Pengantin Yang Tertukar

Pengantin Yang Tertukar
Season 2, menikah


__ADS_3

"Aku ingin dia menikah dengan ku hari ini juga" ujar Takasi mengulangi ucapannya. Padahal ia sangat benci untuk mengulang.


" Kau sudah gila!" bentak Sizuka kesal menatapnya penuh kebencian.


"Bagaimana?" Takasi bertanya pada Yamato dan Sanade.


"Silahkan, silahkan nikahi dia. Tapi Tuan janji tidak akan menjebloskan kami ke dalam penjara," ucap Sanade bersemangat.


"Ibu!" teriak ayah dan anak itu bersama. Keduanya tak percaya jika Sanade langsung menyetujui permintaan Takesi.


"Ibu; Apa yang kamu katakan? Kenapa kamu menyetujui permintaan tuan Takesi," ujar Yamato marah pada istrinya.


"Lalu dengan cara apa kita visa membayar hutang kita? Apa kamu mau kita masuk penjara, dan membiarkan ketiga anak-anak kita mati kelaparan dan menghancurkan masa depan mereka?" tanya Sanade sambil menangis.


"Jika dengan cara menikah kan Sizuka dengan tuan Takesi bisa melunasi hutang-hutang kita kenapa nggak? Toh sudah sepatutnya Sizuka balas budi ke kita yang sudah merawatnya dari dari bayi sampai sebesar ini!" lanjut Sanade.


Sizuka meneteskan air matanya. Apa seorang anak haru membalas budi atas jasa orang tua yang membesarkan anaknya sendiri?


Ia tidak mau menikah dengan Takesi, lelaki yang gila, memaksa dan tidak ia cintai.


"Tapi Sizuka gak mau menikah dengan tuan Takasi Bu? Kita tidak bisa memaksakannya," ucap Yamato.


"Lalu siap yang akan menikah dengan tuan Takesi? Gak mungkin Sarada kan? Dia masih sekolah, dan masa depannya masih panjang," jawab Sanade tak mau kalah.


"Lagian siapa juga yang mau menikah sama anakmu yang lain, rang maunya sama Sizuka aja kok. Gue gibas juga lo," batin Takesi. Enak aja mau main ganti calon wanitanya. Untung masih sabar, sebab di depan calon istri. Coba kalau nggak! Tau deh apa yang terjadi.

__ADS_1


"Dan lagi pula, dia bukan anak kita ini," sambung Sanade enteng. Kesempatan untuk bebas dari hutang. Kenapa tidak menyia-nyiakan kesempatan yang tidak mungkin datang untuk yang dua kalinya.


Plaaaaak ....


Yamato kesal, ia menampar istrinya karena telah membuka rahasia yang sudah mereka simpan dalam-dalam selama 23 tahun. Padahal sudah sepakat untuk tidak mengungkit masalah ini sampai kapanpun karena tidak mau membuat Sizuka terluka. Tetapi sudah terlambat, gadis itu terlihat syok dengan air mata mengalir di pipinya.


"Apa? Apa yag Ibu katakan?" tanya Sizuka dengan suara gemetar.


Hati Takeshi terasa perih melihat wanita yang ingin ia nikahi menangis. Lebih baik melihatnya mengamuk, marah-marah dari pada meneteskan air mata seperti itu. Sakit rasanya ....


"Benar, apa yang saya katakan itu benar! Kamu bukan anak kandung kami. Kami menemukan mu pinggir jalanan waktu kamu masih bayi. Suami saya ngotot untuk mengadopsi kamu, dan saya pun mau tak mau harus menuruti apa yang suami saya katakan. Kami membesarkan mu penuh cinta. Tidak membedakan dengan anak-anak kandung kami, ya itu adik-adik kamu." Sanade mengambil nafasnya sejenak.


"Sekarang kami sudah besar. Tuan Takesi menginginkan kamu menjadi istri nya. Dan sekarang sudah waktunya kamu membalas budi kami. Menikahlah denganya supaya hutan kami lunas. Kami berhutang juga untuk keperluan kamu sekolah, kuliah, makan minum dan lain-lain. Tolong patuhlah," ujar Sanade berharap.


Sizuka hanya diam sambil menangis. Melihat tak ada jawaban dari Sizuka. Sanade berlutut di hadapan Sizuka lalu meraih kedua tangannya.


Sherly yang hanya bisa menangis di pelukan suaminya melihat drama keluarga ini. Tak menyangka juga jika di hari ini keberadaan terungkap. Sedih melihatnya, ia tidak bisa membayangkan jika ia bukan anak kandung kedua orangtuanya. Jangan sampai itu terjadi, rasanya tak sanggup.


"Iya, iya Sizuka mau menikah dengan tuan Takesi. Tapi Sizuka mohon Ibu bangunlah, tolong jangan seperti ini," ucap Sizuka menyetujui permintaan ibunya dan Takesi. Tak ada pilihan lain, walau bukan anak kandung namun ia sangat berterima kasih karena sudah di besar kan dengan kasih sayang. Mungkin saatnya ia membalas jasa kedua orangtuanya yang tak akan pernah ada gantinya.


"Benarkah? Kamu serius Sizuka?" tanya Sanade merasa senang. Sizuka mengangguk lalu memeluk ibunya. Ia menangis di sana.


Yamato menyeka air matanya, tidak bisa berkomentar apa-apa lagi. Mau melarang pun percuma.


"Tuan, Sizuka sudah setuju dengan syarat yang Tuan berikan. Tolong jaga Sizuka, tolong jangan sakiti dia. Saya sangat menyayangi nya sama seperti saya menyangi anak kandung saya sendiri. Tolong berikan dia kebagian, dia sudah sangat menderita selama ini," pinta Yamato memohon sambil berlutut.

__ADS_1


"Hutang belum lunas tidak apa, tolong berikan saya waktu untuk mencicilnya. Asal Tuan membahagiakan anak saya itu sudah cupuk bagi saya, tolong Tuan. Saya mohon," lanjutnya memohon.


"Ayah ...." Sizuka langsung memeluk ayahnya, ia sangat terharu atas apa yang di lakukan oleh lelaki tua yang sudah merawat dirinya itu. Tidak menyangka rasa sayangnya begitu besar hingga rela memohon seperti ini.


"Tentu saja, saya akan pastikan Sizuka akan menjadi wanita paling bahagia di dunia ini," jawab Takasi sangat yakin.


"Terima kasih, Tuan. Terima kasih, semoga anda selalu di berkati," ucapnya senang. Yamato kembali memeluk Sizuka.


*****


Beberapa saat kemudian, Sizuka sudah di dandani sangat cantik dengan gaun pengantin yang ia pakai berwarna putih itu sedang berjalan merangkul lengan sang ayah menuju altar. Di sana sudah ada Takesi yang berdiri menunggu sambil tersenyum menatapnya. Pandangan matanya tak lepas dari wajah cantik si calon istri.


Pendetanya juga sudah hadir, siap untuk menikahkan kedua mempelai.


Sherly dan Alex juga hadir di sana. Keduanya masih berpakaian sama seperti sebelumnya. Gak niat, gak tau kalau mau datang ke acara pernikahan. Untungnya yang hadir cuma keluarga Sizuka dan anak buah Takesi saja. Jadi gak terlalu malu banget lah dengan pakaian santai di acara pernikahan seperti ini.


Takesi mengulurkan tangannya saat Yamato dan Sizuka sudah berada di hadapannya. Sizuka menarik nafasnya panjang, lalu menoleh ayahnya yang mengangguk sembari tersenyum lembut. Tangan Sizuka pun ia angkat lalu meraih tangan Takesi. Lalu keduanya berhadapan di depan pendeta.


Disini kedua mempelai akan dipersilakan oleh Pendeta untuk berdiri kemudian berjabatan atau berpegangan tangan, setelah dilakukan beberapa liturgi atau tata cara kebaktian.


Setelah janji pernikahan diucapkan, kedua mempelai akan saling memasangkan cincin nikah, kemudian diteguhkan dan diberkati pleh pendeta dihadapan para saksi.


Tepuk tangan meriah, begitu juga dengan Sherly dan Alex. Mereka berdua ikut bahagia untuk Takesi.


"Semoga mereka bisa saling mencintai sama seperti kita yang sayang. Berharap mereka akan hidup bahagia, langgeng sampai maut memisahkan sama seperti harapan kita," ucap Alex turut bahagia sambil merangkul istrinya yang mewek haru melihat pengantin baru yang berciuman itu.

__ADS_1


Walau sang mempelai wanitanya sangat terpaksa. Namun Alex dan Sherly sangat yakin jika keduanya bisa saling mencintai sama seperti mereka.


Selamat Takesi dan Sizuka ....


__ADS_2