Pengantin Yang Tertukar

Pengantin Yang Tertukar
episode 69


__ADS_3

"Assalamualaikum," salam Sera dan Angga sesat sudah berada di depan rumah Bobby dan Dewi.


"Waalaikumsalam,"


Seperti biasa, keduanya mencium pucuk punggung tangan kedua orang tua Sera begitu juga dengan Angga.


"Ck, kenapa baru sampai?"sindir Bobby pada saat Angga mencium tangannya.


Angga memutar bola matanya kembali, antara malas dan bosan. Namun tetep harus menjawab, "jalan-jalan dulu."


"Ck kayak anak mudah aje lo, kayak gak pernah pacaran aja! "


Angga menyeringai lalu mendekatkan kepalanya dan berbisik," iri? bilang bos. "


" Ck..... tau aje lo, bener. "jawab Bobby pelan.


Angga pun tertawa, lalu masuk kedalam dan langsung duduk di shopa. Sedangkan Sera dan Dewi berada di dapur mereka menyiapkan minuman dan beberapa cemilan.


" Gimana? "tanya Bobby.


" Apanya? "Angga mengejutkan dahi tak mengerti.


" Gue kenal Sera lebih dari siapapun, gue yakin kalian pindah buru-buru pasti ada alasan, iya 'kan? "


Angga menghembuskan nafasnya, mengangguk benar. Bobby pun menghela sudah menduga.


" Jadi... ada masalah apa? apa ini ada hubungannya dengan Leo? "


" Kurang lebih, tapi aku tau anakku. Aku yakin dia tidak mungkin melakukan hal di luar batas. "jawab Angga percaya dengan anaknya.

__ADS_1


Bobby memandangi Angga dengan mararik alisnya sebelah keatas.


" Leo hanya menolong Sera, mungkin jika itu terjadi pada menantuku, aku pasti akan melalukan hal yang sama. Hanya saja, Sera merasa gak nyaman dengan itu?"cerita Angga lirih.


"Ya li harus mengerti, mereka pernah menjalani hubungan. Mungkin sebab itulah Sera merasa tidak nyaman, takut terjadi salah paham antara dia dan Leo!"


Angga mengangguk, "iya aku tau, makanya itu aku langsung mengajaknya, biarpun rumah kami masih belum selesai tapi masih bisa kik di tempati!"


Bobby pun manggut-manggut menyetujui.


"Lagi ngomongin apa sih? serius banget. "sela Dewi baru datang seraya menentang napan berisi minuman teh anget dan Sera mengekor di belakang tak lupa dengan barang bawaannya di tangan.


" Ada deh, mau tau aja. "canda Bobby pada istrinya. Dewi pun mengendus sebel.


" Yaudah yuk sayang, kita ke kamar aja. Jangan hiraukan para lelaki ini! "ajak Dewi menarik tangan anaknya.


" Eh, bini gue mau di bawa kemana? "Angga menatap kepergian istrinya, rasa tak rela berjauhan.


" Amin. "jawab Angga mengaminkan berharap ucapan adalah doa.


" Jadi... "selidik Bobby.


" Doain aja, semoga malaikat kecil segera hadir dalam kehidupan kita. "ujar Angga, Bobby menghela lalu mengangguk.


" Nanti malam kita main catur yuk?"ajak Bobby.


"Nggak ah, dari pada main catur mending gue kelonan ma bini,"tolak Angga cepat.


"Ah elo, gak ada bosen -bosen nya apa? heran gue. Kasih jeda dulu napa anak gue itu, kasih libur semalam, di ajak main kuda-kudaan terus lo kira anak gue robot. "celetuk Bobby menyindir.

__ADS_1


" Ayolah, jarang -jarang lo bisa main catur sama gue! lagian gue itu bosan tau gak sih lo? "


" Nggak! "jawab Angga cepat, Bobby pun menoyor kepala Angga geram.


" Ayolah, Ngga! inilah yang gue nanti -nanti kalau anak gue udah punya suami. Jadi gue bisa main catur sama mantu, lo tau kan, selama ini gue itu selalu di keliling ma perempuan di rumah ini. Mana ada laki-laki lain selain gue. "


Angga menghela malas, ia pun terpaksa mengiyakan ajakan Bobby. Padahal ingin berpelukan dan manja-manjaan dengan sang istri di dalam kamar. Tetapi demi mertua ia mengalah hanya malam ini aja, ya hanya malam ini, batin Angga.


Setelah makan malam selesai, dengan tak sabar Bobby langsung menarik tangan Angga masuk kedalam kamar dan lalu langsung mengajak Angga bermain catur di luar teras kamarnya.


"Lo yang benar aja dong, masa sekarang sih? "protes Angga kesal.


" Apa lagi sih? mumpung belum larut, kan? "


" Ya seenggaknya biarin gue pamit dulu kek ma Sera. "gumam Angga mengerucutkan bibirnya cemberut.


" Alamak, Woy... kita ini cuma main catur doang? bukan perang, lebay banget jadi orang. "ejek Bobby, Angga mengendus kesal.


" Dah sana, cepetan. Hmmmp dasar, kelamaan jadi duda lapuk sih lo!"teriak Bobby mengejek dan Angga tak peduli ia langsung berlari menghampiri sang istri yang masih berada di dapur membantu ibunya beres -beres.


"Sayang... "panggil Angga dengan nafas engos-engosan. Dewi dan Sera menoleh.


" Eh... kamu kenapa, Ngga? "tanya Dewi.


Angga pun menyengir, lalu ia menarik pergelangan Sera." pinjem Sera nya bentar ya Mbak. "teriak Angga berlari mengajak Sera masuk kedalam kamar.


" Mas, kenapa? "tanya heran Sera.


Angga menangkup kedua pundaknya dan menatap dalam kedua mata Sera." sayang, aku gak mau pisah sama kamu... "Angga memeluk Sera erat tak ingin pisah.

__ADS_1


Sera kaget," Maksudnya apa, mas? emang siapa yang mau menyuruh kita pisah? papah. "


__ADS_2