
Setelah makan malam selesai, Keluarga Keyra pamit pulang. Tak lupa Keyra berpamitan pada ibu Endang, Angga dan juga Leo. Dan terakhir Keyra menghampiri Sera yang terlihat murung.
"Hey," sapa Keyra. Sera mendongakkan kepala menatap Sera lekat.
"Masih marah?" ejeknya seraya bercanda sambil terkekeh," aku mau pamit pulang loh? kamu gak mau peluk aku?"
Mata Sera merah yang sudah berkaca-kaca.
"Bodoh, kenapa kamu begitu bodoh... " Sera menangis, ia langsung memeluk Keyra erat.
Keyra hanya tersenyum membalas pelukan Keyra.
" Iya aku memang bodoh, tapi kamu masih mau kan berteman sama orang bodoh seperti ku?" ucapnya Keyra.
"Tentu saja, bodoh! Kau itu sahabatku, saudariku. Walaupun kamu melakukan hal bodoh tapi kamu tetep sahabatku yang aku sayang. "
Mata Keyra berkaca-kaca, ia begitu terharu. Dirinya memang bodoh,kenapa sahabat sebaik Sera ia hianati yang benar-benar tulus menyayangi dirinya. Tak kuasa menahan air mata, Keyra pun terisak di dalam pelukan sahabatnya itu.
" Hiks, maafkan aku ... maafkan aku," ujarnya sembari menangis sesengukkan.
"Iya aku memaafkan kamu, tapi kamu harus janji gak akan mengulangi nya lagi!"
__ADS_1
Keyra mengangguk senang sembari tersenyum. Kemudahan kembali memeluk Sera.
"Kalau begitu kami pamit dulu ya, Bu. Sekali lagi kami minta maaf atas semua kesalahan anak kami." ujar Vira berpamitan dengan ibu Endang.
"Setiap manusia tak pernah luput dari kesalahan maupun dosa. Begitu juga dengan Ibu! Ibu juga minta maaf kalau ada kesalahan." balas ibu Endang, kedua tangan saling genggam.
"Iya Bu... " Keduanya kimi saling berpelukan.
Setelah berpamitan kimi keluarga Keyra sudah dalam perjalan pulang, baju-baju Keyra sudah di bawa, mungkin ada beberapa saja yang tertinggal karena waktu tak banyak untuk memasukan semua ke dalam koper. Kini Keyra diam tanpa suara di dalam mobil, pandangannya menatap arah luar jendela.
"Pah, Mah. Apa boleh Keyra minta sesuatu?" tanyanya ragu.
"Minta apa sayang?" Vira bertanya balik.
Wisnu diam berpikir, Vira menggenggam tangan anaknya dan membawanya kedalam pelukan.
"Vindra setuju, biarkan saja Keyra pergi jauh supaya bisa melupakan bajing*n itu. Dan perlu jangan kasih tau sekalian kalau anaknya sudah lahir," sahut Vindra setuju, ia benar-benar kesal dengan Leo.
"Vin, gak baik ngomong kayak gitu," omel Vira.
"Nggak Mah, yang di katakan Abang benar. Keyra ingin pergi meninggalkan kota ini untuk beberapa tahun ke depan. Keyra ingin melupakan kenangan pahit ini Mah, Keyra mohon izinkan Keyra pergi!"
__ADS_1
Vira tersentak, namun ia tak dapat menolak permintaan anaknya itu. Mungkin dengan cara seperti ini Keyra dapat melupakan Leo harap-harap bisa move'on darinya.
Wisnu menghela." Baiklah, minggu depan kamu bisa pergi ke kampung Omah di Jogja. Papah harap kamu tidak menyesal dengan keputusan kamu!"
"Terima kasih Pah, iya Keyra gak akan menyesal. Keyra yakin tinggal di sana, karena Keyra ingin menetap untuk beberapa tahun kedepannya dan akan kembali setelah usia anak Keyra 5 tahun kemudian."
Keyra yakin dengan keputusannya, ia sudah memikirkan hal ini sebelum Leo mengatakan pada Keyra semuanya. Keyra tak ingin terus di bayangi oleh masa lalu yang kelam. Ia ingin keluar dari dosa dan berharap dapat hidup lebih baik lagi setelah menjauh untuk beberapa tahun.
"Tapi tolong jangan kasih tau Leo maupun Sera di mana Keyra tinggal. Tolong rahasiakan ini semua dari mereka," pinta Keyra kembali, ia benar-benar ingin melepaskan semuanya.
"Baiklah... "
Sementara itu, di kediaman ibu Endang. Angga dan Sera memutuskan menginap di sana. Sekarang ini kedua pasangan suami istri itu berada di dalam kamar. Angga terus memperhatikan istrinya, setelah kepulangan Keyra istrinya itu dari tadi hanya diam nampak jelas wajah murungnya.
"Sayang, kamu gak apa-apa?" tanya Angga pelan.
Sera tersenyum paksa, Angga dapat melihat di balik senyuman itu tersimpan maknanya.
"Aku gak apa-apa kok, ayo kita tidur!"
Angga diam ambil memperhatikan istrinya berbaring sambil menutupi dirinya dengan selimut. Angga menghela, ia tak tahan melihat istrinya tak ceria seperti biasanya. Apa yang sedang di pikiran Sera? bahkan sampai tak. ingin tidur di olehnya malam ini.
__ADS_1
"Sayang, apa kamu memikirkan tentang kejadian yang menimpa kita? apa kamu kesal, marah? Karena ini semua perbuatan sahabat kamu! Apa menyesal pada akhirnya kamu menikah sama aku, bukan Leo?" tanya Angga dingin menebak-nebak.