
Banyak tamu yang hadir dalam acara resepsi pernikahan itu.
Para keluarga juga berkumpul di sana, acara selesai pada pukul 17.00.
Semua orang pun pulang ke rumah, mereka berkumpul di rumah Raffa.
Saat mereka keluar dari gedung resepsi pernikahan.
Faiz menghampiri Raju, dengan mobil yang biasa mereka gunakan.
"Silakan, Bro," ujar Faiz pada Raju saat Raju sudah berada di luar gedung.
"Lho, kenapa gue barengan sama lu?" tanya Raju bingung.
"Ikuti saja perintah tuan besar, tidak boleh membantah," ujar Faiz sambil meledek tuannya sekaligus sahabatnya.
"Memangnya kita mau ke mana?" tanya Raju pada Faiz.
"Kalian berdua akan tahu setelah ini," jawab Faiz.
Akhirnya Raju pun mengangguk, dan mengikuti apa yang sudah diperintahkan oleh papanya.
Raju mengerti, saat ini papanya dan yang lainnya sudah merencanakan sesuatu untuk mereka semua.
"Ayo, masuk!" ajak Raju pada Kanaya.
Raju berharap istrinya tidak membantah apa yang sudah dikatakannya.
"Ke mana?" tanya Kanaya yang terlihat tidak suka.
Matanya terus tertuju pada Raja dan Kania yang kini terlihat bagaikan sepasang pengantin baru yang bahagia.
"Kita ikut Faiz," ajak Raju lagi.
Tanpa menunggu jawaban Kanaya, Raju pun meraih tangan sang istri, lalu menariknya masuk ke dalam mobil.
Mau tak mau Kanaya terpaksa masuk ke dalam mobil, Kanaya masih saja berusaha mencari memperhatikan sosok pria yang dicintainya.
Dari sini, Raju tahu bahwa sesungguhnya sang istri mencintai kakak kembarnya, tapi Raju tidak bisa berbuat apa-apa.
Raju sudah mengikhlaskan Kania bersama kakak kembarnya karena dia yakin Kania akan bahagia bersama Raja.
Untuk itu, Raju tidak akan membiarkan Kanaya merusak kebahagiaan Raja dan wanita yang pernah dicintainya.
"Iz, jalan," perintah Raju pada Faiz.
__ADS_1
Dia tidak ingin Kanaya terus-menerus memperhatikan saudara kembarnya.
Faiz pun melajukan mobil meninggalkan semua keluarga yang masih menunggu mobil jemputan.
Tak berapa lama Faiz melajukan mobil, Romi pun keluar dari mobilnya lalu dia menghampiri Raja.
"Let's go, Bro," ajak Romi pada Raja.
Tak banyak bicara, Raja dan Kania langsung masuk ke dalam mobil.
Setelah memastikan Raja dan Kania masuk ke dalam mobil dan duduk dengan nyaman, Romi mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang meninggalkan semua orang.
Kedua orang tua mereka telah merencanakan semua ini, setelah acara resepsi pernikahan, maka mereka semua akan disuruh tinggal di hotel.
Satu bulan ini, semua tanggung jawab Raja dan Raju di perusahaan akan dikendalikan oleh Raffa langsung.
Setelah Raja dan Raju beserta istri mereka tak ada lagi di sana, mereka pun kembali ke rumah kediaman keluarga Raffa.
Mereka akan berkumpul di sana, dan mengadakan syukuran sesama mereka atas suksesnya rencana mereka.
Mereka yakin jika pernikahan Raja dan Raju aman hingga hari resepsi pernikahan itu artinya rumah tangga 2R baik-baik saja.
Pada awalnya, mereka juga sudah menyiapkan diri menerima aksi protes 2 pasang pengantin baru tersebut.
Jika memang salah satu bahkan keduanya tidak menerima pernikahan tersebut mereka juga sudah menyiapkan diri untuk menerima protes mereka dengan alasan yang masuk akal.
Bahkan mereka mengira saat ini Raja dan Kania baru saja memulai kisah cinta mereka.
Setelah menempuh perjalanan beberapa menit, Romi menghentikan mobilnya di depan sebuah hotel ternama yang ada di kota Padang.
"Kita ngapain ke sini, Iz?" tanya Raju pada asisten pribadinya itu.
"Sesuai perintah Tuhan besar, lu akan menginap di sini sebelum berangkat ke luar negeri," jawab Faiz.
"Luar negeri?" tanya Raju kaget.
Dia bingung. Raju dan Kanaya saling melempar pandangan.
Mereka penasaran apa yang sedang direncanakan oleh kedua orang tua mereka.
"Iya, besok lu bakal berangkat ke luar negeri," jawab Faiz.
"Ngapain?" tanya Raju bingung.
"Lu liat besok saja," jawab Faiz.
__ADS_1
"Ayo turun," ajak Faiz.
Faiz pun turun dari mobil lalu dia membukakan pintu mobil untuk majikannya.
"Hei, kita ngapain di sini kenapa kita nggak pulang ke rumah?" protes Kanaya.
"Maaf, Nona muda, ini perintah dari tahun besar," ujar Faiz.
"Apa?" Kanaya membesarkan bola matanya tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh asisten pribadi suaminya.
"Iya benar, Nona. ini sudah perintah dari Tuan besar, jadi saya harap nona muda bisa memaklumi dan saya mohon jangan persulit pekerjaan saya," ujar Faiz.
"Ayo." Raju menarik tangan istrinya lalu dia pun mengikuti langkah Faiz yang masuk ke dalam hotel.
Raju tidak ingin Faiz mengetahui tentang keadaan rumah tangganya dan Kanaya saat ini.
Dia harus menutupi sikap Kanaya yang terlihat tidak menyukai dirinya.
"Kanaya, aku mohon jaga sikapmu di hadapan Faiz. Jangan perlihatkan jika kamu tidak menyukai pernikahan ini," ujar Raju memberi peringatan kepada istrinya.
Akhirnya Kanaya pun diam dia tidak bisa apa-apa lagi, saat ini yang bisa dilakukan hanyalah mengikuti apa yang dikatakan oleh asisten pribadi sang suami.
"Ya Tuhan, apalagi ini? Apa sebenarnya yang telah direncanakan oleh kedua orang tua kami? Ya Allah, aku pusing sekali," gumam Kanaya di dalam hati.
Mereka langsung masuk ke dalam lift menuju kamar VIP yang telah disiapkan oleh Raffa untuk putra dan menantunya.
"Silakan," ujar Faiz pada Raju.
Dia menyuruh sahabatnya itu untuk masuk ke dalam kamar yang telah disediakan oleh pihak hotel atas perintah Raffa.
"Gue tunggu di luar, kalau Lu butuh gue tinggal telepon aja," ujar Faiz sebelum meninggalkan sepasang suami istri tersebut.
Setelah Raju dan Kanaya masuk ke dalam kamar, terlihat 4 orang bertubuh datang menghampiri Faiz.
"Kalian tunggu di sini, dan jangan tinggalkan kamar ini sedikit pun," perintah Faiz pada bodyguard yang bertanggung jawab menjaga Raju dan Kanaya.
Mereka sengaja menyuruh bodyguard menjaga pintu kamar sepasang suami istri itu agar mereka tidak kabur dari apa yang sudah direncanakan oleh Raffa.
Kanaya dan Raju saling berpandangan saat melihat tempat tidur yang dihias seperti hiasan sepasang pengantin baru.
"Astaghfirullah, apakah ini semua rencana dari kedua orang tua kami? Ya Allah, apakah aku harus menyerahkan harta paling berharga dalam hidupku?" gumam Kanaya di dalam hati.
Kanaya terlihat cemas dengan apa yang ada di hadapannya, pikirannya saat ini melayang-layang akan sebuah peristiwa yang ditakutkannya selama ini.
"Ya Allah, apa-apaan semua ini? Apa sebenarnya yang sedang terjadi? apa yang sedang direncanakan oleh kedua orang tua kami? Apakah aku harus melaksanakan kewajibanku sebagai seorang suami atas Kanaya?" gumam Raju panik.
__ADS_1
Raja tidak tahu harus berbuat apa saat ini, Mereka berdiri terdiam tanpa bersuara.
Bersambung...