
***
Mengenai hubungan Mario dan Yura, sepertinya benar benar sudah berakhir. Orang suruhan Yura juga belum menemukannya. Yura sangat pusing sekali. Entah kemana lagi ia harus mencari Mario. Saat ini, dia sedang berada di rumah kedua orang tuanya. Yura sedang memainkan ponselnya sembari melihat tv.
"Dikabarkan seorang pebisnis muda bernama Jennaira Adam, anak dari Adam Malik Wicaksono mengalami kecekakaan di Bali saat ia sedang melakukan peresmian pada hotel terbarunya bersama Zayn Nagendra."
Suara reporter di tv membuat atensi Yura teralih karena nama Jenna disebut. Ia menaikan volume tv nya.
"Tidak diketahui penyebab kenapa ada seorang pria membawa senjata api lalu menembakannya pada Jennaira Adam. Kondisinya saat ini masih belum di konfirmasi oleh keluarganya. Kita doakan saja...."
"Jenna kena tembak? Mampus dong," ucap Yura.
"Happy banget rasanya denger dia celaka. MAMA, PAPA SINI," teriak Yura.
Heni dan Hendri pun menjumpai anaknya yang sedang berada di ruang tengah. Heni dan Hendri mengambil duduk di sofa yang masihk kosong.
"Kenapa sih Ra? Heboh banget," ucap Heni.
"Itu lihat, Jenna di tembak sama orang misterius di Bali. Katanya kondisinya cukup mengenaskan. Biar sekalian mampus deh dia," ucap Yura.
"Yang bener kamu? Wah ternyata keinginan kamu tercapai juga. Jenna pasti lagi sekarat saat ini," ucap Heni.
"Papa yakin jika Adam dan Malik sedang sibuk saat ini. Mereka pasti langsung berbondong bondong menuju ke Bali," ucap Hendri.
"Pastinya pah, ya Yura nunggu aja kabar kematian Jenna. Yura janji bakalan selebrasi kalo dia beneran mati," ucap Yura tertawa.
Benar benar anggota keluarga yang tidak tahu diri. Ketika Jenna terluka bukannya mereka peduli tapi malah mendoakan Jenna meninggal. Sepertinya keluarga Yura benar tidak sehat. Buktinya dia tidak memiliki sedikit pun rasa pedulinya pada Jenna. Padahal Jenna adalah keluarga mereka.
Sementara itu di atas awan, Jenna dan keluarganya juga Zayn dan keluarganya masih dalam perjalanan. Mereka sudah menghabiskan waktu sekitar satu jam lamanya diatas udara namun mereka belum sampai juga ke Jakarta. Zayn menemani Jenna di dalam kamar yang ada di dalam jet itu. Sementara para orang tua berada di luar kamar. Mereka sedang tertidur.
"Kenapa belum tidur sayang? Tidur aja, perjalanan masih lama loh," ucap Zayn.
"Iya, tapi temenin disini tidurnya sama kamu. Aku gak mau kamu jauh," ucap Jenna.
"Manja banget ya kalo lagi sakit," ucap Zayn.
"Aku manja cuma sama kamu kok," ucap Jenna membuat Zayn tersenyum. Pria itu naik ke atas tempat tidur yang ditempati Jenna dan ikut tiduran disana. Zayn berada di sebelah kanan Jenna. Pria itu memeluk tubuh Jenna.
__ADS_1
"Tidur ya? Biar kondisi kamu kembali fit," ucap Zayn.
Jenna menganggukan kepalanya, "Jenna juga masih ngantuk. Curiga di obatnya ada obat tidurnya."
"Dokter emang sengaja kasih kamu obat tidur biar kamu tidurnya nyenyak. Itu bisa mempercepat proses penyembuhan kamu," ucap Zayn.
"Pantesan. Ya udah Jenna bobo dulu ya. Selamat tidur sayang," ucap Jenna.
"Selamat tidur kembali sayang," ucap Zayn.
Mereka pun memejamkan matanya dengan posisi Zayn memeluk tubuh Jenna. Perjalanan menuju ke Jakarta masih cukup lama. Mereka akan menggunakan waktu itu untuk istirahat.
***
Setelah menempuh perjalanan beberapa jam. Jenna, Zayn dan yang lainnya sampai di bandara Halim, Jakarta. Namun Jenna masih harus naik mobil lagi menuju ke rumahnya. Perjalanan dari bandara ke rumahnya menghabiskan waktu sekitar tiga puluh menit lamanya. Sesampainnya di rumah, Jenna langsung disambut oleh Malik dan Mira, mereka adalah kakek dan neneknya.
Mira dengan wajah merahnya perlahan memeluk Jenna, cucu kesayangannya.
"Jenna baik baik aja oma. Jangan nangis lagi," ucap Jenna.
"Gimana oma gak nangis, oma terkejut mendengar berita itu di tv. Tadinya oma mau nyusul Jenna kesana tapi dilarang Adam karena katanya Jenna baik baik aja," ucap Mira.
"Oma gak mau Jenna kenapa napa," ucap Mira.
"Mira, sudah. Berhenti menangis, cucu kita sudah kembali kesini bukan? Jadi berhenti lah menangis. Apa kamu tidak lelah terus menangis sejak tadi?" Tanya Malik.
"Diam lah. Aku tidak berbicara dengan mu," ucap Mira ketus. Jenna hanya tersenyum melihat tingkah oma dan opanya. Mereka lucu sekali menurutnya.
"Jadi siapa yang akan menjelaskan kronologinya? Apa kalian tidak kasihan kepada istri ku yang terus menangis ini?" Ucap Malik.
Adam pun menceritakan semua kronologinya pada papa dan mamanya itu. Malik dan Mira memperhatikannya dengan serius. Adam menceritakan apa yang diceritakan oleh Zayn tadi.
"Astaga, kenapa ada orang yang sangat jahat seperti itu. Menyempitkan dunia saja," ucap Mira memberi tanggapan setelah ia mendengar cerita dari Adam.
"Lalu bagaimana dengan pelakunya?" Tanya Malik.
"Pelakunya meminum pil beracun saat akan di interogasi. Jadi kami menyerahkan sisanya pada polisi saja untuk mendalami kasus ini," ucap Zayn.
__ADS_1
"Jenna harus hati hati mulai sekarang. Banyak yang mau celakain kamu saat karir kamu sudah sukses seperti ini," ucap Mira.
"Itu benar sayang, kamu harus semakin berhati hati mulai sekarang. Mami gak mau kamu celaka lagi," ucap Jeni.
"Iya mami, oma. Jenna akan jaga diri lebih baik lagi agar tidak celaka," ucap Jenna.
Jeni dan Mira mengangguk sebagai jawaban setujunya.
"Ya sudah, Zayn tolong antar Jenna ke kamarnya ya? Maaf tante merepotkan kamu," ucap Jeni.
"Gak papa tante. Ayo," ucap Zayn.
***
Eliza masih berada di Bali. Ia masih belum tahu jika Zayn dan Jenna sudah kembali ke Jakarta.
Eliza melangkahkan kakinya dengan manja masuk ke dalam rumah sakit. Bukan, bukan untuk menjenguk Jenna melainkan untuk menemui Zayn dan membawa pria itu pergi dari sana.
"Permisi," ucap Eliza.
"Iya, ada yang bisa di bantu?" Tanya suster yang berjaga di meja receptionist.
"Saya ingin bertemu dengan pasien bernama Jennaira Adam, dia ada di ruangan berapa ya?" Tanya Eliza.
"Sebentar saya cek dulu," ucap suster itu.
"Ya."
Eliza menunggunya namun tidak lama.
"Pasien atas nama Jennaira sudah keluar dari rumah sakit ini sekitar lima jam yang lalu," ucap Suster itu.
"Apa?! Anda yang benar," ucap Eliza.
"Benar, datanya sudah tidak ada disini," ucap Suster.
Shiittt. Seharusnya Eliza tidak pergi ke tempat temannya dulu tadi. Dia pasti tidak akan kehilangan jejak Jenna dan Zayn. Eliza pergi begitu saja dari rumah sakit itu. Ia akan mencoba mengeceknya ke resort yang ditempati Jenna dan Zayn dulu. Jika mereka tidak ada disana, lalu kemana perginya mereka?!
__ADS_1
Tbc.