Pengantin Yang Tertukar

Pengantin Yang Tertukar
Episode 141 Season 2


__ADS_3

Malam hari yang nampak sudah larut. Sherly sudah tidur pastinya di kamar nya sendiri. Sera yang baru saja selesai mandi duduk di sisi kasur sambil mengeringkan rambutnya. Angga yang bersandar di kepala kasur pun mendekati lalu mengambil alih handuk di tangan Sera.


"Biar aku yang bantu."


Sera hanya tersenyum kecil, suaminya dengan lembut mengeringkan rambutnya.


"Sayang."


"Hem."


"Permintaan Lily tadi, apa kamu akan mengabulkan nya?" tanya Angga ragu-ragu.


Sera menoleh arah suaminya, lalu menatapnya dalam dengan tatapan sendu.


"A-aku ...."

__ADS_1


"Jangan memaksa jika memang masih belum siap. Aku mengerti! Lagipula tidak apa kok kita hanya memiliki dua anak aja. Biar nanti Leo yang akan memberikan keponakan yang banyak untuk Lily," kata Angga sambil mengelus pipi Sera lembut.


Angga sebenarnya sangat ingin menambah anak lagi. Apalagi usianya tidak lagi muda


Banyak anak itu yang ia inginkan agar tidak kesepian saat tua nanti.


Akan tetapi, ia tidak akan memaksa. Cintanya sangat besar ada Sera sehingga akan menuruti apapun yang istrinya itu pinta. Bahkan termasuk tidak lagi melahirkan anak.


Kepergian salah satu anaknya membuat Sera trauma. Wanita itu takut jika hamil lagi ia tidak bisa menjaganya sehingga membuat bayi nya pergi. Duka itu sangat menyakitkan untuknya, sehingga rasa takut, bersalah pun menyelimuti dirinya.


Beruntung memiliki suami seperti Angga. Suami yang pengertian, penuh cinta dengan kelembutan. Sara merasa bersalah padanya.


Angga panik." Sayang, kok malah nangis? Udah ya, gak apa-apa kok. Lagian Leo dan Sherly saja sudah cukup. Dan memiliki dua anak saja sangat merepotkan, keduanya kadang bikin darah tinggi. Banyangkan jika nambah anak lagi, bisa kena struk langsung aku," ucap Angga.


Sera masih menangis di dalam pelukan suaminya.

__ADS_1


"Sudah ya, jangan di pikirkan lagi. Ayo kita istirahat." Angga menghapus jejak air mata Sera lembut. Ia kecup Keningnya lama menyesali dengan perkataannya tadi sehingga membuat istrinya itu menangis.


"Mas, aku ingin punya anak lagi," ucap Sera membuat Angga terhayak.


"Aku ingin melawan rasa takutku Mas. Aku tidak ingin terus-menerus di hantui rasa bersalah dan menjadi takut untuk kembali memiliki anak," ucap Sera serius.


Angga tersenyum, kemudian ia kembali menarik Sera ke peluk kan nya.


"Jangan terlalu di pikirkan, serahkan semuanya dengan yang di atas. Jika kita memang di beri rezeki lagi ya Alhamdulillah. Aku senang juka kamu ingin kembali memiliki anak. Aku akan selalu ada bersamamu."


Sera menenggelamkan wajahnya di dada bidang Angga. Tekatnya sudah bulat untuk kembali memilik anak lagi. Walau rasa takut itu terus ada, ia akan mencoba melawannya. Menambah anak 1 atau 2 lagi seperti tidak apa.


"Terima kasih Mas, kamu selalu ada untukku. Aku mencintai mu Mas."


Angga mengecup seluruh wajah istrinya.

__ADS_1


"Kita mulai malam ini yuk! Aku akan berusaha keras supaya kecebong aku langsung hadir kembali di rahim kamu," bisik Angga.


"Dasar mesum, giliran masalah bikin membikin aja semangat banget." Sera memukul dada suaminya. Angga terkekeh lalu membaringkan perlahan Sera ke tempat tidur. Sera hanya pasrah dengan apa yang di lakukan oleh suaminya.


__ADS_2