One Night With Mr. Z

One Night With Mr. Z
15. Kokumi


__ADS_3

komen gak?!


***


"Lain kali kamu harus pergi sama saya. Kalo nanti dia macam macam lagi sama kamu gimana?" Tanya Zayn. Pria itu menarik Jenna ke arah mobilnya.


"Iya om. Kan tadi aku kelaparan jadi aku keluar cari makan," ucap Jenna.


"Kenapa gak gofood aja? Kan zaman sekarang udah canggih canggih," ucap Zayn.


Jenna tidak menjawabnya. Dia hanya diam saja di kursinya. Sedangkan Zayn melajukan mobilnya. Pria itu tidak lagi bertanya lagi. Ia memilih fokus pada jalanan saja.


Tiba tiba Jena teringat es potongnya yang tadi jatuh gara gara Mario. Ia masih menginginkan es potong itu tapi penjualnya juga sudah tidak ada disana. Sepertinya dia sudah pergi.


"Kenapa?" Tanya Zayn saat melihat Jenna diam saja.


"Es potong aku tadi jatoh gara gara Mario," ucap Jenna.


"Saya punya es krim, mau?" Tanya Zayn.


"Es krim apa emangnya? Aku maunya es potong biar bisa di em*t," ucap Jenna.


"Ini juga bisa di em*t baby girl," ucap Zayn. Ia menepikan mobilnya dan mematikan mesin mobilnya.


Zayn melirik ke arah Jenna yang sedang menatap ke arahnya. Zayn pun melirik ke arah bawahnya dan Jenna pun mengikuti arah pandang Zayn.


"Itu es krimnya. Kamu mainin terus em*t sesuka kamu. Nanti bakalan keluar es krim kayak waktu itu," ucap Zayn.


Plakk


Tabokan tangan Jenna melayang ke arah bahu Zayn. Ia sungguh tidak menyangka jika om om satu ini sangat mesum sekali.


"Om udah tua inget umur. Mati gak harus tua," ucap Jenna kesal.

__ADS_1


Zayn hanya terkekeh melihat tingkah gemas wanita kecilnya ini.


"Ya sudah, sekarang kamu mau es krim itu lagi atau cari jajanan lain?" Tanya Zayn.


"Maksudnya om mau nganterin gitu?" Tanya Jenna. Bukannya menjawab wanita itu malah bertanya balik.


"Iya, kamu pacar saya. Sudah seharusnya saya mengantar kamu kemana pun kamu mau. Sekarang mau kemana? Tempat tadi atau tempat lain?" Tanya Zayn.


Jenna sebenarnya sudah lelah menyangkal jika ia tidak menginginkan Zayn menjadi kekasihnya. Ternyata pria ini sangat pemaksa sekali.


"Jenna udah males bahas soal itu. Kalo emang om gak sibuk, om bisa anterin Jenna ke Mcd? Drive tru aja gak papa," ucap Jenna.


"Gak perlu drive tru, kita ke mall aja langsung," ucap Zayn. Pria itu pun melajukan mobilnya menuju ke mall. Sepertinya gadis ini belum kenyang juga.


Tidak ada percakapan apapun di dalam mobil. Keduanya sama sama diam. Namun sejak tadi Jenna memikirkan ucapan pria di sampingnya ini. Pria ini mengklaim dirinya adalah kekasihnya setelah kejadian memuakan itu. Jika seperti ini terus, Jenna tidak akan bisa bebas mencari pria lain.


Tiga tahun lamanya berhubungan dengan Mario kemudian diselingkuhi, anehnya Jenna tidak galau atau menangis. Ia justru terlihat biasa saja menjalani aktifitasnya sehari hari. Ia heran dengan semua ini. Sepertinya ia harus bertanya pada Ale.


"Kita sudah sampai baby girl, mau sampai kapan kamu terbengong seperti itu? Apa ada yang menggangu pikiran mu?" Tanya Zayn. Ia melepas seat belt miliknya kemudian mencondongkan tubuhnya ke arah kursi mobil yang di duduki Jenna.


"Melepaskan seat belt," ucap Zayn. Ia pun kembali pada posisi semula.


Baru di dekati seperti itu saja, tubuh Jenna sudah terlihat menegang dan terkejut. Lucu sekali.


Zayn dan Jenna keluar dari dalam mobil. Mereka berjalan bersampingan masuk ke dalam mall. Awalnya Jenna menginginkan Mcd, namun setelah kesini ia malah menginginkan yang lain.


"Bukannya mau mcd? Kenapa malah dilewati?" Tanya Zayn saat melihat Jenna melewati toko mcd yang ada di mall itu.


"Gak jadi om, mau kokumi aja," ucap Jenna. Ia pun berjalan menuju ke salah satu toko kukomi yang jaraknya berada di depan toko mcd.


Zayn melihat jika Jenna seperti anak kecil. Tubuh pendek dan cukup berisi. Kulitnya juga putih. Mata Zayn salah fokus saat melihat ke bagian paha dan betis wanita kecil itu yang terekspos. Sangat putih tanpa adanya noda sedikit pun.


Zayn baru menyadarinya jika wanita ini menggunakam celana sependek itu. Bahkan ketika tangan gadis ini terangkat, hoodie besarnya ini juga ikut terangkat sehingga nampak sekali benda berharga yang indah.

__ADS_1


Zayn buru buru mengejar wanita itu dan berdiri di belakangnya. Wanita itu sudah memesan minumannya dan sedang menunggu antriannya. Tidak banyak sehingga wanita itu bisa dengan mudah mendapatkan dua minuman dengan ukura cup besar.


"Debit ya kak," ucap Jenna.


"Baik kak," ucap pelayan itu.


Jenna mengeluarkan atmnya dan hendak membayar, namun dua lembar uang ratusan ribu mendarat lebih dulu di meja kasir.


"Pakai uang saya saja sayang," ucap Zayn.


Jenna melirik ke arah Zayn. Kemudian beralih pada pelayan toko. Jenna menganggukan kepalanya.


"Baik kak, totalnya jadi seratus enam puluh ribu kembalian empat puluh ribu. Terimakasih," ucapnya.


"Sama sama," ucap Jenna. Satu tangannya menenteng plastik berisi minuman miliknya dan satu tangannya yang kanan mengambil uang kemudian memasukannya pada saku jas milik Zayn.


"Makasih om," ucap Jenna ia pun melenggang pergi begitu saja meninggalkan Zayn. Zayn sendiri melongo. Seumur hidupnya baru kali ini ada yang memasukan kembalian uang pada saku jasnya. Karena setiap Zayn membeli dan ada kembalian, pasti pria itu akan memberikan kembalian itu pada kasir. Itung itung sebagai tip. Mau sebesar apapun itu Zayn tidak pernah menerimanya lagi.


Jenna sendiri menusuk minuman itu dengan sedotan kemudian meminumnya. Bahkan kedua minuman itu sekaligus ditusuk dan diminum secara bersamaan.


Iya, kedua sedotan itu masuk ke dalam mulut kecil Jenna dan wanita itu menyedotnya dengan penuh semangat. Rasanya sangat nikmat sekali.


Ini adalah minuman favoritnya.


"Saya kira kamu beli dua itu untuk diberikan pada saya, tahunya kamu minum semuanya sendiri," ucap Zayn.


"Kenapa tadi gak sekalian beli? Lain kali jangan geer makanya om. Minuman ini cuma buat Jenna," ucap Jenna.


"Rakus," gumam Zayn. Jenna menghiraukannya dan kembali fokus pada minumannya. Saat sedang berkeliling di mall, tiba tiba ia melihat sosok yang ia kenali.


Dia sedang belanja di salah satu store barang barang branded. Dibelakangnya ada seorang pria paruh baya seumuran papi Adam. Itu bukanlah papanya. Jenna tidak kenal dia siapa tapi yang jelas Jenna sudah bisa menebak jika wanita itu adalah simpanan om om itu.


"Udah ketahuan selingkuh, sekarang ketahuan jalan sama om om. Miris banget hidup lo Yura," ucap Jenna. Ia tidak habis pikir dengan Yura. Sebenarnya apa fungsi pendidikan di sekolah yang selama ini Yura jalani?

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2