
Leo berangkat ke kantor, ia memasuki gedung tinggi itu menuju ruangannya. Sesaat ia berpapasan dengan Nadira. Leo mengembangkan senyumnya lebar.
"Selamat pagi, Pak," sapa Nadira ramah sedikit membungkukkan badannya memberi hormat pada atasan.
"Pagi..." Leo merasa ada yang salah, Nadira terlalu formal padanya. Berbeda seperti hari hari sebelumnya.
"Ada apa dengannya?" batin Leo memperhatikan Nadira duduk di meja kerjanya.
Gadis itu fokus berkerja, ia tak mempedulikan banyak pesan masuk di handphonenya yang di kirim oleh Leo. Dan mengabaikan tatapan itu yang selalu Leo berikan padanya. Nadira hanya ingin bekerja dengan serius saat ini.
"Kenapa dengannya?" gumam Leo mengusap wajahnya kasar.
Setelah jam istirahat tiba, Leo mengejar Nadira yang sudah berjalan lebih dulu keluar dengan temannya menuju kantin.
"Nadira!" panggilnya dengan nafas terengah-engah.
Nadira menghentikan langkah begitu juga dengan temannya di sebelah.
"Leo, ada apa?" tanya Nadira berucap santai.
"Boleh kita bicara ... berdua?" ucap Leo melirik arah Nindi teman Nadira.
"Kalau gitu aku duluan ya... " sangat peka, Nindi pun berjalan lebih dulu ke kantin.
" Oke, nanti aku nyusul." kemudian Nadira menatap Leo," apa yang ingin kamu omongin?"
Leo menatap Nadira lekat, ia menghela pelan.
__ADS_1
"Kenapa akhir -akhir ini kamu sering menghindar dari aku? Apa aku punya salah?" tanya Leo.
"Kamu gak punya salah apa -apa, gak sama sekali!" jawab Nadira.
"Lantas, kenapa kamu menghindar dariku?" Leo sangat penasaran.
"Apa kamu tidak mendengar gosip di kantor ini" tanya Nadira.
"Iya, tapi apa hubungannya? "
" Tentu ada, Leo. Yang di gosip kan itu adalah aku, aku malu Le, setiap bertemu dengan siapapun aku selalu menjadi bahan omongan tak sedap. Makanya itu aku gak mau semakin memperburuk keadaan, tolong mengertilah," ucap Nadira lirih memohon.
Di kantor sudah sangat panas gosip tentang dirinya melebihi selebriti papan atas yang terkenal. Ia menjadi bahan cibiran panas mengenai perceraian antar Leo dan Keyra. Dan penyebab utamanya adalah dirinya yang di nyatakan sebagai pihak ke tiga.
"Tapi kenyataannya tidak seperti itu 'kan? Aku cerai dengan Keyra atas kehendak kami berdua, bukan karena kamu!" ujar Leo.
"Mereka tidak tahu apa-apa Leo. Dan kamu semakin mendekati ku, maka gosip itu akan semakin panas. Dan aku gak nyaman dengan itu." Ingin Nadira berteriak. Ia sudah lelah dengan gosip tersebut.
"Tolong bersikap sewajarnya, kalau di kantor bersikaplah layaknya rekan kerja, dan kalau di luar kantor anggap saja kita tidak saling kenal!" titah Nadira berucap dingin dengan nada tegas.
Setelah mengatakan itu Nadira berulang pergi dan meninggalkan Leo yang diam mematung sambil memandangi punggung Nadira yang semakin menjauh.
"Ck, pelakor! Aku kasihan sama mantan istrinya Leo yang lagi hamil, dasar wanita gak punya perasaan," cibir salah satu karyawan kantor yang melihat Nadira mengobrol dengan Leo tadi.
"Iya, gak punya hati banget. Dah tau istri Leo lagi hamil tapi masih aja di deketin. Akhirnya mereka cerai, kasihan banget, gara-gara dia rumah tangga mereka jadi berantakan," jawab temannya melirik sinis Nadira yang sudah duduk di kantin kantor bersama Nindi.
Nadira hanya menghela nafasnya panjang, cibiran itu terlalu menusuk hatinya yang tak tau apa-apa masalah perceraian Leo dan Keyra. Ketakutan ibunya terjadi, ia bahkan di salahkan juga oleh ibunya saat ini.
__ADS_1
Berita perceraian Leo sudah menyebar di kantor, dan semuanya mengambil kesimpulan akibat perceraian itu dan di sangkut paut kan dengan kedekatan Nadira dan Leo kala itu.
"Leo ngomong apa?" tanya Nindi kepo.
"Dia tanya, kenapa aku menghindarinya." jawab Nadira dengan nada lemah.
"Emang dia gak denger apa gosip du kantor ini, masih tanya segala," kesel Nindi pada Leo.
"Dia tau, dan dia jawab kalau perceraian nya gak ada hubungannya sama aku," jawab Nadira lesu.
"Tapi mereka gak ada yang tau 'kan masalahnya seperti apa? Mereka hanya percaya dengan apa yang di lihat. Dan itu salah aku juga kenapa harus dekat sama dia," lanjut Nadira sambil mengusap wajahnya kasar.
"Sudah lah, pokoknya sekarang jangan dekat dekat sama dia lagi, menghindar lebih baik dari pada semakin panas gosip miring ini."
Nadira mengangguk saat di beri nasihat oleh teman baiknya.
"Tapi aneh deh, kenapa Leo pengen banget deket -deket sama kamu? Jangan -jangan dia suka lagi sama kamu!" sambung Nindi menebak.
"Ya nggak mungkin lah, mereka cerai aja baru bulan lalu. Mana mungkin sudah langsung pindah ke lain hati secepat itu. Kamu kok ada-ada saja." Nadira terkekeh mendengar ucapan Nindi.
"Kayaknya Lei udah suka sama kamu sebelum mereka cerai deh," tebaknya lagi.
"Nin, udah deh. Nanti di dengar sama orang malah tambah runyam urusannya. Jangan berpikir aneh-aneh deh, itu gak mungkin, oke!"
Nadira dan Nindi melanjutkan makan siang mereka di jam istirahat dan terus berbincang santai. Namun di dalam pikiran Nadira tertuju pada ucapan Nindi, apa bener Leo menyukai dirinya? Ia tau, kalau pernikahan Leo dan Keyra bukan di dasarkan dengan adanya cinta.
"Nggak mungkin, walaupun Leo tidak mencintai Keyra, tapi Leo pasti masih mencintai Sera. Jadi mana mungkin dia menyukaiku." Nadira geleng-geleng menepis pikirannya.
__ADS_1