ini.


"Ya udah sih, gue juga gak bisa kabur kayaknya. Cuma bisa melas aja minta jangan dulu nikahin gue. Gue mana sanggup sama sikapnya Ryan," ucap Ale.


"Sanggup pasti. Lo jinakin aja dia, kayaknya dia bakalan bucin juga ke lo," ucap Jenna.

__ADS_1


"Hihhh, itu mah om Zayn ke lo kali. Baru kenal aja udah bucin mampus. Heran, ternyata ada ya cowok sebucin itu," ucap Ale keheranan.


Tbc.


__ADS_2