
***
Bahagia tiada tara dan tidak bisa diungkapkan dengan kata kata. Mungkin itu yang Ryan rasakan saat ini. Senang bukan kepalang, rasanya Ryan ingin sekali berteriak kesenangan. Namun ia harus menahannya, kasihan Ale yang masih nyaman berada di dalam pelukannya ini. Ryan tidak mau menghancurkannya.
Ale dengan nyamannya terus memeluk Ryan dengan posisi berdiri. Wanita itu memejamkan matanya, menikmati aroma maskulin yang menguar masuk ke dalam hidungnya. Benar benar menyenangkan dan menenangkan. Ale sangat suka sekali menghirup aroma harum tubuh Ryan. Wangi parfume mahalnya ini benar benar membuatnya nyaman.
Selain nyaman menikmati aroma parfume, Ale juga sangat nyaman dengan usapan tangan Ryan di punggungnya. Ale tidak menampik jika dia memang sangat haus kasih sayang. Selama ini kedua orang tuanya sibuk bekerja dan jarang berada di rumah. Ditambah Ale juga sudah lama sendiri, lama sekali rasanya dia tidak pernah merasakan hangatnya pelukan seorang kekasih. Apalagi sekarang bukan hanya pelukan, karena mereka berdua sudah bertindak jauh.
"Babe," panggil Ryan.
"Kenapa?" Tanya Ale.
"Aku benar benar senang. Akhirnya kamu mau menerima ku yang sangat bejat ini," ucap Ryan.
"Semua orang punya masa lalu, asalkan suatu saat nanti ketika masalah dari masa lalu kamu datang, kamu bisa menyikapinya dengan baik juga dewasa. Aku harap kamu bisa menyelesaikannya. Dan aku akan tetap berada di samping kamu," ucap Ale.
"Tentu saja babe. Aku akan berusaha untuk mempertahankan kamu dan menahan kamu di hidup ku. Aku tidak mau kamu pergi. Dan jangan harap kamu bisa pergi begitu saja," ucap Ryan.
Selalu. Ryan memang selalu mengakhiri ucapannya dengan ancaman. Ale jengah sebenarnya, namun dia sudah terbiasa mendengar ucapan Ryan yang selalu mengancamnya untuk tidak pergi dari kehidupannya. Baru kali ini juga Ale memiliki seorang pria yang sangat over posesif. Pria ini selalu mengancamnya jika Ale berniat pergi dari kehidupannya.
"Kalo misalnya kamu yang minta aku pergi dari kehidupan kamu, gimana?" Tanya Ale.
"Tentu saja itu tidak akan pernah terjadi. Aku tidak mungkin akan meminta seseorang yang sangat aku cintai untuk pergi dari kehidupan ku," ucap Ryan.
"Sedalam apa kamu mencintaiku? Mengingat kita saling mengenal belum bisa dikatakan lama," ucap Ale.
__ADS_1
"Sedalam apa aku tidak tahu, yang jelas aku rela menukar nyawa ku demi kamu. Aku harap kamu mau menerima aku yang bejat ini meskipun iya, aku memulainya dengan tidak baik. Aku harap hubungan kita berakhir dengan baik," ucap Ryan.
"Of course jika kamu menginginkannya. Aku akan selalu menerima dan bersikap baik kepada mu. Dan setelah bersama dengan ku, jangan harap kamu bisa dengan wanita lain. Hanya aku yang selalu bisa membuat mu kenikmatan. Ingat itu," ucap Ale.
Ryan tersenyum lebar, oh hoo.. wanitanya ternyata cukup liar juga. Selama ini yang Ryan tahu Ale adalah wanita yang baik dan selalu menuruti apapun kemauan kedua orang tuanya. Selain baik, dia juga ternyata sangat liar. Jadi ini yang dinamakan orang yang mencintai mu akan menunjukan sisi lain kehidupannya pada kamu? Sepertinya iya. Ryan senang, sangat senang.
"Kasur itu sudah sangat lama menunggu untuk kita pakai bercinta babe," ucap Ryan.
"No, aku tidak mau Yan. Jangan harap mendapatkan kenikmatan malam ini. Ada mama dan papa di luar kamar," ucap Ale.
"Oh ya? Sayangnya aku bukan orang yang peduli tentang hal itu babe. Let's play," ucap Ryan tersenyum miring.
***
Ryan mengelus pelan bahu tangan Ale yang polos tak terbalut apapun. Keduanya masih sama sama tidak memakai pakaian apapun. Baik Ryan atai pun Ale sama sama kelelahan dan memutuskan langsung tidur saja.
"Yan," panggil Ale.
"What babe?"
"Kamu pakai pengaman kan?" Tanya Ale. Ia hanya takut jika nantinya dia positif hamil. Memang iya, Ryan akan bertanggung jawab mungkin. Namun Ale tidak siap menghadapi omongan orang luar tentang apa yang menimpa dirinya. Pasalnya dia tinggal di negara konoha yang orang orangnya cukup pedas dalam mengkritik.
"Memangnya kenapa jika aku tidak memakai pengaman?" Tanya Ryan.
"Aku takut benih mu berkembang dan tumbuh. Aku belum siap memiliki anak jika kita belum menikah," ucap Ale.
__ADS_1
"I now babe. Aku tidak akan membuat kamu hamil sebelum waktunya. Aku selalu memakai pengaman. Jika pun tidak, aku akan mengeluarkan semua cairan ku di luar rahim kamu," ucap Ryan.
Ale hanya mengangguk pelan dan masuk ke dalam pelukan Ryan. Ryan menerimanya dan memeluk tubuh Ale.
"Terima kasih sudah menjadi tempat bagi milik ku untuk mendapatkan kenikmatan dunia babe," ucap Ryan.
"Bukannya kamu mendapatkan itu dari wanita bayaran mu?" Tanya Ale.
"Mereka tidak pernah bisa memuaskan ku. Aku melakukan itu hanya sebatas untuk keluar saja, tidak lebih dari itu," ucap Ryan.
"Kamu tidak terjangkit-,"
"Tidak babe. Aku selalu bersih dan sehat. Setiap minggu aku selalu cek up ke dokter tentang kesehatan ku. Aku tahu kamu khawatir, tapi percayalah aku tidak terjangkit penyakit apapun. Setelah berhubungan aku selalu membersihkannya dan selalu memastikan jika wanita yang aku bayar untuk memuaskan ku itu sehat. Bawahan ku selalu mengeceknya sendiri," ucap Ryan memotong ucapan Ale. Pria itu tahu jika Ale pasti khawatir soal itu. Dan untungnya Ryan selalu antisipasi sejak awal. Dia tahu kebiasaannya ini akan berdampak besar baginya dan pagi pasangannya kelak.
Ryan akui juga dia sangat nakal. Pergaulannya yang bebas, punya banyak uang dan kekayaan menjadikannya dengan mudah masuk ke dunia yang cukup gelap. Selain seorang player, Ryan juga suka minum alkohol. Namun sekarang, setelah bersama Ale, dia membatasinya. Karena dia tahu Ale gadis yang bersih dan tidak akan mau menerimanya jika dia terus melakukan hal kotor.
"Maaf jika aku menyinggung perasaan kamu Yan," ucap Ale.
"No babe, itu wajar. Aku tahu kamu takut, tapi tenang saja. Aku sudah mengantisipasinya sejak awal. Wajar kamu bertanya seperti itu, aku tidak tersinggung," ucap Ryan.
"Oke, sekarang aku mengantuk dan ingin tidur. Pagi nanti jangan bangunkan aku dan jangan paksa aku makan sebelum aku bangun dengan sendirinya. Aku mengantuk dan butuh tidur yang cukup lama. Jelas?" Tanya Ale.
Ryan tersenyum dan mengangguk.
Tbc.
__ADS_1