Pengantin Yang Tertukar

Pengantin Yang Tertukar
Season 2, malam yang indah


__ADS_3

Sherly dan Alex memutuskan menginap di tempat Angga dan Sera. Sedangkan Bobby, Dewi, Bagas, Ratna, Leo dan Keyra memilih pulang ke rumah masing-masing. Sebenarnya ke pengen menginap. Tetapi rumah Angga tidak cukup besar untuk menampung banyak orang. Bahkan Leo dan Keyra saja sudah tidak ada kamar lagi untuk mereka tiduri di sana.


"Capek?" tanya Alex saat sudah berada di dalam kamar.


"Hem, berasa pegel-pegel nie badan." Sherly memijit pundaknya.


"Yah, berati gak main kuda-kudaan dong malam ini," ujar Alex dengan wajah melas. Sherly pun langsung menjewer kuping suaminya sebel.


"Libur dulu napa. Kamu kira badan aku ini robot maniak apa?" sewotnya dengan bibir mengerucut.


" Hehehehe, habis enak bangat sih. Dah kayak kecanduan tau gak aku tuh," ucap Alex sembari tertawa kecil.


"Enak-enak. Jamu kira aku ini makan! Dah lah, aku mau istirahat. Jangan lupa matiin lampu." Sherly merebahkan tubuhnya, menarik selimut hingga hampir seluruh tubuh tengelam dalam selimut.


Alex menghela pasrah. Tak ada mantap-mantap malam ini tak apa. Asal besok ia harus mendapatkan jatah extra double. Alex mematikan lampu tidurnya lalu ikut merebahkan diri masuk ke selimut dan memeluk erat istrinya dari belakang.


"Selamat malam bidadari surgaku," ucap Alex lalu mengecup pucuk kepala Sherly.


"Hem, selamat malam," sahut Sherly yang sudah sangat mengantuk. Alex hanya tersenyum sambil memejamkan kedua matanya lalu ikut masuk ke alam mimpi yang indah.


Di lain tempat. Leo dan Keyra baru saja sampai di rumah mereka yang sebenarnya rumah eyang Endang. Namun kerena beliau sudah almarhum sewaktu Sherly masih usia 10 tahun. Rumah tersebut menjadi hak Leo dan anak istrinya. Angga pun menyetujuinya tanpa komplain apapun.


"Assalamualaikum." Salam Keyra dan Leo saat masuk ke rumah mereka.


" Wa'allaikumsalam." Adam dan Aliya langsung menghampiri kedua orangtuanya dan mencium punggung tangan mereka.


Adam dan Aliya tidak ikut pergi ke rumah Angga. Adam ada seminar, sedang Aliya ada les. Dan hanya adik bungsu mereka saja yang ikutan.


"Kalian udah pada makan?" tanya Keyra.

__ADS_1


"Udah Mah," jawab keduanya kompak.


Keyra tersenyum lalu ia pergi ke kamar Adimas untuk membantu anak bungsunya menyiapkan pakaian tidur. Sedangkan Leo masuk ke kamarnya untuk segera mandi.


"Mamah ke kamar dulu ya sayang. Selamat malam," pamit Keyra setelah Adimas sudah merebahkan diri di kasur yang empuk.


"Selamat malam juga Mamah cantik, muaaah."


Keyra mengusap pucuk kepala anaknya lalu beranjak pergi. Tak lupa mematikan lapu sebelum menutup pintu. Sesampai di dalam kamar, Keyra langsung mengambilkan baju tidur suaminya yang kini masih mandi. Keyra juga membersihkan tempat tidur dengan sapu lidi sambil mengebuk-gebukan supaya tidak berdebu saat tidur nanti.


"Kamu mau mandi Yang?" tanya Leo saat ia baru keluar dari kamar mandi.


Keyra menoleh ke arahnya. Padahal sudah lebih dari 29 tahun bersama. Tetapi kondisi jantungnya masih saja suka berdebar saat melihat suaminya yang hanya bertelanjang dada saja.


Keyra bahkan tak ingin memalingkan pandangannya. Tubuh kekar Leo masih terjaga, bahkan semakin dewasa lelaki itu semakin tampan saja. Bohong jika ia tak jatuh cinta untuk kesekian kalinya pada suaminya itu. Ah, pikiran Keyra menjadi trefeling kan melihat perut yang berkotak-kotak itu. Jadi kepengen kan. Hadew ... ia harus cepat-cepat segera mandi ini mah.


Leo hanya tersenyum melihat istrinya yang selalu terpana dengan dirinya. Ia bangga dengan tubuhnya yang semakin kekar, sebab itulah Leo selalu menjaga tubuhnya agar semakin menggoda untuk istrinya seorang.


"Iya Mas," balas Keyra. Jantung menjadi deg-degan. Sesuatu apa yang ingin suaminya itu berikan padanya? Ah, jadi gak sabaran deh. Keyra pun cepat-cepat membersihkan dirinya, mandi hanya cebar-cebur seperti bebek. Yang penting bersih, udah.


"Mana Mas?" tagih Keyra buru-buru keluar dari kamar mandi. Bahkan masih belum selesai berpakaian. Hanya melilitkan handuk saja di tubuhnya, sangking tak sabarannya tadi.


"Kamu mandi apa cuci muka doang?" tanya Leo sambil melirik arah jam dinding." Belum ada 5 menit," sambungnya.


"Mandilah Mas, masa iya cuci muka doang terus untuk apa aku buka baju seluruh nya," jawab Keyra sewot. Lalu Leo hanya tersenyum sambil geleng-geleng kepala.


"Mana?" pinta Keyra sambil menyodorkan telapak tangannya.


"Dasar kamu ini ya, benar-benar gak sabaran. Gemes deh!" Leo mencubit hidung Keyra gemes. Lalu membuka laci dan mengambil amplop coklat yang di berikan Alex saat masih di rumah Angga tadi.

__ADS_1


Alex memerintahkan bawahannya untuk memesan tiket. Dan langsung di kirim ke alamat Angga setelah tiket sudah di tangan Alex langsung memberikan pada Leo, yang pasti tanpa sepengetahuan Angga si tuan rumah. Bahkan Alex rela menunggu di depan supaya tidak ketahuan jika bawahannya datang. Menantu kurang ajar atau mertuanya yang Maruk kalau begini ya? Jadi main kucing-kucingan.


"Buka lah," ujar Leo menyerahkan amplop coklat tersebut pada Keyra yang nampak kebingungan dengan kening mengkerut.


"Ini apa?" tanya Keyra.


"Buka aja."


Tanpa pikir panjang, Keyra langsung membuka amplop.


"Tiket?" ucapnya melihat arah suaminya dengan expresi benar-benar sangat bingung. Lalu ia membacanya, sedangkan Leo hanya tersenyum lebar saja.


"Tiket ke Jepang!" pekik Keyra tak percaya. Leo pun mengangguk.


Keyra sangat terkejut, ia bahkan menutup mulutnya tak percaya.


"Mas, ini?"


"Iya sayang. Berterima kasih sama adik ipar kita. Dia yang memberikan kita tiket ke Jepang supaya kita bisa jalan-jalan ke sana," jelas Leo.


"Tapi Mas?" Keyra justru merasa tidak enak.


"Nggak apa-apa sayang. Alex ikhlas kok. Lagian bukan hanya kita aja yang dapet tapi opah juga, dia ke Korea. Sedangkan papah bulan depan malah ke Paris lebih jauh lagi," ujar Leo. Ia tau jika istrinya tidak enak karena sudah menyusahkan orang.


"B-benarkah?" Leo mengangguk meyakinkan. Keyra pun langsung memeluk suaminya erat merasa sangat senang.


"Maafkan aku ya karena tidak pernah memikirkan keinginan kamu yang ingin pergi ke luar negeri. Aku sangat egois dan gak peka banget." lirih Leo merasa bersalah.


"Tidak perlu meminta maaf Mas. Aku ngerti kok. Lagian masa depan anak-anak jauh lebih penting ketimbang jalan-jalan yang hanya menghabiskan uang."

__ADS_1


Leo benar-benar sangat bersyukur. Keyra dapat berubah banyak, tidak hanya menjadi wanita dewasa yang pengertian. Ia juga sangat baik dalam mengurus rumah tangga, merawat tiga anak dan sangat baik melayani suaminya. LEO akan sangat menyesal jika dulu ia tidak pernah menyadari jika perasaan nya pada wanita di pelukannya ini.


Leo lalu mencium bibir istrinya lembut, lalu membawanya ke tempat tidur tanpa melepaskan ciumannya yang kini sudah berubah menjadi panas. Dan terjadilah ritual mantap-mantap yang di saksikan sinar bulan yang sangat cerah malam ini. Suara indah menggema di kamar mereka hingga peluh bercucuran sampai puncak kenikmatan surgawi mereka capai.


__ADS_2