Pengantin Yang Tertukar

Pengantin Yang Tertukar
Episode 67


__ADS_3

Angga datang ke rumah sakit, ia berjalan santai sambil memasukan kedua tangannya di kantong jas putih nya.


Tiba-tiba kepalanya langsung di miting oleh seseorang orang hingga membuat Angga mengaduh apa lagi orang itu menjitak-jitak kepalanya gemes.


"Dasar menantu kurang ajar, menantu durhaka, menantu sialan. "makinya pada Angga. Siapa lagi kalau bukan Bobby.


" Woy, curut. Lo pikir kepala gue ini gak di fitrahin apa? maen jitak-jitak aje lo... lepas gak? "


" Bodo amat, emang gue pikir? yang gue pikirin, kenapa lo gak pernah bawa anak gue ke rumah gue lagi? mentang - mentang udah ngawinin terus lupa sama emak bapaknya? menantu macam ape lo! "balas Bobby sinis, yang sudah melepaskan kepala Angga di bawah ketiaknya.


Angga menghembuskan nafas beratnya menatap Bobby malas.


" Gak usah lebay, lagian baru seminggu yang lalu kami baru nginep di rumah lo? dah kayak apaan aja. "ketus Angga menjawab malas.


PLETAAAAK....


" Woy... "


" Menantu kurang ajar... "


" Salah lagi? salah nya itu di mana coba? heran gue."Angga bergumam dalam hati menghela nafasnya sabar menghadapi mertua bar bar nya ini.


"Apa lagi? "jawab Angga.


" Baru seminggu yang lalu, hey.... emang lo pikiran anak gue itu keluar lewat mane? "


" Ya dari itu emak nya lah... "


Pleeeetaaaak....


" Dasar menantu sialan! "Bobby memincingkan bibirnya sewot.


" Apa lagi... astagfirullah! memang keluar dari situ kan? emang dari mana lagi, dasar aneh lo? "geram Angga pada sahabatnya itu.


"Dah tau kan? terus kenapa masih jarang ngajak anak gue main ke rumah? jangan mau enaknya aje lo, dasar kulit lupa kacangnya?" celetuk Bobby menggerutu kesal karena Angga jarang membawa Sera ke rumah. Seminggu sekali tidaklah puas baginya bertemu dengan sang anak.


"Kebalik pea..."


"Suka suka gue dong, mulut-mulut gue. Mau ape lo? "


" Serah... "males Angga kalau sudah ngeladeni sahabat sekaligus mertuanya itu.


Angga beranjak meninggal Bobby, namun Bobby berteriak memanggilnya kembali hingga langkah terhenti dan memutar bola matanya malas.


" Apa? "jawab Angga dingin.

__ADS_1


" Ck, masih aje lo kayak kulkas... "ejek Bobby, Angga kembali memutar bola matanya," kapan lo nginep lagi? "


" Ntar... "


"Apa?gue gak denger."


"Ck, dasar budek."umpat Angga bergumam.


"Apa lo bilang? lo ngatain gue budek?" mata Bobby melotot tajam sambil memiring-miringkan bibirnya.


"Nggak, gue mau bilang kalau nanti malam gue sama Sera nginep, dan besok gue mau pindahan."jelas Angga.


"Kenapa? ada masalah. "selidik Bobby.


" Nggak ada, Sera yang minta cepet - cepet pindah. Biar biasa maen bebas di mane aje... hahahaha. "Angga langsung berlari meninggalkan Bobby yang mematung mencerna kata-kata Angga.


" Dia tadi bilang apa? bisa maen di mana aja.... woy dasar lo setan tua mesum... "teriak Bobby mengejar Angga.


Sepulang dari rumah sakit, Sera sudah bersiap-siap. Ia juga sudah memasukan baju-bajunya dan juga Angga kedalam koper agar besok tak susah lagi membereskanya. Angga masuk kedalam kamar, ia tersenyum melihat istrinya yang sudah cantik dan wangi sehabis mandi. Angga berjalan diam-diam tanpa sepengetahuan Sera bahwa dirinya sudah pulang.


Kedua tangannya langsung memeluk pinggang ramping istrinya dan mencium pundak yang sedikit terlihat.


"Cantik banget sih istriku ini, jadi gak rela bawa kamu keluar rumah. Takut banyak mata yang memandang istri cantikku ini."tutur Angga dengan suara parau yang terus mengendus bau wangi tubuh istrinya. Sungguh membuat lelahnya benar-benar hilang seketika.


"Jangan aneh-aneh deh mas," jawab Sera bosan, suaminya itu selalu saja seperti itu kalau dirinya sehabis mandi dan berdandan cantik.


Sera tersenyum, ia sudah memahami sikap kekanak-kanakan suaminya yang super posesif dan pencemburuan padanya. Antara seneng dan juga kesal Sera hanya bisa pasrah dan mengalah.


"Mending mandi, biar ganteng dan wangi habis itu kita langsung berangkat ke rumah papah!" perintah Sera mengalihkan topik.


"Buru-buru amat sayang, nyantai aja napa? "cemberut Angga, padahal dirinya masih rindu ingin lebih lama lagi memeluk istri kecilnya itu. Kalau sudah berada di rumah Bobby, firasatnya mengatakan tidak baik.


" Emang mau ngapain sih, kan lebih enak kalau cepet sampai di sana! Tau sendiri sekarang malam minggu tuh macet nya kayak apa jalanan. "ujar Sera mengingatkan jika malam minggu jangan harap mendapatkan jalanan lancar.


Angga tersenyum, lalu ia memeluk pinggang Sera lalu memepetkan tubuhnya semakin dekat," ayo kita bikin dedek dulu, "bisik Angga dengan menyeringai licik.


Sera membulatkan matanya, spontan langsung mendorong tubuh suaminya yang kekar itu.


" Dasar, mesum, "


Angga tertawa, ia semakin ingin menggoda istrinya itu.


" Katanya mau cepet- cepet hamil? kalau gak bikin terus gimana jadinya, coba? "


Sera terdiam, hatinya menjadi deg-degan. Ada raut wajah sedih terlihat di sana.

__ADS_1


" Mau, mau banget malah. Tapi.... setelah kejadian itu, dan sekarang sudah dua bulan lebih, tapi kenapa aku masih belum ada tanda-tanda hamil? "lirih Sera tertunduk dengan nata berkaca - kaca.


Pernikahannya sudah jalan 1 bulan lebih dan kejadian di hotel Kota Bali sudah satu bulan dan itu artinya sudah jalan lebih dari 2 bulan tetapi dirinya masih juga belum ada tanda - tanda kehamilan. Sedangkan Keyra dua bulan sejak kejadian itu sudah hamil 2 minggu? terkadang membuat Sera berpikir. Apa rahimnya tidak subur?


Angga mengelus kepala Sera, ia mengerti perasaan istrinya. Tetapi ia tidak mau ambil pusing, toh pernikahan mereka masih seumur jagung yang baru mau tumbuh, bisa jadi masih di cicil. Pikir Angga.


"Sayang jangan sedih dong, lagian baru jalan dua bulan. Waktu kita masih panjang sayang, nikmati aja dulu. Kalau memang sudah rezekinya tidak akan kemana, kok! "ujar Angga menghibur istrinya.


" Bagaimana kalau aku gak bisa hamil mas? apa kamu bakalan nikah lagi?"tanya Sera serius menatap manik Angga mencari jawaban.


Lelaki itu menggeleng cepat, "gak baik ngomong seperti itu? ingat, ucapan ada lah doa? sebaiknya menjaga ucapan lebih baik lagi karena semuanya yang kita ucapkan itu di dengar oleh Allah." nasehat Angga mengelus pucuk kepala istrinya, "dan ingat satu hal lagi, apa pun yang terjadi, aku tidak akan pernah mau menikah lagi. Mau hamil atau tidak, istriku tetep hanya kamu."


Mata Sera berkaca - kaca, antar seneng dan sedih hatinya saat ini. Ia dapat melihat ketulusan hati suaminya, dan tak ada kebohongan di sana. Tentu saja membuat hati senang mendapatkan sosok suami seperti Angga, walaupun sudah tua tetapi kesetiaan dan kasih sayang nya tak pernah ada duanya.


"Senyum dong, jangan sedih lagi ya? kita berdoa saja semoga Allah memberikan kita amanah secepatnya?"


Sera mengangguk sembari tersenyum, yang di katakan oleh suaminya itu benar. Nikmati saja dulu masa pacaran dengan sang suami, pacaran sesudah halal jauh lebih indah di banding saat pacaran bersama Leo yang belum halal dulu. Mau ngapain aja sudah bebas apa lagi dengan suami yang mesum.


"Iya mas, makasih ya selalu menjadi semangat buat aku. "


" Nah gitu dong, kan semakin cantik kalau senyum."ujar Angga mengusap wajah Sera. Wanita itu hanya bisa tersenyum dengan hati selalu berbunga di buatnya.


"Kalau udah gak sedih lagi.... kalau begitu ayo kita bikin dedek. "


" Kyaaaa, mas lepasin... Dasar mesum, "


" Hahahha, mesum juga masa istri sendiri sayang, mulai dari sekarang kita bakalan bikin dedek setiap ada kesempatan, "ucap Angga dengan tawa jahatnya berjalan menuju ke arah kamar mandi tak peduli dengan sang istri yang meronta-ronta.


" Dasar tua-tua mesum... aku udah mandi, udah capek-capek bikin alis mas... "teriak Sera terus meronta namun Angga seakan tuli malah di jawab dengan tawa yang terdengar jahat.


Di dalam kamar mandi, Sera sudah basah semua akibat kelakuan sang suami. Lelaki itu menyeringai licik dan menatap Sera lekat. Ia menelan ludahnya melihat lekuk tubuh istrinya terlihat seksi membuatnya tak tahan dan tanpa aba-aba langsung mencium kasar bibir Sera penuh nafsu memburu.


Sera hanya bisa pasrah, mana bisa menolak dengan pesona suaminya. Apa lagi jika sudah terhipnotis dengan ciuman maut suaminya. Pasangan suami istri itu kini menikmati mandi bersama di dalam kamar mandi dengan irama bunyi air gemericik mengalir hingga keduanya mencapai puncak kenikmatan dengan nafas ngos-ngosan.


"Kalau aku sakit tanggung jawab kamu ya? "pukul Sera pada suamiku itu.


" Hahahaha, pasti sayang. Tenang aja, nanti kamu aku pijitin deh, "jawab Angga.


" Hmmmp, alasan kamu doang itu mah. "ketus Sera.


Angga tertawa, ia mendekati istrinya dan memeluknya dari belakang yang kini sedang mengeringkan rambutnya kembali akibat basah mandi untuk kedua kalinya.


" Kamu cantik banget sih, jadi kepengen lagi deh? "goda Angga kembali berbisik.


" Mas... "

__ADS_1


" Hahahaha, iya sayang, love you to. Muuuuuuah. "


__ADS_2