
Setelah pulang dari sekolah, Sherly dan Sera mampir ke rumah Leo dan Keyra lebih dulu sebelum pulang ke rumah.
"Assalamu'alaikum."
"Waalaikumsalam, eh Mamah dan Lily. Ayo masuk," ajak Keyra menyambutnya mereka dengan lapang dada.
"Wah perut kak Keyra kok masih besar ya? Apa kakak makannya kebanyakan? Terus gak pup," tanya Lily merasa heran, setiap kali bertemu merasa ada yang aneh dengan perut kakak iparnya itu. Makin hari semakin besar.
Keyra dan Sera melongo dengan pertanyaan Sherly, kemudian keduanya saling pandang dan tertawa.
"Ck, kenapa makin hari kau semakin bodoh Aunty? Mana ada orang banyak makan sampai perutnya besar begitu," sahut Adam datar tanpa menoleh karena sibuk main game di hp nya.
"Ada, buktinya papah ku setiap hari makan perutnya besar. Hampir sama kayak kakak malah," jawab Sherly mengingat perut papahnya yang besar.
"Kakak Keyra hamil sayang," sahut Sera.
Keyra sat ini sedang hamil anak keduanya. Usia kandungan nya sudah jalan 8 bulan.
"Hamil? Hamil itu apa?" tanya Sherly polos yang tak mengerti.
Keyra tersenyum menatap nya." Di dalam perut kakak ada adiknya, Aunty. Gak lama lagi Aunty akan mendapatkan keponakan lagi," jelas Keyra.
"Maksud kakak, adiknya Adam?" tanya Sherlly dan di angguki oleh Keyra.
"Oh gitu, berarti Lily juga akan dapet adik juga dong?" ucap Lily girang penuh bahagia.
"Iya Lily sayang, kamu seneng?" tanya Keyra dan Sherly mengangguk.
"Hore, Lily juga mau punya adik dong," ucap Sherly pamer pada Adam.
"Aku yang punya adik kenapa kamu yang seneng?" jawab Adam.
"Aku juga mau punya adik tau, bukan kamu aja," balas Sherly ngegas. Adam, Sera dan Keyra menatapnya heran.
"Mau punya adik gimana? Kan omah lagi gak hamil," sahut Adam melihat perut Sera yang datar.
"Iya sayang, Mamah gak hamil loh," kata Sera.
"Mamah memang gak hamil, tapi papah yang hamil. Kan perutnya besar kayak kakak," jawab Sherly penuh harapan.
"Hah ...." Keyra menganga dengan ucapan Sherly, sedangkan Sera menggaruk-garuk kepalanya tak gatal, dan Adam tertawa terbahak sambil memegangi perutnya.
__ADS_1
"Kode tuh." Senggol Keyra dengan sikunya. Sera hanya diam berpikir.
"Dasar Aunty bodoh, bodoh kok di pelihara," ejek Adam, ia selalu saja mengatai tantenya itu bodoh karena kepolosannya.
"Ck, kau yang bodoh. Kenapa harus mengajak ku?" sinis Sherly kesal dengan keponakannya itu.
"Dan jangan panggil aku Aunty? Aku masih kecil untuk menjadi tante kamu. Namaku Lily!" gerutu Sherly menambahkan dengan wajah cemberut karena sangat tidak suka dengan dirinya di panggil tante di usia yang masih muda.
"Tapi kamu memang tanteku? Adiknya papah ku," jawab Adam santai.
"Tapi umur kita sama Adam, panggil nama aja napa sih? Malu tau gak," geram Sherly.
"Sorry, aku gak mau menjadi kualat dan Allah marah sama aku karena tidak sopan memanggil yang lebih tua dengan nama," jawab Adam kembali dengan santai membuat Sherly semakin geram di buatnya.
"Is, kamu yang lebih tua bodoh!" bentak Sherly kesal.
"Terserah," jawab Adam acuh, Sherly menghentak kakinya kesal lalu berlari menghampiri mamanya.
"Mamah, Adam tuh menyebalkan?" adu Sherly pada Sera.
"Kenapa lagi sih? Setiap bertemu selalu saja berantem, heran Mamah," heran Sera pada anak dan cucu nya.
"Adam yang duluan," bela Sherly pada dirinya sendiri.
"Hadew, gak anak gak bapak. Kalian benar-bentar sama mewarisi sikap papah kalian. Berantem terus kalau ketemu," sela Keyra menyahuti, kelakuan.Sherly dan Adam mengingatkan dirinya pada Angga dan Leo. Ayah anak itu masih seperti dulu, dan mewarisi sikap mereka pada anak-anaknya.
Sera pun terkekeh membenarkan ucapan sahabat sekaligus menantunya itu.
******
Sore harinya, Angga sudah kembali pulang dari rumah sakit. Sekarang ayah dan anak itu sedang duduk santai di ruang keluarga. Angga menonton tv sambil duduk santai, Sherly belajar di meja. Sedangkan Sera sedang menyiapkan makan malam mereka.
Sherly selalu memperihatinkan perut papahnya, Angga yang menyadari tatapan sang anak membuatnya heran.
"Kenapa sayang, kok liatin perut Papah terus?" tanya Angga. Sherly bangkit dari duduknya lalu menghampiri Angga dan menyentuh perut itu.
"Papah hamil kan? Lily gak sabar deh adik lahir," ucap Sherly polos membuat Angga terjolak kaget.
"Wahay anakku tersayang, ini bukan hamil lah," jawab Angga.
"Bukan? Tapi kok besar seperti kakak?" tanya Sherly.
__ADS_1
"Laki-laki tidak ada yang hamil sayang, yang hamil itu hanya perempuan, termasuk kamu," jelas Angga.
"Kalau bukan hamil kenapa perut Papah besar? Lemak kah?" tanya Sherly.
"Eee, ini bukan lemak lah, tapi hanya buncit," jawab Angga mengelus perutnya.
Lelaki itu tak pernah lagi mengurus dirinya. Bahkan ia sekarang sedikit berisi badannya sehingga menimbulkan perut buncit akibat lemak dan menghilangkan perutnya yang kotak-kota dulu. Semenjak Sherly lahir, Angga tak pernah lagi olahraga, ia di sibukkan dengan bekerja serta meluangkan waktu bermain dengan anaknya setelah lepas pulang kerja, kemudian bermanja-manja dengan istrinya.
"Makan nya sudah siap," teriak Sera dari meja makan.
Angga dan Sherly langsung menghampiri.
"Is Papah nie, cuci tangan dulu lah," kata Sherly mengingatkan.
"Tauk nie Papah, jorok banget sih?" timpal Sera.
"Iya-iya, laki-laki mah memang selalu salah," celetuk Angga berjalan ke wastafel untuk mencuci tangan. Sera dan Sherly terkekeh.
"Mamah kok gak hamil kayak kakak? Kan Lily mau adik juga?" tanya Sherly, dan Sera spontan langsung tersedak dengan pertanyaan anaknya.
Dengan sigap Angga memberikan minum pada istrinya.
"Memangnya Lily sudah siap punya adik?" tanya Angga.
"Hem, pengen banget punya adik yang lucu dan imut," jawab Sherly semangat.
"Sabar ya, Papah akan berusaha lebih keras lagi agar mamah kamu hamil. Nanti Papah bikin adik kamu 1 atau 2 biar gak sepi rumah," kata Angga penuh energik jika membuatnya.
"Benarkah, tapi Lily boleh ikut gak buat adik?"
Sera dan Angga tersedak barengan. Keduanya saling pandang dengan wajah kebingungan.
"Is Papah nie, jawab lah. Lily boleh ikutkan? Nanti bikin adik nya pake apa?"
Sera memijit pelipisnya, anaknya itu memang polos dan banyak ingin tahunya.
"Papah." Sherly kesal karena Angga tak menjawab.
"Iya-iya, nanti kita buat adik," jawab Angga.
"Mas ...." Sera melotot.
__ADS_1
"Benarkah, buatnya pake apa Pah?" tanya Sherly semangat.
"Pake tepung, campur telur, susu, coklat dan keju, emmmm ... mantap," jawab Angga.