
Di dalam kamar Keyra dan Leo begitu berantakan, barang -barang berserakan di lantai akibat amukan dari Keyra yang marah sehingga membuang semua perlengkapan make'up nya yang tertata rapih di meja rias. Sesaat Leo masuk kedalam kamar, matanya terbuka lebar mendapati kamarnya melebihi kapal pecah. Ia melihat Keyra sendang duduk diam di arah luar jendela.
"Keyra, apa-apaan ini? kenapa kamu menjadi gila seperti ini! "bentak Leo tak habis pikir.
Keyra hanya melirik sekilas dengan sinis.
Leo menghela sabar,"beraskan lagi kekacauan ini!"perintahnya dingin.
"Kenapa harus aku?"jawab Keyra ketus.
"Ini ulah mu, jadi kamu yang harus membersihkan nya sendiri? jangan libatkan orang lain! "tutur Leo berusaha sabar, namun dengan nada tegas tak ingin di bantah.
Keyra mengendus kesal menghentakkan kakinya, Leo acuh lalu ia mengambil dasi dan jas hitamnya. kemudian keluar dari kamar tanpa pamit berangkat kerja ke kantor pada Keyra.
Leo berjalan menghampiri Angga dan ibu Endang, yang sedang duduk di meja makan.
"Le, ayo sarapan dulu,"ajak ibu Endang.
"Nggak eyang, Leo langsung berangkat aja! "imbuh Leo berpamitan lalu mencium tangan wanita paruh baya itu dan kemudian papahnya.
Setelah usai, Leo beranjak. Hendak melangkah namun tiba-tiba eyang kembali membuka suara,"kamu, tidak pamitan sama mamah kamu? "
Leo menghentikan langkahnya memutar balik tubuhnya menghadap Eyang dan Angga yang hanya diam saja. Leo tersenyum," gak sempat Eyang, Leo buru -buru! "
Sera berada di dapur, kesempatan Leo untuk menghindarinya. Hatinya akan sesak jika melihat wajah Sera, wajah yang terus membuatnya selalu terbayang, apa lagi kala melihat senyumnya yang indah.
Sera baru saja datang dari arah dapur membawa teh anget 5 gelas. Leo sudah pergi meninggalkan rumah dan menjalankan mobil nya menuju kantor.
"Leo udah pergi kerja, teh nya kasih aja sama Imen. Sayang nanti gak di minum, "ujar ibu Endang.
" Oh, baiklah. "Sera memberikan segelas teh anget itu pada ibu Endang dan juga suaminya.
" Loh, Keyra mana? "lanjut Sera tak mendapati Keyra bergabung di meja makan.
" Entahlah, tapi sepertinya masih di dalam kamar! "jawab ibu Endang.
Sera mengangguk, lalu ia mengambil sepiring untuk suaminya." kamu makanlah duluan ya, aku mau nyamperin Keyra! "ujar Sera pada suaminya.
" Yaaaah, padahal aku makan mau di suapin loh sama kamu. "ucapnya manja pura-pura merajuk.
__ADS_1
" Kamu bukan anak kecil lagi, jangan manja deh. Makan sendiri, aku mau ke kamar Keyra! "
Angga mendesah kecewa, sarapan pagi tanpa adanya istri menjadi tidak semangat hidupnya. Ia pun menjadi uring-uringan, karena Sera sudah menghilang dari pandangannya menuju kamar menantunya itu.
" Ayo di makan Angga! atau.... mau ibu yang suapi? "ujar ibu Endang.
" Nggak deh, makasih. Angga bisa makan sendiri, Angga bukan anak manja! "sautnya lalu memakan sarapan nya dengan cepat.
" Dasar, belum ada bini aja ngeregek-rengek minta suapin sambil guling -guling. "ejek sang ibu pada anaknya.
" Kapan? ibu jangan fitnah ya. Fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan! "elak Angga.
Ibu Endang berdecih, kalau saja mempunyai rekaman cctv mungkin sudah ia putar memomen itu. Angga tersenyum, mana mungkin ia mau mengakui hal memalukan seperti itu, untung saja istrinya tidak mendengar, karena kalau tidak? Hancur sudah imets nya kala itu.
Semetara itu, Sera mengetuk pintu kamar Keyra dan memanggil namanya mengajak untuk sarapan bersama. Namun tak ada jawaban dari dalam membuat Sera menjadi khawatir.
"Key, aku masuk ya? "Sera membuka pintu kamar itu, sesaat ia masuk Sera terperanjat dengan apa yang ia lihat." ini kenapa berantakan banget? apa yang terjadi. "gummanya melihat isi kamar Keyra berantakan.
" Key... "Sera melihat sahabatnya duduk di kursi lalu ia menghampiri.
" Key, ini kenapa? kok berantakan banget. Kamu gak apa-apa 'kan? "
Sera terhentak, sebenarnya ada apa dengan sahabatnya ini. Kenapa sikapnya begitu dingin padanya?
" Key, sebenarnya ada apa? cerita sama aku! "ujar Sera membujuk agar Keyra dapat bercerita padanya. Sera hendak menyentuh tangan Keyra namun langsung di tepis kasar olehnya.
" Jangan sentuh aku dengan tangan kotor kamu itu, aku tidak sudi di sentuh oleh wanita murahan kayak kamu! "
Deg!
Sera merasa tertusuk hatinya mendengar ucapan Keyra, ia tidak mengerti sama sekali kenapa sahabatnya itu berubah kasar padanya.
" Key, maksud kamu apa? kalau ada masalah coba di bicarakan baik-baik. Gak asal tuduh bisa kan? "ucap Sera mencoba tidak terpancing emosi, mungkin karena terpengaruh bawaan orok, pikir Sera mencoba berpikir negatif.
" Ck, munafik! "jawabnya sinis.
" Key, maksud apa sih? aku nggak ngerti! "Sera benar-benar bingung dengan sikap Keyra.
" Jangan sok suci, jelas-jelas kamu sudah punya suami. lalu kenapa masih merayu suamiku? dasar murahan. "
__ADS_1
Sera benar-benar tersinggung dengan ucapan Keyra, ia pun langsung memaparkan mukanya tapi tidak keras mengingat ada janin di dalam perut sahabatnya itu. Sera masih bisa mengontrol dirinya dari amarah.
" Siapa yang merayu suami kamu? aku tidak merayu nya Keyra, kamu salah paham. Tapi aku gak suka dengan nada bicara kamu yang asal tuduh! "
Keyra membuang mukanya berdecih sinis," keluar lah... aku benar-benar benci sama kamu! kalau perlu keluar cepat -cepat dari rumah ini. "
Sera tak percaya dengan sahabatnya sekarang, selama ini ia sudah menganggap Keyra itu adalah saudaranya sendiri. Tapi ia tidak menyangka dengan sikap aslinya seperti ini.
" Tanpa kamu usir, aku juga akan segera pindah dari rumah ini. Dan asal kamu tau, aku sama sekali tidak merayu Leo, karena aku sudah bersyukur mendapatkan cinta dan kasih sayang dari suamiku!"ucap Sera, entah menyindir atau hanya memberitahu. Namun Keyra merasa tersindir dengan ucapannya.
Sera beranjak pergi, pada saat hendak membuka pintu ia menghentikan langkahnya. "jaga diri kamu, jangan sampai anak dalam kandungan mu itu kenapa-napa kalau masih mau bertahan di dalam rumah ini!"
Setelah mengucapkan kata-kata itu, Sera keluar dari kamar dan membanting pintu dengan keras. Keyra terhayak, keningnya mengerut mencerna kata-kata dari Sera. "apa maksudnya?"
Sera mengusap wajahnya, ia benar-benar tidak menyangka jika sahabatnya busa mengatakan hal sekeji itu pada dirinya. Sera masih tidak mengerti dengan sikap sahabatnya itu, dalam sekejap sera dapat merasakan aura kebencian dari Keyra pada dirinya seolah menyimpan dendam begitu lama, sebenarnya apa ya apa yang terjadi? Sera larut dalam lamunannya hingga tanpa sadar bawah sang suami sudah ada di belakangnya dan memeluknya.
"Lagi ngelamunin apa, hem? tidak baik pagi-pagi sudah melamun. "tanya Angga lembut.
" Astagfirullah, mas. Kamu bikin aku kaget aja tau gak! "
Angga terkekeh, ia semakin mempererat pulukanya ." kamu banyak melamun sampai suami datang tidak tau, lagi mikirin apa? "
" N-nggak ada kok, cuma gak sabar aja pengen cepat -cepat pindah. "bohong Sera.
" Sabar ya, besok pasti kita pindah."jawab Angga mengecup kepala Sera.
"Iya mas, tapi nanti malam jadi kan nginep di rumah papah dan mamah? "
" Jadi dong, mana mungkin aku mengecewakan istriku. Yaudah aku berangkat kerja dulu ya, nanti sore kita berangkat ke rumah papah. "
" Iya mas, hati-hati di jalan ya"
"Iya sayang, love you my wife. "
" Love you to my husband. "
Angga masuk kedalam mobil, dan Sera melambaikan tangannya sembari tersenyum hingga mobil menjauh dari pandangannya.
Dan ternyata dari luar jendela, Keyra melihat.
__ADS_1
" Ck, dasar murah! "