Pengantin Yang Tertukar

Pengantin Yang Tertukar
Season 2, bukan calon pelakor


__ADS_3

Alex menarik nafasnya sambil melirik jam di tangannya. Ia sampai lupa akan hal itu. Mana istri itu lagi merajuk karena ulahnya, mana mungkin ia meninggalkan begitu saja. Tetapi meeting ini sangat penting, tidak mungkin juga ia membatalkan kesempatan yang bagus ini untuk perusahaannya. Satu-satunya, ia harus pergi meeting dan meninggalkan istrinya.


"Baiklah, kamu keluarlah dulu," perintah Alex.


" Baik Pak, kalau begitu saya permisi." Tina membungkuk kan sedikit badannya." Mari, Bu."


Sherly hanya menjawab dengan senyuman kecil saja, namun mata terus memandang arahnya sampai wanita itu hilang dari balik pintu.


Alex kembali menghampiri istrinya. Ia duduk di sebelah sambil mengusap pucuk kepalanya lembut.


"Maaf ya sayang, aku janji gak akan mengulangi perbuatan aku lagi. Tapi tolong jangan marah," ucap Alex sedih. Paling tidak bisa jika istrinya itu marah padanya lama-lama. Gak tahan jika gak memeluknya.


Sherly menghela nafasnya dalam menatap suaminya yang terlihat menyesal.


"Tapi jangan di ulang lagi ya, jangan kasih tau sama sama orang lain masalah pribadi. Malu Mas, gak baik juga karena itu aib," ujar Sherly lembut, ia menasehati suaminya.


Alex tidak pernah interaksi dengan orang, selalu pada orangtuanya m Namun entah mengapa, dekat dengan Leo, Angga membuatnya merasa nyaman. Sebab itulah ia mau mengatakan apapun pada mereka bahkan kepolosan yang belum pernah ia keluar pada siapa pun kecuali Bagas dan Ratna.


"Iya sayang, aku janji. Maaf ya." Alex menunduk sedih, rasa tak semangat mau meeting kali ini.


Sherly menghembuskan nafasnya. Ia meraih tangan Alex lalu mengecupnya.


"Pergilah, meeting sebentar lagi mau di mulai. Semangat ya," ujar Sherly memberikan semangat. Sontak Alex terkejut, sesaat kemudian senyuman lebar mengambang di bibirnya.


"Makasih sayang." Alex langsung menciumi seluruh wajah Sherly tanpa jeda. Lalu memeluk erat.


"Kamu gak marah lagi kan?" tanya Alex mastikan.


"Iya Mas." Alex tersenyum senang.


"Ya udah kalau gitu aku meeting dulu ya, kamu tunggu aku di sini aja. Aku gak lama kok, paling 2 jam aja. Nanti kita dinner," ucap Alex, Sherly hanya tersenyum sambil mengangguk menanggapi nya.


"Aku keluar bentar ya, nanti aku suruh Tina ke sini untuk menemani kamu biar gak bosan," ucap Alex berpamitan, setelah Sherly mengecup punggung tangannya, Alex langsung membalasnya dengan kecupan di kening.


"Tina wanita yang tadi itu?" tanya Sherly.

__ADS_1


"Iya, di sekretaris aku. Ya udah aku keluar dulu ya."


Alex bangkit dari duduknya lalu melangkah pergi, belum jauh dari shopa. Tiba-tiba langkah nya terhenti, ia pun membalikkan badannya dan kembali duduk lagi. Sherly heran menatapnya.


"Ada yang ketinggalan," ucapnya. Belum sempat Sherly bertanya, bibirnya sudah di kunci oleh mulut Alex.


"Isi bensin dulu, biar tambah semangat," ucapnya sambil mengusap lembut bibir istrinya yang basah itu. Sherly memukul pelan dada suaminya dengan tersipu.


TOK ... TOK ...


"Pak, meeting nya akan segera di mulai 3 menit lagi," kata Tina membuka pintu menginginkan.


"Kamu di sini saja menemani istri saya," perintah Alex.


"Baik Pak."


Alex kembali menatap istrinya.


"Aaaaaakkkkhhhh, rasanya gak mau berpisah. Ingin setiap saat memeluk dan mencium mu," ujar Alex yang kembali memeluk istrinya.


Sherly memutar bola matanya malas, mulai deh ....


"Mas, Udeh deh."


"Boleh di bawa gak sih?" tanya Alex berharap istrinya itu dapat menemani dirinya meeting. Ia tak ingin berpisah walau hanya sedetik saja.


"Fokuslah Pak, kita kedatangan klien penting dari Jepang," ucap Tina. Alex pun mendesah.


"Pergilah, ini penting buat perusahaan. Jangan menyia-nyiakan kesempatan Mas, karena kesempatan itu tak akan pernah datang dua kali," ujar Sherly.


"Aku di sini menunggumu, maka cepet lah selesaikan pekerjaan mu supaya kita bisa dinner," bisik Sherly sambil mengecup pipi Alex.


"Baiklah, terima kasih sayang. Kamu lah penyemangat hidupku sekarang, tunggu aku ya, aku pasti akan kembali," ucap Alex. Sherly mengangguk.


"Sayang, percaya lah. Aku pasti kembali dengan selamat, jangan bersedih hati. Karena aku akan menyelesaikan per perangan ini dengan cepat," ucap Alex lagi dengan sangat meyakinkan istrinya itu.

__ADS_1


Tina menepuk keningnya, emangnya mau pergi perang?


Sherly menyentil kening suaminya menyadarkan." Fokuslah Mas, ini cuma meeting, bukan perang dunia. Astaga ...."


"Bagiku ini sama saja dengan perang dunia ke 4 sayang. Maka kami harus mendukung ku!"


"Iya Mas, Iya. Sana, pergilah. Jangan sampai mengecewakan aku!"


"Pasti sayang, tunggulah suamimu ini kembali." Alex berlalu, Sherly hanya geleng-geleng kepala dengan kelakuan suaminya.


Tina terkekeh tak menyangka jika bosnya itu seperti kekanak-kanakan dan sangat manja dengan istrinya. Sherly pun beralih pandangannya ke arah Tina.


"Kamu ...."


"Kenalin, saya Tina," ucap Tina memperkenalkan diri sambil menyodorkan tangannya.


"Sherly," jawbnya.


"Ibu masih muda banget, umurnya berapa?" kepo Tina.


"Masih 20 tahun," jawab Sherly singkat." kalau kak Tina sendiri?" tanyanya balik.


"Aku sudah tua, umurku sudah 39 tahun," ucapnya.


"What! 39 tahun?" Sherly tak percaya jika wanita di hadapannya ini sudah hampir kepala 4. Terlihat masih cantik dan sangat seksi, janda kah? pikirnya.


"Sudah punya anak?" kepo Sherly.


"Sudah dong, 4 malah. Yang gede umur 16 tahun, dan yang kecil umur 9 tahun," jawabannya jujur.


"Waw, sudah pada gede-gede ya, pastinya punya suami dong ya?" tanya Sherly lagi blak-blakan.


"Ya iya dong, masa gak punya suami. Lah terus anak-anak aku dari mana asalnya?" ucapnya sambil terkekeh.


Sherly lega. Hatinya sangat lega, setidaknya bukan calon pelakor. Oh no, sekarang ia takut jika suami manjanya itu di ambil orang. Apa ia sudah benar-benar mencintai Alex, akan tetepi melihat wanita seksi berada di dekat suaminya, hatinya panas. Mungkin benar jika ia sudah jauh cinta pada suami manjanya yang polos itu.

__ADS_1


*****


Terima kasih semua atas doanya. Semoga Allah menjabah doa kalian untuk kami. Dan kebaikan tulus kalian akan di balas oleh Allah. Terima kasih banyak, love you 😘😘 Maaf ya up nya sedikit.


__ADS_2