One Night With Mr. Z

One Night With Mr. Z
62. Perkara Kayu Putih


__ADS_3

***


Jenna sudah tertidur di apartementnya sejak dua jam yang lalu. Ia melirik sekilas ke arah jam dinding yang ada di kamarnya, baru pukul sebelas. Meriang di tubuhnya juga sudah hilang. Padahal semalam ia tidur nyenyak bersama Zayn, tapi anehnya kenapa dia bisa meriang dan bawah matanya juga hitam? Aneh sekali.


Jenna menggulingkan tubuhnya jadi terlentang. Ia menatap langit langit kamarnya, ternyata menyenangkan juga menjadi pengangguran tapi tidak senang juga karena tidak memiliki uang hasil keringat sendiri. Jenna bangun dan duduk diatas kasurnya. Ekor matanya melirik ke arah samping.


"Anjir, pantesan badan meriang mana dari kemarin pinggang sakit banget. Mau menstru*si ternyata," ucap Jenna. Dikasurnya ada bercak merah pekat yang sudah mengering. Untungnya bukan di kasur tapi di selimut bad cover-nya. Tapi tetap saja ia membutuhkan effort untuk mencucinya.


"Cuci sekarang aja lah, nunggu nanti keburu makin susah hilang itu noda," gumam Jenna. Wanita itu pun bangkit dari tempat tidurnya dan berjalan membawa selimut tebal miliknya ke kamar mandi.


Satu jam kemudian Jenna keluar dari dalam kamar mandi. Selimut sudah selesai ia cuci dan ia keringkan tinggal di jemur saja di balkon yang ada jemurannya. Jenna juga sudah mandi dan memakai roti jepang agar aktivitasnya nyaman seharian ini.


Jenna tidak berniat pergi kemana mana hari ini jadi ia hanya memakai kaos oblong dan hotpants. Ia memesan makanan dari luar karena malas masak. Sembari menunggu makanannya datang, Jenna memutuskan untuk menonton tv saja.


Tak berselang lama, bel apartement-nya berbunyi. Jenna pun bangkit dan membuka pintu depannya, ia yakin jika itu adalah kurir yang mengantarkan makanannya. Namun saat Jenna membuka pintu, disana Zayn sudah berdiri dengan menenteng sebuah paper bag dan juga plastik makanan.


"Ngapain?" Tanya Jenna.


"Kenapa gak kasih tahu kalo kamu sakit? Tahu gitu aku gak bakalan ke kantor dan gak bakalan ijinin kamu ke kantor," ucap Zayn. Pria itu masuk begitu saja ke dalam apartement Jenna. Ia menyimpan barang bawaannya dan menarik Jenna ke dalam pelukannya.


"Sakit apa hm?" Tanya Zayn.


Omoooo, Jenna yang kesal pada Zayn bisa luluh jika pria ini bersikap lembut seperti ini. Jenna lemah jika Zayn sudah bergumam saat menanyakan keadaannya. Tidak, Jenna masih kesal pada pria ini.


"Lepas," ucap Jenna. Ia mendorong tubuh Zayn dan kembali duduk di sofa yang berada di depan tv.


"Ini makanan yang kamu pesan. Tadi aku ketemu dia di lift," ucap Zayn. Jenna pun mengambil makanan yang ia pesan. Nasi putih dengan potongan chicken katsu dengan sambel matah diatasnya. Aromanya sungguh menggugah selera makan Jenna. Wanita itu pun menyuapkan makanan itu ke dalam mulutnya.

__ADS_1


Tiba tiba Zayn menarik mangkuk plastik yang ada di tangan Jenna.


"Aku suapin kamu," ucap Zayn. Jenna tidak banyak bicara. Ia hanya membiarkan Zayn menyuapinya sampai makanan itu habis. Setelah makanan berat habis, kini Jenna membuka topoki yang ia pesan. Topoki ini masih menjadi list makanan kesukaannya di penjual itu. Bahkan Jenna juga memesan beberapa corndog varian rasa.


Zayn hanya diam melihat kekasihnya yang mendiaminya. Ia masih berusaha keras berpikir letak kesalahannya dimana. Pasalnya Jenna berubah sejak pagi tadi. Tapi seingatnya, dirinya tetap menurut pada wanita ini. Apa mungkin karena ia yang memaksakan diri tadi pagi ke kantor?


"Sayang, kamu marah?" Tanya Zayn.


"Enggak." Gak salah lagi. Sambung Jenna dalam hati.


Bagaimana ia tidak marah dan kesal pada Zayn, pria itu mengabaikan masakan yang sudah susah susah ia buat pagi tadi. Dan lagi Zayn memaksakan dirinya ke kantor padahal jelas jelas pria ini masih sakit.


"Bener? Kok ketus?" Tanya Zayn.


"Terserah kalo gak percaya," ucap Jenna. Ia meminum air mineralnya dan menyudahi acara makannya. Ia sudah kenyang.


"Apaan sih om, kok elus elus perut Jenna kayak Jenna hamil aja," ucap Jenna.


"Kan nanti kamu juga bakalan hamil anak kita sayang," ucap Zayn.


"Gak. Gak mau! Jenna gak mau nikah sama om atau sama siapapun," ucap Jenna paten. Ia menggeser tubuhnya agar sedikit menjauh dari Zayn namun pria itu kembali menariknya dan mengunci pergerakan Jenna agar tidak menjauh lagi.


"Aku buat kesalahan ya? Kasih tahu dong sayang biar aku perbaiki kesalahan itu," ucap Zayn. Ia tahu dari mamanya jika wanita tiba tiba marah dan merajuk pasti ada kesalahan yang diperbuat oleh prianya sehingga membuat kekasihnya kesal padanya.


"Gak perlu di bahas. Lagian masakan Jenna tinggal dibuang aja. Toh cuma sup tahu sutra, rasanya juga pasti gak enak," ucap Jenna.


Tunggu dulu.

__ADS_1


Masakan? Sup tahu sutra? Ah, astaga. Jadi Jenna tadi pagi memasak? Kenapa Zayn tidak tahu. Pantas saja saat tadi ia memaksa Jenna makan diluar wanita itu terlihat kesal dan tidak menghabiskan makanannya.


"Maaf sayang, aku benar benar tidak tahu kalau pagi tadi kamu masak. Lain kali kamu bilang sama aku ya? Aku bener bener gak tahu kamu masak loh. Maafin aku," ucap Zayn.


"Lupain. Jenna gak bakalan masak lagi kok buat om. Nanti Jenna bakalan order aja, biar lebih simpel juga gak perlu ribet masak kalo ujungnya gak dihargain," ucap Jenna.


Zayn kelabakan sendiri. Jenna benar benar kesal sepertinya. Bodoh, seharusnya ia lebih peka tadi pagi.


"S-sayang please, jangan marah. Aku janji gak bakalan kayak gitu lagi, masakin lagi please. Masakan kamu enak enak loh," ucap Zayn.


"Enak enak? Bilang langsung aja kali kalo masakan Jenna emang gak enak. Udah lepas ah," ucap Jenna. Ia bangun dari duduknya dan berjalan ke kamarnya. Perutnya terasa kram dan sakit. Lebih baik ia tidur agar rasa sakit perutnya hilang. Zayn mengekori Jenna masuk ke kamar wanita itu.


Jenna terus memegangi perutnya. Apa dia sakit perut?


"Sayang, kamu kenapa hm? Perutnya sakit?" Tanya Zayn. Ia naik ke atas tempat tidur Jenna dan ikut ikutan meraba perut wanita itu.


"Tolong ambilin minyak telon di meja rias om," ucap Jenna.


"Sebentar," ucap Zayn. Ia mengambil kayu putih yang ada disana bukan minyak telon yang dimaksud oleh Jenna. Zayn menyingkap kaos Jenna dan membuka tutup kayu putih itu.


"Ih jangan yang itu om, bau! Minyak telon yang itu tuh," ucap Jenna.


"Itu gak akan ada sensasi hangat ke perut kamu sayang. Berbeda dengan kayu putih ini," ucap Zayn.


"Gak mau. Bau," ucap Jenna menutup hidungnya.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2