Pengantin Yang Tertukar

Pengantin Yang Tertukar
Episode 114


__ADS_3

Karena penasaran seseorang datang ke ruangan rawatnya. Keyra buru-buru menyudahi kegiatannya di kamar mandi. Ia membuka pintu dan mendapati sosok laki-laki sedang menimang anaknya. Keyra tersenyum melihatnya.


"Mas Abian, kamu baru pulang langsung ke sini?" tanya Keyra ketika melihat tas ransel tergeletak di shopa.


"Hem, aku langsung ke sini. Aku khawatir sama kalian berdua," jawab Abian jujur, karena selama di restorannya ia selalu memikirkan Keyra dan Adam.


"Kami tidak apa-apa, kamu tidak perlu sampai seperti ini. Kenapa kamu langsung ke sini. Aku takut keluargamu justru khawatir padamu." Keyra merasa tidak enak pada keluarga Abian.


"Tidak akan, aku bukan seorang gadis yang perlu di khawatirkan. Lagipula aku sudah memberitahu mereka jika aku berada di rumah sakit, kamu tenang saja," jawab Abian santai, namun tidak dengan Keyra yang masih was-was.


"Aku tidak ingin terus merepotkan mu, Mas. Aku takut jika keluarga mu marah dan terlebih lagi kekasihmu. Karena kamu terlalu sering menghabiskan waktu bersama kami, jangan merasa terbebani karena adanya kami. Aku berterima kasih padamu karena sudah membantu kami, tapi aku mohon, jangan terus datang karena aku gak mau menimbulkan fitnah."


Abian menatap Keyra sendu, apa wanita ini mengusirnya secara halus? Tapi ia senang saat membantunya, tidak pernah merasa terbebani karena dari hatinya ia suka. Abian meletakan Adam yang sudah terlelep dari gendongnya ke box bayi, lalu menghampiri Keyra yang duduk di brankar.


"Jangan khawatirkan itu, dan satu lagi. Aku tidak pernah merasa di repotkan apalagi terbebani. Karena aku suka," ucap Abian membuat Keyra tersentak, ia menatap kedua tatapan mata Abian penuh ketulusan.


"Maksudnya apa?" Keyra tidak mengerti maksud dari kata suka itu.


"Key ... jujur, awalnya mungkin aku niatnya hanya menolong mu. Tapi makin ke sini makin tau banyak aku tentangmu. Dan itu membuat hatiku bergerak, kau adalah wanita hebat yang pernah aku temui, kau adalah wanita tangguh yang pernah aku jumpai. Dan ... dan aku suka sama kamu, aku menyayangi Adam, dan juga kamu Keyra. Tolong izinkan aku menjadi ayah untuk Adam!"


Mulut Keyra menganga, ia tidak menyangka jika Abian mengungkapkan isi hatinya pada dirinya secepat ini. Apa yang harus ia lakukan, di satu sisi Abian menang orang yang baik, namun di sisi lain ia tidak pantas untuknya, terlebih lagi hatinya masih terikat dengan Leo yang masih melekat. Keyra tidak ingin memanfaatkan kebaikan orang hanya karena dirinya butuh. Ia tidak ingin lagi melakukan kesalahan yang kedua kalinya.


"Maaf, Mas. Aku barus saja lahiran. Dan aku belum lama bercerai dengan Leo. Maaf karena aku hanya ingin fokus merawat anakku, aku benar-benar berterima kasih karena kamu sangat baik padaku, tapi benar-benar tidak bisa. Dan aku yakin kamu pasti akan mendapatkan wanita yang jauh lebih baik dari pada aku." Keyra menolaknya secara halus. Karena nyatanya dirinya memang tidak memiliki rasa apa-apa pada Abian. Hanya tersentuh karena kebaikan hatinya saja.


"Tapi kamu lah yang jauh lebih baik, Keyra. Aku hanya menginginkan kalian." Abian menggenggam tangan Keyra.

__ADS_1


Keyra menggeleng, ia tersenyum kecut." Aku tidak sebaik seperti yang kamu pikirkan Mas. Kamu hanya melihatku yang sekarang, karena kamu tidak tau apa-apa tentangku di masa lalu."


"Aku tidak peduli. Mau seperti apa masa lalu kamu atau sekarang. Aku tidak peduli! Aku akan tetep menunggumu sampai kamu benar-benar bisa membuka hatimu untukku, tapi aku mohon jangan pernah menyuruhku untuk menjauhi mu karena aku tidak akan pernah menyerah untuk mendapatkan hati kamu. Aku akan menunggu sampai kapanpun."


Keyra menatap serius Abian yang sangat serius dengan ucapannya. Kenapa lelaki di hadapannya ini benar-benar bodoh. Apa bagusnya dirinya yang hanya seorang janda beranak satu. Ia tidak mengerti, dan tidak ingin mengambil keputusan terlalu cepat sekarang. Karena dalam hatinya masih membekas hanya pada satu nama, terlebih lagi ia hanya ingin fokus pada anaknya dulu.


"Jangan lakukan itu Mas ..."


"Aku akan tetep melakukannya sampai kamu benar-benar membuka hati kamu untukku, jangan coba -coba menyuruh aku untuk berhenti, karena sampai kapanpun aku tidak akan berhenti hingga Allah mengambil nyawaku. Aku akan menunggumu, dan akan terus di sisi kalian, melindungi dan menjaga kalian."


Abian menyentuh wajah Keyra, ia benar-benar tulus dengan ucapannya. Hatinya benar-benar jatuh cinta pada Keyra, ia baru menyadari ketika hari ini di mana ia tak bersamanya. Ia baru menyadari jika hatinya sudah terikat pada ibu dan anak ini.


"Tapi ... "


Keyra melihat kantong plastik di atas meja, Keyra menghela nafasnya pasrah lalu mengangguk. Abian tersenyum senang ia bangkit lalu beranjak ke kamar mandi dan Keyra menyiapkan makanan yang sudah di beli oleh Abian.


Sesaat keduanya sedang menikmati makan malam bersama. Tiba-tiba pintu di buka menampilkan sosok laki-laki dengan nafas ngos-ngosan seraya menentang beberapa barang bawaan di tangannya seperti buah-buahan salah satunya yang nampak terlihat dari plastik bening. Keyra tersedak tak percaya dengan kedatangan orang itu.


"L-Leo, kamu datang?" tanya Keyra tak percaya, karena ini bukan hari libur.


"Kenapa? Apa kedatanganku sudah mengganggu makan malam romantis kalian berdua?" jawab Leo ketus menatap sinis Abian. Dengan tangan mengepal kuat pada plastik yang ia bawa di tangannya.


"Masuk, Le. Kok kamu datang? Bukanya ini masih hari kerjamu, apa kau sengaja meliburkan diri?" tanya Abian ramah.


Leo mendengus, ia menghempaskan barang bawaannya ke shopa lalu berjalan menghampiri box bayi menatap Adam yang sedang tidur. Hatinya kesal saat ini.

__ADS_1


"Ck, sudah susah payah aku meminta cuti. Bahkan datang ke sini terburu-buru hanya karena khawatir dengannya. Bahkan menyempatkan diri membelikannya makanan serta buah-buahan. Tapi apa yang aku khawatirkan sekarang, dia malah bemesraan dengan laki-laki lain. Menyebalkan," batin Leo benar-benar kesal, hatinya mendidih sekarang.


Setelah menerima menelpon Keyra, Leo menjadi sangat khawatir. Ia kasihan pada Keyra karena tak ada yang membantu dan menjaganya. Ternyata Abian tidak dapat di andalkan. Sampai -sampai Leo tak dapat berpikir jernih karena terus memikirkan Keyra dan Adam.


Sebab itulah ia buru-buru mendatangi direktur perusahaan untuk meminta cuti selama seminggu dan setelah mendapat izin. Leo langsung terbang ke Surabaya. Setelah dalam perjalan menuju rumah sakit Leo ingat jika ibu menyusui cepat lapar sehingga ia meminta supir taksi berhenti di rumah makan dan membeli makanan cukup banyak tak lupa buah-buahan nya hanya untuk Keyra. Tetapi, siapa sangka apa yang ia dapatkan sekarang, seolah semuanya sia-sia dan membuat malu diri sendiri. Menyaksikan Abian tengah menyuapi Keyra dan itu entah kenapa membuat hatinya kesal.


Keyra menghampiri Leo, ia tidak tahu jika Leo datang malam ini. Benar apa yang di katakan Abian, seharusnya hari ini adalah hari kerjaannya, dan libur hanya akhir pekan. Tetapi Keyra melihat tas ransel di punggung Leo. Apa lelaki ini sengaja meliburkan diri hanya untuk datang ke sini.


"Leo, apa kamu gak kerja?" tanya Keyra.


"Kenapa kamu tidak bilang jika dia ada di sini. Aku tidak perlu repot-repot untuk meminta cuti dan datang ke sini karena khawatir kalian tidak ada yang menjaga," sinis Leo. Hatinya masih kesal sekarang.


"Kamu khawatir?" ulang Keyra seakan tak percaya. Apa benar lelaki ini mengkhawatirkan dirinya.


"Jangan salah paham, aku khawatir pada Adam. Aku tidak suka dia menangis terus. Jika kau memiliki hubungan dengannya jangan libatkan Adam apalagi sampai mengabaikannya." Lagi-lagi Leo berucap sinis.


"Hey, ada denganmu? Bukankah kau sudah menyerahkan Keyra dan Adam padaku. Lalu untuk apa kau marah sekarang? Jangan bilang kau cemburu!"


Keyra membulatkan matanya menatap Abian dan Leo bergantian. Apa maksud kedua laki-laki ini. Keyra tak mengerti.


"Aku ..." Leo menghentikan ucapannya, ia menatap Keyra sekarang.


"Aku akan membawa Keyra pulang ke Jakarta setelah dia di perbolehkan pulang."


"Apa!"

__ADS_1


__ADS_2