Pengantin Yang Tertukar

Pengantin Yang Tertukar
episode 74


__ADS_3

Leo tersenyum senyum kikuk mendengar lontaran yabg di todong kan oleh Nadira? tenggorokan nya terasa kering, untungnya ada air putih kemasan di botol tersedia di dalam mobil sehingga Leo bisa meminumnya untuk menyiram tenggorokannya yang tiba-tiba terasa kering itu.


"Hey, apa aku salah bicara? sepertinya kamu begitu tertekan dengan pertanyaan aku? "ujar Nadira memperhatikan Leo sedari tadi.


" B-bukan begitu... "Leo pun menjadi tidak enak, ia menghembuskan nafasnya kasar." tidak ada yang salah... iya aku sama Sera sudah menikah? "lanjutnya.


" Wah, bener kan tebakan aku! kalau begitu selamat ya, nanti aku boleh kan minta nomor telepon Sera? "


Leo mengangguk, ia tersenyum kecil kearah Nadira dan kembali melanjutkan perjalanannya.


" Oh iya, Sera udah hamil? "Nadira kembali bertanya.


Leo menghela, ia menggelengkan kepalanya.


" Oh, belum ya? "ucap Nadira pelan melihat Leo menggeleng.


" B-bukan begitu... hanya saja aku gak tau dia udah hamil apa belum! "jawab Leo.


Nadira menatap Leo, keningnya pun berkerut bingung.


" Emang nya Sera gak kasih tau apa-apa mengenai tamu bulanannya sama kamu? kan setiap bulan wanita pasti mengalami hal serupa, nah kalau dia sudah menikah dan telat satu atau dua minggu berarti udah hamil itu! "


Ah... Nadira salah paham rupanya. Leo menggaruk-garuk alisnya tak gatal bingung cara menjelaskan nya.


" Aki gak tau.... tapi istri aku udah hamil, namun Sera aku benaran gak tau! "ujar Leo.


Nadira tersentak, ia benar-benar tidak mengerti maksud perkataan Leo, ia pun memandangi wajah lelaki itu lekat meminta penjelasan lebih.

__ADS_1


" Aku sama Sera memang sudah menikah, tapi bukan suami istri... maksudnya kami sama-sama sudah menikah! "jelas Leo.


Nadira tetep tidak mengerti," Maksudnya apaan sih, Le? sumpah aku benar-benar gak ngerti! bisa tidak kalau ngomong itu gak pake berbelit-belit. Singkat namun jelas! "ucap Nadira menekan.


Lagi-lagi terdengar suara helaan dari mulut Leo.


" Sera sudah menikah, tapi bukan sama aku. Melainkan sama papah aku! "ujar Leo pelan, dan Nadira membelalakkan matanya tak percaya.


" Sedangkan aku... aku menikah dengan Keyra, sahabatnya Sera! "lanjutnya menjelaskan.


Terkejut... ya Nadira sungguh begitu terkejut mendengarnya. Bagaimana tidak? sahabatnya yang selalu bercerita tentang masa pacarannya mereka kepadanya. Dan tiba-tiba sekarang mendengar kabar bahwa gadis itu sudah menikah bersama papah dari pacarnya sendiri. Apa sebenarnya yang terjadi?


Nadira benar-benar bingung, ia ingin penjelasan lebih dalam lagi.


"Apa sebenarnya yang terjadi, Leo? padahal dulu Sera selalu menceritakan kisah cinta kalian sama aku! dan terlihat jelas betapa besarnya Sera mencintai kamu! "rasa tak percaya bagi Nadira, ia ingin tau semuanya apa lagi tentang sahabatnya Sera.


" Kamu mengenal Keyra? "tanya balik Leo.


" Kenal, namun tidak dekat. Aku tidak suka sama dia! dia itu ular berkepala dua, namun Sera begitu polos dan lugu sebab itulah ia selalu di manfaatkan oleh Keyra. "jelas Nadira dengan suara dingin mengingat nama Keyra.


Leo menoleh pada Nadira, tidak di sangka ternyata gadis di sampingnya ini tau kebusukan hati Keyra.


" Aku di jebak! "kata Leo.


" Hah, apa? kamu ngomong apa barusan? "tanya Nadira kembali, ia merasa kurang yakin dengan pendengaran nya.


" Aku di jebak sama Keyra, dan dia mengandung anakku. Sebab itulah aku menikahinya karena rasa tanggung jawabku sebagai seorang lelaki. "ujar Leo.

__ADS_1


Nadira menutup mulutnya tak percaya, ia sudah curiga awalnya saat bertemu dengan Keyra pada saat Sera mengenalkan pada dirinya. Tapi ia sungguh tidak percaya jika wanita itu menjadi senekat itu sampai -sampai tega menusuk sahabatnya yang sudah begitu percaya padanya. Ingin Nadira cabik-cabik wanita ular berkepala dua itu, hatinya benar-benar kesal di buatnya.


"Lalu bagaimana dengan Sera? kenapa dia bisa menikah sama papah kamu? bukanya papah kamu umurnya sudah.... "


"Sudah tua?" lanjut Leo, Nadira hanya mengambangkan senyumnya lebar. "aku tidak tai kisah mula mereka, aku saja masih penasaran kenapa mereka bisa saling kenal dan bisa saling jatuh cinta?" ucap Leo jujur.


Nadira menatap dalam Leo, ada perasaan iba saat melihat raut wajahnya menunjukan kesedihan. Nadira yakin kalau Leo masih mencintai Sera sampai sekarang. Namun ia tak mungkin bertanya.


"Eh, kita kamu kemana? "Nadira baru sadar jika jalan yang mereka tempuh sudah berada di depan rumah sakit.


" Mau bawa kamu berobat, 'kan? "jawab Leo.


" Nggak-nggak....lagian aku gak terluka kok, jalan terus aja. "ucap Nadira, ia menolak untuk di bawa ke rumah sakit. Toh nyatanya ia tidak terluka.


" Terus kamu mau kemana?"tanya Leo, yang sudah kembali menjalankan mobilnya.


"Lurus aja terus, nah nanti ada sebuah kantor, tolong turunin aku di sana aja! "jawan Nadira.


" Emangnya kamu mau ngapain di sana? "Leo kembali bertanya, walaupun pertanyaan nya begitu bodoh. Tentu saja orang ke kantor untuk bekerja, mana mungkin jalan-jalan.


" Aku kerja di sana, dan sekarang hari pertama aku masuk kerja di sana. "jawab Nadira.


" Oh ya? kalau begitu kita sama dong. Aku juga kerja di sana! "seru Leo bersemangat.


" Wah... dunia ini memang sempit banget ya, kalau kamu belum menikah mungkin kita berjodoh, hahahhaa.... canda! "ucap Nadira terkekeh, sambil mengangkat kedua jarinya hingga berbentuk V dan sambil menjulurkan ludahnya keluar.


Leo hanya menjawab dengan senyuman saja dan kembali fokus mengemudi. Nadira menatap luar jendela, pikirannya masih tertuju pada Sera. Ia harus bertemu dengan sahabat yang sudah lama menghilang itu. Sebelum mendapatkan penjelasan, bisa saja ia tak dapat tidur malam ini.

__ADS_1


__ADS_2