
Acara yang di tunggu-tunggu telah tiba. Leo sudah sangat siap sekarang. Bahkan tak sabar ingin segera pergi ke rumah calonnya, namun sayang kedua orangtuanya masih belum tiba di rumah eyang jadi ia pun sangat terpaksa harus menunggu.
"Eyang, kenapa kita tidak jalan duluan aja sih? Biar nanti papah mamah langsung nyamperin di rumah Keyra," ucap Leo yang tak sabaran. Eyang menggeleng sembari tersenyum.
"Sabar napa Le, dulu aja di buang-buang. Sekarang aja malah gak sabaran," ucap eyang mengejek. Leo memutar bola matanya sambil menghembuskan napasnya panjang.
"Lama banget sih Pah datang nya? Keburu telat nie, belum nanti jalan ke sananya," omel Leo sesaat Angga baru saha turun dari mobil. Sera hanya menggeleng melihat Leo.
"Anak kurang ajar." Angga menendang kaki Leo geram," kamu pikir punya anak balita itu enak apa? Sekarang aja kamu masih bersikap santai, coba sja nanti jika sudah satu rumah sama anak kamu. Jangankan mau makan, ganti baju. Mau buang air besar dengan santai aja udah di teriakan sama dia."
Leo membuang nafasnya kasar." Iya-iya, yau udah yuk seorang berangkat!" ajak Leo.
"Ck, dasar anak tidak sabaran," geram Angga bergumam masuk dalam mobil. Mereka berangkat satu mobil.
"Lily nau ketemu sama Adan ya, seneng gak?" tanya Leo pada adiknya. Sherly hanya tertawa tanpa suara memperlihatkan gusi halus nya.
"Iiih, cantik banget sih adiknya Abang ini," gemes Leo mencubit pipi gembul nya.
"Iya dong, kan kayak Papah," sahut Angga percaya diri.
"Iuh, jangan mau Ly. Papah kan cowok bukan cewek, jadi jangan mau kayak papah ya? Mending kayak mamah aja, kan mamah cantik banget," ucap Leo.
"Ehem." Angga berdeham tak suka mendengar istrinya di puji laki-laki lain walau itu anaknya sendiri, atau lebih tepatnya mantan tunangan istrinya sendiri.
"Ck, mulai." desis Leo malas," udah move on Pah, nyantai aja sih."
Eyang dan Sera hanya tertawa saja, Angga sama sekali tidak berubah. Tetep posesif walau sudah memiliki anak dengan Sera. Bahkan lebih ketat menjaga istrinya.
"Ya kali aja masih ada sisa-sisanya," sahut Angga ketus. Leo menghela malas." Dasar pak tua cemburuan," gumam Leo mengejek.
"Masih ada dikit sih, gak apa lah. Buat kenang-kenangnya," canda Leo menggoda Angga.
"Apa!"
******
Sesampai di rumah Keyra, satu keluarga itu turun dari mobil dan sudah di sambut gembira oleh keluarga Keyra di depan pintu.
"Selamat datang kembali di rumah kami Calon besan," sambut Wisnu memeluk Angga.
"Terima kasih atas sambutan yang meriah ini. Maaf kami tidak membawa apa-apa," balas Angga.
"Kaki tidak mengharapkan apapun, yang kami harapkan kedatangan kalian dengan selamat di rumah ini," sahut Vira.
"Terima kasih Mbak," jawab Sera. Vira mengangguk lalu mencium pipi Sherly gemes.
"Mari masuk, Ibu ayo masuk," ajak keduanya membawa tamu istimewa mereka masuk ke rumah. Di sana sudah ada Vindra dan Nadira duduk di shopa menanti mereka.
"Hay," sapa Nadira pada Sera, mereka cipika cipiki.lalu Nadira mengambil Sherly dari tangan Sera.
"Vin, liat deh. Lily cantik banget ya," ucap Nadira pada Vindra. Namun lelaki itu hanya melirik sekilas lalu kembali datar dan acuh. Nadira hanya menghela melihatnya.
__ADS_1
"Mari Sailah kan duduk. Aku panggilkan Keyra dulu di kamar."
Vira menaiki anak tangga, Leo memperhatikan kepergian ibu mertuanya yang sedang berjalan menuju kamar Keyra, tak sabar ingin bertemu dengan wanita pujaannya.
"Ehem, biasa aja kali liriknya," ejek Vindra pada Leo.
"Apaan sih, sirik aja. Kalau iri bilang bos!" balas Leo.
"Gue udah punya bini, buat apa lagi sirik. Setidaknya bukan mantan istri yang tiba-tiba di kejar lagi dengan tidak tau malu," sahut Vindra sinis.
"Ck, tidak sadar diri. Bukan matan istri sih memang, tapi mantan PACAR. Terus di paksa untuk menikah," sahut Leo, Vindra mengeraskan rahangnya menahan kesal. Ingin menghajar wajah Leo saat ini juga.
"Sudah-sudah, ini mau lamaran loh. Kalau kalain mau begelut sana di luar jangan di rumah orang. dan kamu Leo, kalau gak jadi melamar Keyra, ya udah kita pulang sekarang!" kesel Sera pada kedua, tidak tahu tempat saat bertemu selalu saja ribut.
"Maaf Mah ... maaf Pah," ucap Leo pada Sera dan Wisnu. Wisnu mengangguk lalu menatap anaknya.
" Wisnu jaga sikap kamu!"
Vindra menatap tajam Leo, entah kenapa lelaki itu begitu tidak menyukai Leo. Padahal akan menjadi adik iparnya kembali. Namun rasa suka tetep tidak suka di hati, apalagi setelah mendengar isu mengenai tentang istrinya dulu dengan Leo.
Suara bunyi langkah menuruni anak tangga terdengar. Semua orang berada di ruang tamu menoleh pada sumber suara.
Leo menatap seseorang wanita yang sedang berjalan di samping mamahnya dengan langkah cantiknya. Leo terpana. Malam ini Keyra nampak terlihat sangat cantik dengan balutan gaun di tubuh indahnya. Walau habis melahirkan namun bentuk tubuh wanita itu tetep terjaga bahkan semakin seksi karena buah dadanya semakin membesar akibat menyusui.
Keyra tersenyum malu yang terus menatap dirinya.
"Ya ampun Key, kamu cantik banget malam ini," puji Sera menyambut sahabat sekaligus menantunya itu.
Keyra mencium tangan Angga, eyang dan yang terakhir Leo.
"Kamu cantik banget malam ini," bisik Leo. Keyra tersenyum malu dengan wajah merona.
"Kamu juga ganteng banget," balas Keyra berbisik dengan tangan masih berpegangan.
"Ehem."
Keduanya langsung melepaskan tangan mereka karena mendapatkan deheman dari semuanya.
Lei kembali duduk di samping Angga, dan Keyra duduk di samping mamahnya. Sedangkan Adam di gendong oleh pelayan rumah Wisnu agar tidak rewel yang akan menganggu acara.
Suana nampak serius sekarang.
"Ehem." Angga berdeham sejenak sebelum berucap." kedatangan kamu ke sini berniat ingin kembali melamar Keyra untuk menjadi bagian keluar kami kembali dan menjadi istri dari anakku ya itu Leo." Angga berucap tegas dengan wajah serius.
"Apa maksud kedatangan kami ini, dan niat kami ini di terima?" lanjut nya.
Wisnu dan Vira saling pandang, lalu keduanya sama-sama memandang arah Keyra yang sedang menunduk.
"Kalau saya terserah dari anaknya saja. Jika Keyra menerima kembali niat baik Nak Leo, ya saya juga akan menerima dengan lapang dada," jawab Wisnu.
"Lalu bagaimana dengan kamu Keyra? Apa kamu akan menerima kembali Leo sebagai suami kamu?" tanya Wisnu pada Keyra.
__ADS_1
Keyra mendongak menatap sang papah dengan tatapan meyakinkan.
"Iya Pah, Keyra menerima Leo kembali menjadi suami Keyra," jawab Keyra lantang dengan nada tegas.
"Alhamdulillah," jawab keluarga Leo lega. Begitu juga dengan Leo yang curi-curi pandang pada Keyra.
Sudah di tetapkan pernikahan kembali Leo dan Keyra akan terlaksana satu minggu lagi. Namun pernikahan kali ini hanya ijab kabul saja dan acara syukuran bersama para tetangga dan keluarga. Begitu rencana mereka yang sedang di bicarakan oleh keluarga kedua belah pihak. Sedangkan Leo dan Keyra sudah berbeda ruangan bersama Adam yang sempat menangis.
"Leo, kami pulang dulu. Kamu masih mau di sini?" tanya eyang.
" Iya Eyang, Adam masih menangis kalau Leo lepas. Nanti Leo pulang kalau Adam sudah tidur."
Adam tidak mau lepas dari gendongan Leo, mungkin kangen dengan papahnya karena Leo dan Adam sudah satu minggu tidak bertemu.
"Baiklah, kami pulang dulu. Dah cicit eyang buyut," pamit eyang mencium pipi Adam.
"Dah Eyang buyut," sahut Keyra melambai.
"Adam kangen sama kamu, kamu sebaiknya di sini aja dulu, ajak dia main sebentar sebelum tidur," ucap Angga menepuk bahu anaknya.
"Iya Pah."
Selepas kepergian keluarga nya Leo duduk sembari bermain dengan Adam yang engan tidur kembali.Lelaki mungil itu justru cekikikan saat Leo bermain cilup'ba padanya.
Keyra tersenyum memperhatikan interaksiย antara ayah dan anak itu. Sesat Nadira membereskan piring-piring di meja tamu, ia pun menghampiri kakak iparnya itu.
"Nad." panggil Keyra
"Hey, Adam masih belum mau tidur?" tanya Nadira.
"Hem, mungkin memang kangen sama papahnya," jawab Keyra, ia terus memperhatikan Nadira dengan tatapan intens.
"Kamu kok kurusan ya sekarang? Terakhir bertemu di acara nikahan kamu, tapi badan kamu agak berisi. Namun sekarang terlihat banget kurusnya," ucap Keyra. Nadira hanya diam, dengan senyum paksa di wajahnya.
"Apa abang menyiksa kamu, Nad?" lanjut Keyra beritanya dengan penasaran.
Nadira menggeleng pelan sembari tersenyum tipis. Keyra tau jika kakak iparnya berbohong.
"Nad ...."
"Nadira, ayo pulang!" Suara Vindra menggema membuat tubuh Nadira menciut lalu menghampiri Vindra yang sudah berjalan lebih dulu ke depan. Keyra menatap punggung Nadira.
"Abang terlalu kejam sama Nadira, kasihan dia."
****
Mohon maaf lahir batin semua, semoga amal ibadah kita di terima oleh Allah. Dan selamat menunaikan ibadah puasa. ๐๐ผ๐๐ผ๐๐ผ
Marhaban ya ramadhan....
ใ
__ADS_1
ใ