
Dokterer Irma mulai memberikan jelas di perut Sherly sebelum Melakukan USG. Sedangkan Angga, Sera, Bobby dan Dewi tersenyum memperhatikan layar monitor itu tak sabar ingin secepatnya melihat gambaran malaikat kecil di sana.
"Wah, lihatlah janin mu Sherly. Dia sehat," ucap dokter Irma.
Sherly melitnya dengan mata berkaca-kaca tak percaya jika gambar yang ada di layar monitor itu adalah bayi yang ada di dalam perutnya.
"I-ini anakku, Dok?" tanya Sherly dengan nada parau bahkan air matanya sudah mengalir.
"Iya sayang, ini adalah janin kamu. Alhamdulillah janinnya sangat sehat, saat ini usia hamil kamu memasuki usia 3 bulan. Dan berat badan janin sekitar 23 gram dengan panjang kurang lebih 7,4 cm. Angka tersebut akan bertambah setiap minggunya seiring dengan perkembangan organ tubuh janin."
Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai perkembangan janin di usia kehamilan 3 bulan atau minggu ke-13 hingga minggu ke-16.
"Alhamdulillah," ucap Sherly bersyukur sembari terus melihat arah layar monitor.
"Wah cucuku, apa dia girl?" tanya Angga.
__ADS_1
"Mana? Pasti boy kan?" Bobby mendorong tubuh Angga, ia menguasai layar monitor itu, mengamati dengan seksama berharap boy.
"CK, dasar mertua nyebelin. Main dorong aja kayak gak ada dosa," gerutu Angga kesal.
"Pada minggu ini, janin sudah bertumbuh hingga seukuran lemon. Selain itu, ada berbagai perkembangan lainnya yang terjadi, yaitu: Ovarium pada janin perempuan atau testis pada janin laki-laki telah berkembang.
Organ kelamin bagian luar telah terbentuk, tapi belum dapat terdeteksi dengan USG," jelas dokter Irma membuat Bobby dan Angga mendesah kecewa karena belum mengetahui jenis kelamin pada cucu mereka.
"Yah, kirain udah ketahuan," keluh Bobby lesu.
"Sabar dong, beberapa bulan lagi nanti juga ketahuan kok," ujar Dewi memberi semangat pada suaminya.
"Alah, lo pun sama Ngga, Ngga. Gak inget umur, tua juga beda cuma 2 tahun aja ma gue bangga," balas Bobby sinis. Angga pun mengendus.
Dokter Irma hanya terkekeh, kedua dokter itu memang paling gokil dari dokter lainnya. Heboh sendiri di mana pun dan kapan pun. Tapi seru, banyak yang suka dengan kehadiran mereka, gak ada dua sehabat sejoli itu gak rame. Mereka berdua gak ada kata gengsi, gak ada kata jaga imets sebagai seorang dokter.
__ADS_1
"Oh iya Dok. Aku udah mulai berkurang mual dan muntah, apa karena kehamilan aku sudah mulai membesar?" tanya Sherly.
"Pada masa ini, gejala kehamilan, seperti morning sickness, umumnya juga sudah mulai berkurang kemunculannya. Seiring dengan hal tersebut, Bumil akan lebih mudah menyesuaikan diri dengan perubahan tubuh," jelas dokter Irma, Sherly tersenyum senang karena sudah tidak sensara lagi harus muntah dan mual setiap paginya.
"Dan lagi ... di usia hamil 3 bulan atau saat memasuki trimester kedua kehamilan, risiko keguguran sudah menurun dibandingkan bulan-bulan sebelumnya," lanjut dokter Irma.
"Alhamdulillah," ucap Sherly lega. Ia kembali melihat layar monitor.
"Bayiku, lihatlah bayi kita Mas. Andai kamu ada di sini, kamu pasti akan senang melihat tumbuh kembang anak kita," batin Sherly tersenyum getir karena tak ada Alex di sisinya saat momen seperti ini.
"Nanti saya akan kasih vitamin untuk mengoptimalkan tumbuh kembang janin," ucap sang dokter. Sherly mengangguk sembari membalas senyuman.
Sesampai di rumah, hari sudah mulai larut. Sherly sudah tak sabar ingin segera menunjukkan hasil USG nya tadi pada Alex.
"Udah jam 9, kok mas Alex masih belum pulang ya?" resah Sherly sesaat menuggu Alex di rumah tv sembari duduk di shopa dengan tak tenang.
__ADS_1
Ingin menelpon tapi Sherly takut jika Alex dalam perjalanan dan itu akan sana berbahaya bagi Alex menerima penggilan telpon jika sedang mengemudi.
"Semoga kamu tidak kenapa-kenapa di jalan Mas. Aku menunggu mu pulang."