Pengantin Yang Tertukar

Pengantin Yang Tertukar
Episode 132


__ADS_3

Angga dan Sera pulang bersama Adam dan salah satu pelayan rumah wisnu untuk membantu Sera menjaga Adam agar tidak terlalu repot mengingat ada Sherly yang masih bayi. Tidak lupa dengan perlengkapan Adam, seperti baju-baju, popok dan susu. Dan, untungnya Adam sangat pintar sehingga tidak menangis saat berpisah dengan ibunya.


Keyra merasa sedih dalam hatinya, ibu mana yang rela berpisah dengan anak walau hanya sebentar walau bersama kakek kandungnya. Namun, demi menyenangkan hati suami, ia pun merelakan karena tidak terlalu lama juga mungkin kurang lebih 5 hari mereka berpisah karena pergi berbulan madu esok hari yang sudah di hadiahkan oleh Angga dan Bobby untuk hadiah pernikahan mereka. Angga dan Bobby patungan untuk membeli tiket tersebut ke pulau Bali.


"Jangan sedih, papah sama mamah pasti bisa menjaga anak kita," ujar Leo menenangkan istrinya yang nampak sedih melihat kepergian mobil mertuanya yang membawa Adam.


"Iya Le, hanya saja aku khawatir Adan akan menangis tanpa aku," cemas Keyra.


"Percayalah, anak kita pasti akan baik-baik saja." Leo meyakinkan. Keyra pun menghembuskan nafasnya perlahan lalu mengangguk mencoba percaya jika semuanya baik-baik saja.


"Kami pamit juga ya, hari sudah larut," pamit Dewi pada Leo dan Keyra yang sebelumnya sudah berpamitan pada kedua orangtuanya Keyra.


"Iya Omah, hati-hati di jalan," jawab Leo dan Keyra. Leo memanggil Dewi dan Bobby omah, opah mengingat ia adalah anaknya Angga dan Sera. Dan itu artinya dirinya juga cucu mereka.


"Hem, sekali lagi selamat ya atas pernikahan kalian. Semoga selalu di beri kebahagiaan hingga akhir hayat. Dan bersabar jika menghadapi berbagai macam cobaan. Setiap rumah tangga pasti selalu ada badai, tergantung kalian saja bagaimana caranya agar badai itu tidak menerjang pertahanan kalian. Namun, dengan saling percaya dan selalu bersama untuk bekerja sama, pasti akan di mudahkan kalian membuat benteng yang kokoh agar badai besar tidak menerjang pertahan kalian," ucap Dewi, ia sedikit memberi nasehat.


"Iya Omah, Leo akan selalu ingat nasehat Omah. Terima kasih." Dewi mengangguk sembari menyodorkan tangannya karena Leo meraihnya untuk di salimin, begitu juga Keyra.


"Cie, yang mau malam pertama," ledek Bobby saat Leo mencium tangannya.


"Apaan sih, mana ada malam pertama. Gak liat Adam udah gede gitu," sahut Leo, nyatanya memang bukan malam pertama.


"Iya memang udah ada Adam, tapi kan itu gak di sengaja, pasti gak puas, iya kan?" Ledek Bobby." Lagipula pernikahan kalian yang pertama, kamu belum menyentuhnya kan, kan?"


Leo menggaruk-garuk alisnya malu, yang di katakan Bobby benar.


" Jangan lupa minum resep yang di berikan oleh Angga, di jamin kuat dan tahan lama," bisik Bobby kembali.


Leo pun mengangguk pelan sambil mengacungkan jempolnya, membuat Bobby tertawa lalu beranjak masuk ke mobil yang di ikuti Dewi.


"Ayo sayang masuk," ajak Leo sesaat mobik Bobby dan Dewi menghilang dari karangan rumah.

__ADS_1


"Opah Bobby ngomong apa?" tanya Keyra karena ia tidak dapat mendengar, Bobby dan Leo berbicara bisik-bisik.


"Rahasia laki-laki, udah ayok masuk."


Leo dan Keyra masuk ke rumah, di sana masih ada Vira yang membatu beres-beres rumah.


"Mah, kami masuk ke kamar dulu ya," pamit Leo tanpa canggung atau malu lagi.


"Masuklah, Mamah mengerti," jawab Vira menahan senyumnya, ia tahu jika menantunya itu sudah tidak sabaran. Keyra malu dengan wajahnya yang sudah memerah.


"Ayo, sayang." Leo mengandeng Keyra, namun sesaat handak menaiki anak tangga. Leo menggendongnya membuat istrinya itu kaget atas apa yang ia lakukan.


"Leo, aku bisa jalan sendiri. Malu," bisik Keyra malu karena di lihat pelayan rumahnya dan masih ada mamah tentunya yang pasti melihat.


"Mereka mengerti sayang," jawab Leo santai lalu terus melangkah hingga sampai di kamar mereka yang kini berubah menjadi kamar pengantin romantis yang di hiasi kelopak bunga mawar merah berbentuk live di tengah-tengah tempat tidur.


"Wow, ini beneran kamar yang sering aku tempati?" tanya Keyra takjub tak percaya dengan apa yang ia lihat.


"Suka, suka banget malah. Terima kasih Leo." Keyra pun memeluk erat suaminya.


"Apa cuma terima kasih doang?" bisik Leo dengan napas memburu sembari menggigit kecil daun telinga Keyra sehingga bulu kuduk wanita itu merinding.


"A-aku, mandi dulu," jawab Keyra malu-malu dengan gugup. Leo tersenyum licik.


"Kita mandi bareng ya, biar menghemat waktu." Leo kembali berbisik. Keyra hanya bisa patuh lalu mengangguk pelan. Mendapatkan lampu ijo dari sang istri, Leo mengecup keningnya dan membatu Keyra melepaskan manik-manik di kepala.


Setelah usai, Leo membantu Keyra membukakan resleting belakang kebaya Keyra, ia turunkan perlahan sehingga terlihat punggung putih bersih nan mulus itu membuatnya menelan ludah. Leo mendekatkan kepalanya, lalu ia kecup punggung itu sehingga membuat Keyra merasakan sensasi luar biasa pada dirinya.


Leo yang sudah tidak kuat lagi menahan diri, ia langsung menggendong Keyra ke dalam kamar mandi. Lalu mereka melakukan pertama di sana hingga 1 jam lamanya. Namun tidak hanya di sana. Leo membawa Keyra ke gendongnya di depan dengan kedua kaki Keyra melingkar di pinggang tanpa melepaskan gulattan mereka yang masih belum usai dan melanjutkan nya lagi di tempat tidur hingga pagi menjelang subuh mereka baru berhenti.


" Kamu benar-benar binatang buas Leo. Tubuhku remuk semua dan pinggang ku rasa mau patah, gimana aku bisa jalan besok," omel Keyra. Sedangkan Leo hanya terkikih gemes melihat istrinya yang merajuk.

__ADS_1


"Tenang aja, besok aku gendong. Jadi gak perlu berjalan kan?" jawab Leo santai serasa tanpa dosa.


"Gak mau, malu lah."


"Dari pada jalannya kayak bebek? Ayo, pilih yang mana?" ledek Leo yang memeluk erat istrinya rasa tak ingin lepas.


"Ih, dasar jahat.' Keyra memukul dada Leo yang bidang itu cemberut membuat Leo kembali terkikih lalu mengecup bibir yang sudah lima centi itu.


"Udah deh, aku beneran capek," ucap Keyra saat Leo kembali menindihnya.


"Sekali lagi ya," pinta Leo melas.


"Tapi aku beneran capek banget, Leo. Gak ada tenaga lagi."


"Tenang aja, kali ini biar aku yang main. Kamu rebahan aja, oke!"


Keyra hanya bisa pasrah, walau di bilang cuma rebahan. Namun tetap aja lelah karena tubuh terus berguncang hebat.


Setelah selesai. Kedua nya membersihkan diri lalu kembali merebahkan diri.


"Tidurlah, biar besok kita berangkat ke bandara tidak terlalu lelah," ucap Leo mengecup kening Keyra.


"Besok berangkat jam berapa?" tanya Keyra


"Jam 10 pagi, maaf ya. Karena kita pergi bulan madu ke pulau Bali cuma naik pesawat umum. Bukan naik pesawat pribadi seperti artis yang baru menikah itu," ucap Leo.


"Aku juga gak minta Le, naik apapun yang penting bersama kamu aku mau kok."


"Terima kasih sayang, love you."


"Love you to." Keyra membenamkan kepalanya lalu memejamkan matanya katena sangat lelah dan mengangguk akibat pertempuran mereka yang semalaman tanpa di beri jeda oleh lelaki yang sangat kelaparan itu.

__ADS_1


Leo kembali mengecup kening Keyra, lalu ikut memejamkan matanya.


__ADS_2