Pengantin Yang Tertukar

Pengantin Yang Tertukar
Season 2, hukum Sasuke


__ADS_3

Setelah pergi dari hotel meninggalkan istrinya yang memang meminta dirinya untuk pergi dari hotel tersebut karena ingin menenangkan diri. Takesi yang tak ingin egois, ia pun menyetujui permintaan istrinya tersebut. Dengan senyum terus mengembang, ia berjalan dengan langkah gagah karena istrinya sedang lagi halang, bukan berarti tidak mau melayani dirinya.


Tentu saja membuat hatinya merasa senang. Berati masih ada harapan bukan?


Takesi pergi ke markas di mana tempat berkumpulnya para bawahan dan Sasuke tinggal. Dengan perasaan hati masih berbunga-bunga, Takesi masuk ke villa sambil bersiul riang. Sasuke yang sedang menelepon pacar sangat terkejut dengan kedatangan tuanya di markas yang seharusnya sedang menikmati malam pertama sebagai seorang suami di kamar hotel bersama istri. Tapi mengapa sekarang justru ada di markas, heran Sasuke. Lelaki itu langsung menghampiri.


"Tuan!" panggilnya.


Takesi menoleh ke arahnya lalu tersenyum. Sasuke melompat sangat terkaget-kaget melihat senyuman dari tuanya.


"K--kau tersenyum!" ujarnya kaget dengan mulut menganga tak percaya.


Takesi menatapnya heran." Ada apa dengan nya? Emang nya ada yang salah?" pikir Takesi kebingungan.


N-Naruto! Cepat, ambilkan air!" teriak Sasuke kencang.


Dalam sekejap Naruto berlari seraya menenteng gayung di tangannya yang sudah berisi dengan air.


Takesi yang melihatnya merasakan jejavu. Dan benar saja, ia seharusnya sudah menduga untuk apa air tersebut.


"Katakan kau siapa? Dimana Tuan Takesi?" tanya Sasuke yang sudah menyemburkan air ke wajah Takesi melalui mulutnya. Sama persis seperti apa yang di lakukan oleh Sherly.


"Sasuke! Apa yang kau lakukan padaku? Apa kau ingin mati, hah!" bentak Takesi marah.


Dan ... byuuuuuuuur.

__ADS_1


Sasuke kembali menyiram wajahnya.


"Benar apa yang di katakan oleh nona Sherly, jika tuan kerasukan puluhan jin," ucapnya mengingat ucapan Sherly saat sebelum pernikahan tuanya tersebut.


"Sasuke!" Teriak Takesi lagi dengan tatapan membunuh.


Byuuuuuuuur ... byuuuuuuuur ... byuuuuuuuur.


"Cepat, duduk kan dia di kursi lalu ikat dia," perintah Sasuke pada anak buahnya.


"Sasuke, apa yang kau lakukan padaku, hah?" tanya Takesi berteriak sambil berontak.


"Katakan siapa kau? Dan di mana tuan Takesi?" tanya Sasuke serius.


Byuuuuuuuur .... sampai 10x


"Mudah-mudahan, dengan begini tuan kembali lagi seperti bisanya," ucapnya seraya tanpa dosa.


"Hey, apa yang kau lakukan?" tanya Naruto sambil berbisik. Bulu kuduknya merinding saat melihat tuanya yang sudah mengaktifkan mode membunuh.


"Menyadarkan tuan kita lagi lah, ngapain lagi?" jawab Sasuke enteng.


"Memangnya tuan kenapa?" tanya Naruto.


"Dia itu kesurupan. Masa tuan datang-datang dengan wajah ceria? Bahkan saat aku panggil dia tersenyum melihat arah ku, mana senyumnya itu benar-benar mengelilakan, makanya aku yakin jika dia bukan tuan kita. Pasti kesurupan, sebab itulah aku mengikuti ajaran nona Sherly supaya tuan kita kembali sadar," jelas Sasuke.

__ADS_1


Takesi benar-benar sangat marah. Bahkan tali yang mengikat tubuhnya tiba-tiba langkah putus dari kekuatan tubuhnya yang kekar.


Naruto kembali merasakan aura mistis yang sangat menggeraikan hingga bulu kuduknya kembali merinding. Dan benar saja, sesaat ia menoleh arah Takesi. Ternyata lelaki itu sudah menatap Sasuke sangat horor seperti siap menerkam. Naruto menelan ludahnya ketakutan dengan tubuh yang gemetar.


"T-tuan, sepertinya tuan kita sudah kembali ke tubuhnya sendiri deh. Kalau begitu aku pamit dulu ya, kebelet pipis, good luck," ucap Naruto menyentuh pundak Sasuke yang masih belum mengetahui jika Takesi sudah berdiri di belakangnya.


Naruto berlari ngacir dengan langkah seribu untuk menyelamatkan dirinya. Sasuke yang melihatnya lalu tertawa.


"Tuh anak kenapa? Kayak abis liat setan aja," ujar Sasuke, lalu ia memutar balik tubuhnya.


"Eh, copot, eh copot," ucap Sasuke latah sambil melompat kaget melihat Takasi dengan tatapan horor nya.


"Eh, Tuan. Bikin kaget saja, saya kira tadi hantu," ucapnya Sasuke dengan gelak tawanya sambil mendorong sedikit bahu Takesi dengan tangan yang sedikit melambai.


"Kamaru!" panggil Takesi dengan suara lantang.


"Ya Tuan. Ada perintah apa?" tanya Kamaru, ia merasa heran dengan baju basah Takesi. Kamaru tidak tau apa-apa yang terjadi.


"Perintahkan orang-orang mu untuk mengosongkan air di kolam, supaya Sasuke dapat mengisinya kembali melalui mulutnya sampai penuh!" perintah Takasi tegas lalu melirik Sasuke sinis, kemudian pergi meninggalkan Sasuke yang membeku.


"Jangan lupa untuk mengawasi nya," ucap Takesi sebelum pergi. Itu adalah hukuman yang setimpal buat Sasuke yang gak ada akhlaknya.


*****


Maaf ya up sedikit dulu, Gigi kembali kumat. Up seadanya aja dulu sembari merasakan nyut-nyut sakit pada gigi. 😭 sembuh bawah, atas malah yang sakit 🤦

__ADS_1


__ADS_2