
***
"Upss, sorry."
Jenna dan Zayn kompak melihat ke arah orang yang ada di belakang Jenna. Dia seorang pria. Memakai pakaian casual seperti pulang bekerja dari kantor. Keduanya tidak mengenal pria itu, tapi wajahnya cukup familiar. Namun entah dia siapa.
"Apa aku menyakiti mu? Maafkan aku, aku tidak sengaja," ucapnya.
"Tidak apa apa," jawab Jenna.
"Kau melupakan ku?" Tanya pria itu.
Jenna mengernyit mendengarnya, melupakan? Bahkan dia sendiri juga tidak mengenal pria ini. Apa ini semua bisa dikatakan melupakan? Tentu saja tidak, sebab Jenna tidak mengenalnya bukan melupakannya.
"Kami tidak ada urusan dengan anda," ucap Zayn. Pria itu lantas menarik pinggang Jenna dan membawanya pergi dari sana.
"Come on sayang," sambungnya.
Jenna tentu saja mengikuti langkah kaki Zayn. Dia juga tidak mengenal pria ini. Lalu kenapa pria ini malah mengatakan hal itu? Benar benar tidak habis pikir. Ada ternyata orang yang so kenal so delet seperti itu. Apa jangan jangan dia orang yang gangguan jiwa? Sebab tidak mungkin ads orang normal langsung mengatakan hal itu kan?
Sementara pria yang tadi bertanya sekaligus bertubrukan dengan Jenna hanya tersenyum kecil. Namun dibalik senyumnya ini ada sebuah rencana licik. Dia baru kali ini merasakannya. Bahkan ketika bersama dengan Eliza saja dia tidak pernah merasakannya. Sebuah getaran yang mampu membuat dadanya berdenyut nyeri.
Yap, pria itu adalah Vocky.
Vocky sengaja menubruk tubuh Jenna tadi dan pura pura jika dia tidak sengaja. Padahal jelas jelas sengaja hanya saja tidak disadari oleh Jenna dan Zayn.
Malam ini Vocky tidak sengaja sedang berjalan jalan seusai pulang dari kantornya. Tidak disangka jika di jalan ini dia malah bertemu dengan wanita yang sejak kemarin mengganggu pikirannya. Tidak sia sia jika dia memilih turun dan jalan kaki. Ternyata nalurinya benar benar sekuat itu untuk Jenna.
__ADS_1
"Kau sangat cantik sekali. Sayangnya aku belum bisa menikmati kecantikan mu secara puas. Tapi tunggu saja, suatu saat nanti kecantikan mu itu hanya bisa aku nikmati seorang," ucap Vocky.
Jika dasarnya jahat, sudah pasti dia akan selalu jahat. Lihatlah sikap Vocky saat ini, sudah jelas jelas jika Jenna sudah bersama dengan Zayn. Namun pria itu malah berusaha merebut Jenna.
Benar benar tidak tahu diri.
***
"Dia siapa mas? Kamu mengenalnya?" Tanya Jenna. Keduanya sudah menjauh dari pria tadi. Jenna bertanya seperti itu karena dia memang tidak mengenalnya. Namun wajahnya cukup familiar. Tapi Jenna benar benar tidak bisa mengingatnya.
Sedangkan Zayn, kentara sekali wajah tidak sukanya ia tampakan saat ini. Jenna tahu, namun dia tidak tahu kenapa bisa Zayn mengeluarkan ekspresi seperti ini.
"Aku kayaknya bakalan marah kalo kamu nanya soal dia, sayang. Kamu tahu aku paling tidak suka dengan laki laki yang menatap mu seperti tadi?" Tanya Zayn.
"Memangnya tatapan dia seperti apa sih mas? Aku tidak memperhatikannya," ucap Jenna.
Tunggu dulu. Ini maksudnya apa? Jenna sama sekali tidak mengerti maksud ucapan Zayn saat ini. Dia bertanya apa dan Zayn malah mengatakan apa. Benar benar tidak kompak.
Tapi sudahlah, Jenna tidak mau lagi bertanya. Terlihat dari ekspresi Zayn jika pria ini memang benar benar sangat terlihat tidak menyukai pria tadi. Anehnya kenapa tiba tiba seperti itu? Apa mungkin ada kejadian di masa lalu yang membuat Zayn jadi seperti ini? Tapi tadi pria ini mengatakan jika dia tidak suka pria tadi karena tatapan pria tadi pada Jenna.
Sudah lah, pusing juga memikirkannya sendiri dan menebak nebaknya. Lebih baik Jenna tidak banyak bertanya. Sebab terlihat dari wajah prianya, jika dia sangat tidak suka. Raut wajah Zayn benar benar tidak seramah biasanya.
"Udah dong mas, jangan kayak gitu mulu ekspresinya. Kita kan mau jalan lagi," ucap Jenna.
"No, tidak ada jalan lagi. Kita pulang ke rumah ku, aku tidak mau pria tadu kembali mengganggu kamu," ucap Zayn menolak keinginan Jenna.
Oh ayolah, Jenna benar benar masih ingin jalan jalan santai lagi. Apalagi menikmati malam hari di kota Paris ternyata sangat menyenangkan sekali. Namun Zayn malah mengajaknya pulang. Yang benar saja!!
__ADS_1
"Aku gak mau nurut ya kali ini sama kamu mas. Aku masih mau jalan jalan pokoknya. Aku mau jalan jalan lagi," ucap Jenna merengek.
Tolong siapa pun, Zayn saat ini benar benar ingin mengantongi Jenna saja rasanya. Wanitanya sangat kiyowo sekali. Namun Zayn masih terlihat biasa, sebab dia harus berhasil membawa Jenna pulang. Jika tidak maka manusia bernama Vocky tadi akan mengganggu wanitanya.
Meskipun Vocky belum bertindak, namun Zayn sudah bisa menduganya jika ada maksud lain dari pria itu. Zayn sudah menyadarinya saat di pesta Ivan kemarin. Vocky memang tidak melakukan sesuatu hal yang mencurigakan, namun dari tatapannya saja Zayn sudah curiga. Makanya lebih baik berjaga jaga bukan?
"No, no, no. Tidak ada lagi jalan jalan untuk kali ini sayang, sudah larut juga dan kita harus segera pulang," ucap Zayn.
"Aish mas, aku masih mau jalan jalan. Gabut kalo kelamaan di rumah kamu itu. Aku mau jalan jalan," ucap Jenna. Wanita itu menggoyang goyangkan tangan Zayn seolah seperti anak kecil yang merengek pada ayahnya.
Jika terus dibiarkan seperti ini, yang ada Zayn akan luluh dan akan menuruti kemauan Jenna. Tidak ada alternatif lain selain memaksa Jenna untuk segera pulang. Memaksa dengan hanya berbicara saja rasanya tidak akan mempan. Zayn harus bertindak sendiri. Pria itu pun memangku tubuh Jenna selayaknya seperti karung goni.
Yap, Jenna di gendong diatas bahu kiri Zayn. Jenna tentu saja memekik terkejut dan juga langsung memberontak. Namun Zayn tidak mau melepaskannya. Dia terus berjalan menuju ke mobilnya sembari mendengar dumelan Jenna.
"MAS KAMU GILA KAYAKNYA, AKU AJAK KE RUMAH SAKIT JIWA MAU? AKU GAK BOHONG," teriak Jenna. Namun Zayn tetap diam dan tidak menjawab ucapan Jenna. Dia membiarkan wanitanya berteriak tidak jelas. Karena nanti dia akan berhenti sendiri jika sudah kecapean berteriak.
"MAS, KAMU INI CALON SUAMI AKU? KOK KAMU JAHAT BANGET?" Tanya Jenna.
"SELAIN HARUS DIBAWA KE RUMAH SAKIT JIWA, AKU KAYAKNYA HARUS BAWA KAMU KE SPESIALIS THT DEH," teriaknya lagi.
"Telinga aku masih fungsi sayang. Gak perlu THT, perlunya cuma denger suara desah*n keras kamu aja," ucap Zayn santai.
"KAMU GILA!!! KAMU BENER BENER GILA!!" teriak Jenna.
"Aku gila karena kamu sayang. Salah kamu karena udah ambil alih semua dunia aku."
Tbc.
__ADS_1