
Hari sudah menjadi berganti, pun mulai menyapa. Seseorang membuka pintu ruang rawat. Ia tersenyum mendapati ibu dan anak yang sudah terbangun dari tidur.
"Assalamualaikum."
"Wa'alaikumsalam, eh Om Abian datang," ucap Keyra berbicara pada anaknya. Abian tersenyum sambil berjalan mendekati ranjang pasien.
"Pagi, ganteng. Om rindu sekali tau sama kamu. Padahal baru ke tadi malam tidak bertemu." Abian mengecup kening bayi laki-laki tersebut yang masih berada di gendongnya Keyra.
Keyra mematung memperhatikan Abian mengajak anaknya berbicara. Mengapa lelaki itu sangat baik padanya juga anaknya. Andai saja Leo sama seperti Abian. Mungkin sekarang ia sangat bahagia, tapi ... ah sudahlah, tidak baik membicarakan masa lalu. Sudah menjadi keputusan hatinya pergi dan melupakan.
"Kamu kasih nama siapa?"
"Hah, kamu ngomong apa?" Keyra melamun, sampai-sampai tak mendengar ucapan Abian.
"Pagi-pagi sudah melamun, ntar kesambet loh," canda Abian," siapa namanya?"
Keyra jadi malu sendiri, ia tersenyum melihat wajah anaknya." Muhammad Adam Pratama."
Abian tersenyum, tangannya mengelus lembut wajah Adam." Nama yang bagus, lelaki yang cerdas, baik hati dan setia."
Keyra memperhatikan Abian, lelaki itu begitu serius memandangi anaknya.
__ADS_1
"Boleh aku menggendongnya?" pinta Abian.
"Hah, apa?" lagi -lagi Keyra samar-samar mendengar. Abian terkekeh melihat tampang bodoh Keyra yang di tampilkan.
"Kamu ini sebenernya lagi ngelamuni apa, hem?" tanya Abian lembut, Keyra menggelengkan kepalanya.
"Aku boleh menggendongnya?" pintanya kembali, Keyra mengangguk, lalu menyerahkan putranya ke tangan Abian perlahan.
Lelaki itu tersenyum setelah Adam. berada di gendongnya, sudah tidak ada rasa takut lagi dirinya sekarang menggendong bayi yang baru berumur satu hari.
"Sejak pertama kali menggendong mu setelah lahir, aku jadi sangat merindukanmu setiap saat nya. Em, bau mu sangat harum." Abian mencium wajah mungil Adam, lagi dan lagi.
"Hem, suster memaksaku menggendongnya dan memberinya azan untuk pertama kali ia dengar, awalnya aku menolak. Karena tak ada lagi siapapun yang mendampingi dirimu, aku pun ikhlas melakukannya," jawab Abian tulus. Mata Keyra berkaca -kaca. Apa ia sudah merepotkan orang lain segitu jauhnya, ia tidak ingin melakukan kesalahan kedua kali lagi dengan memanfaatkan kebaikan orang.
Pintu rung rawat Keyra di buka oleh seseorang. Keyra tersenyum menyambut kedatangannya.
"Masuk sini, Nek!" Keyra memanggil neneknya masuk.
Wanita tua berkeriput itu melangkah masuk, dan melihat Abian tersenyum sambil menganggukkan kepalanya sopan dengan Adam masih di dalam gendongnya.
Tiba-tiba si nenek mendekati Abian, tanpa aba-aba. Tanpa kata-kata. Si nenek memukul -mukuli Abian.
__ADS_1
"Astaghfirullah, Nenek! Nek hentikan. Nanti Adam jatuh," teriak Keyra histeris.
Abian mengaduh, namun ia mempertahankan baby Adam di gendongnya agar tidak terlepas dari tangannya. Ia mengelak agar si nenek tak mengenai baby Adam tersebut.
"Nenek hentikan, kalau Nenek tidak mau berhenti sebaiknya pulang. Apa Nenek sengaja mau membunuh anak Keyra?" Keyra murka, ia benar-benar takut jika anaknya nanti kenapa -napa. Apalagi melihat pelukan sang nenek cukup kuat.
"Adam gak apa-apa, kamu jangan khawatir ya." Abian sudah berada di dekat Keyra. Ia menyerahkan baby Adam padanya dan mencoba menenangkan karena Keyra sudah menangis.
"Nenek kenapa memukuli orang begitu? Mas Abian salah apa?" tanya Keyra lirih menatap neneknya.
"Apa dia mantan suami kamu? Nenek akan memukulinya karena sudah membuat cucu Nenek menangis," ucapnya menatap Abian penuh amarah. Keyra paham sekarang.
"Bukan, Nek. Ini Mas Abian, orang yang sudah menolong Keyra dan anaknya Keyra."
Sang nenek meminta maaf kemudian, Abian hanya bisa mengangguk sembari tersenyum. Sang nenek berbincang dengan Keyra mengenai baby Adam. Dan Abian hanya diam memperhatikan.
"Mantan suami ya..."
****
Maaf gak up banyak, tamu bulan lagi datang bawaannya males bangat. 🤦 mood juga bawaannya gak baik jadinya...
__ADS_1