
***
Apa?!! Yang benar saja. Kenapa papinya seenak jidat mengiyakan permintaan kakeknya? Padahal jelas jelas Jenna tidak mau. Bukan apa apa, Jenna masih ingin berleha leha setelah melewati penatnya kuliah dan ujian ujian lainnya. Yang lebih melelahkan adalah ujian hidup.
"Bagus kalau begitu. Opa senang mendengarnya," ucap Malik.
"Apa harus besok banget? Kalian gak kasihan sama Jenna? Jenna baru saja selesai kuliah. Jenna ingin mengistirahatkan otak Jenna terlebih dahulu," ucap Jenna. Ia berusaha bernegosiasi dengan papi dan opanya. Semoga saja mereka bisa diajak bernegosiasi.
"Benar itu pi, kasihan Jenna. Kita biarkan dia istirahat dulu. Biarkan dia bebas dulu mungkin selama satu minggu. Apalagi masalah Mario tadi, bagaimana pun meskipun Jenna ini bar bar, dia masih memiliki perasaan," ucap Jeni.
"Itu beneran pi, opa, lagian Jenna baru juga sampai di Indonesia. Jenna masih mau keliling keliling Jakarta sama Ale. Yah, please," ucap Jenna.
Adam nampak berpikir pikir. Ia memang sudah terlalu keras pada putrinya sampai sampai mungkin Jenna terkadang stress juga. Sepertinya dia juga tidak boleh banyak menekan pada putrinya ini.
"Baiklah. Tapi besok Jenna tetap harus ikut ke kantor. Hanya melihat lihat saja dan mungkin akan ikut meeting. Sekalian perkenalan untuk kamu meeting dengan klien itu seperti apa," ucap Adam.
Jenna yang tadinya ingin bersorak ria jadi mengurungkan niatnya. Apa bedanya. Itu sama saja ia tidak bisa bangun pagi besok. Padahal niatnya Jenna ingin seharian berada diatas kasur.
"Ya udah, Jenna nurut aja sama papi. Tapi tadi gimana sama keluarga Yura?" Tanya Jenna. Ia hampir melupakan topik ini.
"Yah mamanya tidak menerima dan tetap ketus. Sedangkan papanya langsung menarik Yura keluar rumah ini tanpa permisi. Oma sampe gak habis pikir, gak anak gak papanya sama sama gak punya sopan santun," ucap Mira.
"Sudahlah, nanti juga dia kena batunya. Masalah kamu sama Mario sudah selesai kan sayang?" Tanya Adam.
Jenna menganggukan kepalanya. "Udah pi. Pas Jenna ciduk mereka lagi gituan, Jenna langsung putusin Mario. Masalah kepala Yura, itu emang ulah Jenna. Jenna sengaja lempar piring kaca ke kepalanya biar dia sadar diri."
Jeni hanya mampu mengelus dadanya. Ternyata putrinya ini memang sangat bar bar sekali.
"Pantas saja Hendri dan Heni sampai marah seperti itu. Tahunya memang kamu beneran lempar dia sampe boncos kepalanya," ucap Malik.
__ADS_1
"Ya abisnya kesel opa. Siapa yang gak kesel coba. Mana mata Jenna jadi gak suci gara gara lihat begituan," ucap Jenna. Sadar atau tidak, dia juga sudah tidak suci. Hari dimana ia memergoki Mario dengan Yura diatas kasur, di hari itu juga dia kehilangan mahkotanya.
"Ya udah. Tapi Dam, Hendri pasti tidak akan tinggal diam. Dia pasti terus mencoba untuk menurunkan reputasi Jenna agar secara tidak langsung reputasi kamu juga turun. Kamu harus hati hati," ucap Malik.
"Itu benar nak. Jangan sampai Hendri bisa mencelakai kalian semua. Mama tahu benar seperti apa Hendri. Apalagi setelah dia menikah dengan Heni, bukannya menjadi baik malah semakin menjadi. Mama sungguh menyesal karena dulu telah merawatnya," ucap Mira.
"Maksud oma?" Tanya Jenna.
"Tidak ada. Oma kamu hanya asal bicara. Sudah kamu istirahat sana, nanti turun buat makan malam," ucap Malik. Pria paruh baya itu lebih dulu menyanggah.
"Iya iya. Tapi opa sama oma nginep kan?" Tanya Jenna.
"Nginep Jenna sayang," ucap Mira.
"Yesss, kita nanti nobar film baru ya. Judulnya pengabdi mantan," ucap Jenna.
"Pengabdi setan, Jenna sayang," ralat Jeni.
Keluarga Jenna hanya menggelengkan kepalanya karena tidak habis pikir dengan tingkah laku anak dan cucunya itu. Sedangkan Jenna langsung ngacir ke kamarnya untuk mandi.
Sekitar tiga puluh menit berlalu, Jenna menggulung rambutnya yang basah menggunakan handuk kecil. Ia pun keluar dari dalam kamar mandi.
Ia menatap seisi kamarnya. Disini masih ada barang barang pemberian dari Mario semasa mereka masih pacaran dulu. Jenna berjalan mengambil kotak berukuran besar yang sudah ia minta pada pelayannya untuk diletakan di depan kamarnya.
Jenna mulai mengambil barang barang itu. Mulai dari frame foto fotonya dengan Mario, hoddie, dan barang barang lainnya. Ia memasukan semuanya ke dalam kotak kardus itu.
Ternyata kotak kardus berukuran sedang ini penuh dengan barang barang pemberian Mario. Namun Jenna terdiam. Bukan karena ia mengingat kenangannya dengan Mario tapi kenapa ia tidak membakar foto foto ini saja? Toh sebagian besar foto foto ini adalah hasil cuciannya.
Jenna pun mengeluarkan frame tadi dan mengeluarkan fotonya. Ia mengumpulkan semuanya jadi satu. Bahkan foto yang ada di dinding pun ditarik oleh Jenna.
__ADS_1
"Gila, gue sebucin ini ternyata sama si bangs*t ini," gumam Jenna saat melihat banyaknya tumpukan foto di tangannya.
Setelah semuanya terkumpul. Jenna membawa kardus itu ke bawah. Ia memanggil supir pribadi keluarganya untuk mengantarkan barang barang ini.
"Mang, maaf ya Jenna repotin malem malem. Tolong anterin ini ke alamat yang udah Jenna whatsapp. Makasih," ucap Jenna.
"Baik neng Jenna. Mang Ucup permisi dulu," ucapnya. Jenna hanya mengangguk sekilas dan berjalan menuju ke belakang rumahnya. Disana ada tong besar tempat membakar plastik plastik bekas makanan.
"Mau kemana Jenay?" Tanya Jeni.
"Mau bakar ini mi. Ganggu kamar kalo dipajang mulu, kayak barang mau di jual," ucap Jenna.
"Ciee cepet banget nih move on-nya. Resepnya dong," ucap Jeni.
"Heh, ngadi ngadi si mami. Mau move on dari siapa? Mami udah nikah juga," ucap Jenna.
"Mau move dari Sharukhan. Capek hati mami kepotek mulu lihat postingan dia sama istrinya," ucap Jeni.
Jenna melotot tak percaya. Memang ia tahu jika mami-nya ini pecinta bollywood nomor satu. Bahkan idol kesukaannya dari dulu tidak berubah. Papinya terkadang pusing sekaligus cemburu dengan tingkah istrinya ini.
"Insap mami, nyebut. Udah punya papi Adam juga. Papi Adam paling ganteng paling tajir. Masa mau di skip," ucap Jenna. Wanita itu pun berjalan meninggalkan sang mama menuju ke tempat tujuannya.
Di belakang rumah tepatnya di dekat tong besar yang terbuat dari besi, bi Uci istri mang Ucup sudah menyalakan bara api. Saat sampai disana, Jenna langsung melempar semua foto foto itu tanpa mau melihatnya lagi. Ia sudah muak. Benar benar sudah muak.
Seumur hidup ia tidak akan mau balikan dengan Mario. Lebih baik dia jomblo seumur hidup dari pada Mario yang menjadi suaminya.
Yang namanya selingkuh itu adalah penyakit yang sangat susah untuk disembuhkan.
Tbc.
__ADS_1
Anjai, jena sepej👹