
Keesokan harinya, Alex datang menjemput Kayla ke rumahnya.
Kebetulan Raffa masih berada di rumah, rencananya dia mau ikut dengan istrinya pergi bersama Alex.
"Sayang, kamu enggak berangkat ke cafe?" tanya Kayla heran melihat sang suami masih berada di rumah.
"Mhm, aku berangkatnya agak siangan, lagian pekerjaan di cafe juga tidak terlalu banyak," ujar Raffa berkilah.
Kayla menatap dalam wajah tampan sang suami meskipun umurnya sudah tidak muda lagi. Dia dapat melihat dengan jelas sang suami tengah merencanakan sesuatu.
"Sebentar lagi Alex akan menjemputku, kamu tidak masalah kan aku tinggal," ujar Kayla.
Kayla tahu, saat ini Alex ingin berbicara dengan dirinya saja.
"Kamu segitunya mau pergi sama Alex, masa iya aku enggak boleh ikut?" Raffa cemberut mendengar ucapan sang istri.
Dari awal dia sengaja tidak berangkat ke kafe karena dia tidak mau membiarkan Alex pergi berduaan dengan istrinya.
"Sayang, please." Kayla memasang wajah memelas pada sang suami.
Tak berapa lama terdengar sebuah mobil masuk ke dalam pekarangan rumah mereka.
"Sayang, aku mohon kamu jangan aneh-aneh. Malu sama Alex, masa iya udah jadi seorang kakek masih saja cemburu, itu sama ipar sendiri, aneh." Kayla keluar dari kamar hendak menyambut kedatangan Alex.
"Assalamu'alaikum," ucap Alex saat dia sudah masuk ke dalam rumah.
"Wa'alaikummussalam," jawab Kayla.
0Kayla melangkah keluar untuk membukakan pintu dan mengajak Alex masuk ke dalam rumah.
Dia mempersilahkan Alex untuk duduk di ruang tamu.
"Tunggu sebentar ya, Lex. Aku minta izin sama Bang Rafa dulu," ujar Kayla.
Kayla pun kembali melangkah masuk ke dalam kamar untuk menemui sang suami yang kini masih saja cemberut.
"Sayang, kamu kenapa, sih?" Kayla berusaha membujuk suaminya yang kini masih saja cemburu.
Tahun ke tahun masalah seperti ini akan selalu timbul jika Alex mengajak Kayla pergi ke suatu tempat atau mereka melakukan satu hal berdua.
"Aku dan Alex itu muhrim, selain kami saudara sepupu kami juga saudara sepesusuan sehingga tidak mungkin kami melakukan hal-hal yang aneh," ujar Kayla mulai kesal dengan tingkah sang suami.
"Ya sudah kalau kamu mau pergi, pergilah," ujar Raffa.
"Oke kalau kamu memang tidak mengizinkan aku pergi dengan Alex Ya sudah aku akan suruh Alex untuk pulang. terserah orang akan berpikir kalian seperti apa tentang kamu," Kayla mengancam suaminya.
__ADS_1
Kayla pun bersiap untuk melangkah kembali keluar, akhirnya Raffa meraih tubuh istrinya.
"Baiklah, kalau kamu memang mau pergi dengannya, tapi ingat kamu tidak boleh lama-lama bersamanya. kamu juga tidak boleh berdekat-dekatan dengan dia." Rafa memberi petuah kepada sang istri untuk bisa menjaga dirinya.
"Aku tidak usah saja pergi dengan Alex," balas Kayla kesal kepada Raffa.
Kayla berpura-pura mengalah, agar sang suami memberi izin walaupun terpaksa.
"Pergilah! Aku akan menunggumu di sini," ujar Raffa.
Mau tak mau akhirnya Raffa pun mengizinkan Kayla pergi bersama Alex dengan beberapa syarat.
Kayla pun meraih tangan suaminya dia menyalami dan mencium tangan sang suami.
"Aku pergi dulu," ujar Kayla pada sang suami.
Kayla melangkah keluar untuk menemui Alex.
"Yuk, kita langsung berangkat," ajak Kayla.
"Hei, kamu harus bisa menjaga istriku dengan sebaik-baiknya," ujar Raffa yang tiba-tiba datang.
Dia mengagetkan Kayla yang hendak melangkah keluar rumah.
"Tenang, Bang. Gue bakal jagain kakak gue dengan sebaik mungkin," lirih Alex.
Alex sangat kenal bagaimana sikap suami kakaknya itu.
"Aku pergi ya, Sayang," ujar Kayla menciumi pipi sang suami.
Kayla melangkah keluar diikuti oleh Alex, setelah itu Kayla menggandeng tangan Alex dengan mesra.
Kayla sengaja melakukan hal itu, di depan Raffa karena Kayla kesal dengan sikap sang suami.
Raffa mengepal tangannya, dia berusaha untuk tidak terbawa emosi.
Setelah Kayla masuk ke dalam mobil, dia tertawa membayangkan ekspresi sang suami yang wajahnya merah padam menahan cemburu.
"gimana Bang Rafa nggak cemburu sama aku, kamu juga sih, kak. Kamu suka sekali mengusili dia," ujar Alex setelah dia melajukan mobilnya meninggalkan kediaman keluarga Surya Atmaja.
"Aku cuma heran saja dengan sikap dia ke kamu," ujar Kayla.
"Ya mungkin, karena sejak awal perkenalan aku dan Raffa memang sedikit rumit," lirih Alex.
Alex membawa Kayla ke sebuah kafe yang ada di pinggir pantai. Mereka sekeluarga memang sering berkunjung ke kafe itu.
__ADS_1
Kafe tersebut menghadap ke pantai yang luas.
Kini mereka duduk di sebuah kursi yang menghadap ke arah laut.
Alex memesan sebuah minuman dan cemilan untuk mereka.
"Kamu mau ngomong apa, Lex?" tanya Kayla terus terang saat pelayan sudah mengantarkan segelas es lemon tea serta secangkir kopi.
Kayla sudah penasaran dengan apa yang akan dibicarakan oleh Alex padanya.
"Mhm," gumam Alex.
"Aku ingin membahas tentang pernikahan yang sudah kalian lakukan terhadap Raja dan Raju," ujar Alex langsung.
Alex mencium gelagat yang tidak benar terjadi dalam pernikahan kedua keponakannya itu.
"Ada apa dengan pernikahan mereka?" tanya Kayla heran.
Kayla berusaha mengingat sosok putranya yang sudah menikah dengan putri kedua sahabatnya.
"Apa alasan kakak dan Bang Raffa menyembunyikan pernikahan ini dari mereka?" tanya Alex ingin mengetahui latar belakang pernikahan tersebut.
"Dek, Kamu tahu kan, umur Raja dan Raju sudah menginjak usia 28 tahun. Mereka sudah pantas untuk menjadi seorang suami." Kayla menghela napas panjang.
"Sudah 3 kali kami meminta mereka untuk menikah, kami sudah menyuruh mereka untuk membawa wanita pilihan mereka, tapi sama sekali mereka tidak membawa wanita sebagai calon istri sehingga akhirnya Kakak dan Bang Raffa putuskan menikahkan mereka dengan putri Reza dan Nick." Kayla menceritakan semuanya secara terus terang.
"Tapi, Kak. Kenapa kalian tidak menunjukkan sosok wanita yang akan mereka nikahi?" tanya Alex.
Alex menyalahkan cara Raffa dan Kayla yang merahasiakan pernikahan mereka.
"Alasan kami melakukan hal itu supaya mereka tidak bisa lagi kabur atau menghindari perjodohan itu," jawab Alex.
Alex terdiam mendengar jawaban dari sang kakak.
Dia terlihat berpikir untuk menyampaikan hal yang mengganjal di dalam hatinya.
"Apa sebenarnya yang terjadi? Kenapa kamu mempertanyakan hal ini padaku?" tanya Kayla jadi penasaran.
"Bagaimana caraku menyampaikan masalah ini pada Kak Kayla? Sementara itu aku sendiri tidak memiliki bukti-bukti yang kalau Raju menyukai istri Raja," gumam Alex di dalam hati.
Saat ini yang Alex curigai adalah sikap Raju yang terlihat dingin terhadap Kanaya, dan tatapan Raju yang tak luput dari sosok istri saudara kembarnya.
Alex tidak tahu jika Raja juga mencintai istri Raju.
Bersambung...
__ADS_1