Pengantin Yang Tertukar

Pengantin Yang Tertukar
Season 2, emosi


__ADS_3

"Tolong kasih aku kesempatan Sherly. Aku bersungguh-sungguh mencintaimu, maafkan aku atas perbuatan ku yang awalnya memang menjadikanmu barang taruhan hanya demi sebuah motor. Tapi aku tidak bisa membohongi hatiku seorang karena aku benar-benar sudah jatuh cinta sama kamu." Devan memohon dengan nada lirih sambil meraih tangan Sherly, menggenggamnya erat.


"Aku ...."


"Aku janji akan memperbaiki semuanya, kita mulai hubungan ini dari awal lagi ya," bujuk Devan bersungguh-sungguh, tangan yang satunya membelai pipi Sherly lembut.


Sherly memejamkan kedua matanya sambil tersenyum manis dan menyentuh tangan Devan yang berada di pipinya. Kemudian ia membuka matanya menatap kekasihnya itu lembut penuh kehangatan.


"Aku maafkan mu dan berharap kumu benar-benar bertaubat agar tidak lagi mempermainkan perasaan wanita. Siapapun itu! Namun aku berharap cukup aku yang terakhir yang kamu jadikan mainan. Jangan ada lagi aku yang lainnya. Ingatlah ibumu, ibu yang telah melahirkan mu, dia juga seorang wanita bukan? Bagiamana perasaan mu jika dia di permainan oleh laki-laki. Apa kau tega melihatnya?'


Devan menggeleng.


"Begitu juga dengan orangtuaku, adik-adikku. Jika mereka tau apa yang sudah kamu lakukan padaku, aku yakin mereka tidak akan tinggal diam. Tapi aku masih baik hati, untuk memaafkan mu. Dan aku mohon berhentilah mempermainkan wanita, karena itu sama saja kamu mempermainkan ibumu!"


Devan bungkam dengan wajah sesal menatap Sherly sendu.


" Sherly, aku ...."


" Kamu sebenarnya anak yang baik Devan, sebab itulah aku jatuh cinta padamu dari pandangan pertama. Dari awal aku masuk kuliah sebagai ospek dan kamu senior ku. Aku kagum, setiap kali kamu memberi arahan pada setiap siswa baru, kamu melakukannya dengan sabar. Aku kagum kamu begitu pintar di bidang olahraga, bahkan tugas kuliah. Hanya saja pergaulan mu yang sangat di sayangkan sehingga kau tega mempermainkan setiap wanita termasuk aku, juga Imel sahabat kamu sendiri."


Sherly tersenyum miris saat berucap. Devan hanya diam mematung dengan pandangan serius menatap Sherly.


"Apa itu artinya tidak ada maaf lagi untukku, Sherly?" Devan susah payah Devan membuka suara.


"Allah saja maha pemaaf, lalu kenapa umatnya tidak untuk memaafkan?" jawab Sherly membuat senyum Devan mengambang.


"Tapi tidak untuk memberi kesempatan kedua, kita sebaiknya berteman saja. Kita tidak memiliki ke cocokkan."


Bagai di tusuk hati Devan mendengar tak ada kata kesempatan kedua untuk nya.

__ADS_1


"Kenapa?' tanya Devan sedikit meninggikan suaranya.


"Maaf Devan, seperti yang aku katakan tadi jika kita tidak cocok satu sama lain, kamu bisa mendapatkan wanita yang lain baik dari aku ...."


" Tidak, hanya kamu wanita yang terbaik buat aku Sherly. Tolong beri aku satu kesempatan lagi. Aku berjanji akan berubah!"


Sherly menggeleng, walau cintanya dalam pada Devan, dan ia juga dapat melihat ketulusan dari matanya yang bersungguh-sungguh ingin berubah. Namun Sherly bukanlah orang yang ingkar, ia sudah berkata pada Alex tidak akan mengubah keputusannya. Dan tetep milih Alex dari pada Devan, lelaki yang ia cintai.


"Maafkan aku, aku tidak akan mengubah keputusan ku menikah dengan Om Alex. Aku harap kamu tidak mengubah keputusan mu untuk berubah, berjanjilah Devan. Berjanjilah untuk menjadi laki-laki yang lebih menghargai wanita dan tidak mempermainkan hati wanita lainnya lagi."


Wajah Devan merah, menahan emosinya saat ini tak terima dengan keputusan Sherly.


"Apa kamu mencintai Om Alex?" Devan memegang kuat kedua lengan Sherly sembari menatapnya tajam.


"Aku tidak mencintai nya, tapi dia adalah laki-laki yang baik. Aku yakin dia bisa menjadi suami yang baik untukku," jawab Sherly yakin membuat Devan melepaskan cengkraman kedua tangannya.


"Apa yang kau pikirkan Sherly? Kamu tidak mencintainya tapi mau menikah dengannya. Apa kau sudah gila, hah?" herdik Devan.


"Tidak, Devan!" jawab Sherly cepat.


Devan tersenyum sinis." Lalu bagaimana kau mau menikah dengan lelaki yang tidak kau kenal, apalagi cinta?" tanya Devan menekan suaranya.


"Oh, aku tau. Pasti karena om Alex sudah mapan, dia memimpin perusahaan opah. Tentu saja punya banyak duit, sedangkan aku yang masih anak kuliahan, bahkan belum dapat pekerjaan. Sebab itulah kau memilih menikah dengannya, hanya karena harta?" Sinis Devan berucap dengan tuduhannya.


Sherly menggeleng tak percaya dengan tuduh-tuduhan Devan padanya.


"Aku pikir kau wanita yang berbeda Sherly, tapi nyatanya aku salah. Kau matre dan licik! Apa yang sudah kau berikan padanya sehingga om Alex mau menikahi mu, tubuhmu?'


PLAAAAAK ....

__ADS_1


"Keluar ... jangan ganggu aku lagi di masa depan." Sherly memilih mengusir Devan dari pada berdebat dengannya.


"Kau wanita munafik," ucap Devan.


"Ya, lebih baik munafik dari pada murahan. Masuk lobang keluar lobang sana sini, dan itu membuatku jijik. Setidaknya om Alex bersih, walau sudah tua tapi dia jauh lebih dewasa di bandingkan denganmu. Sekarang keluarlah, jangan lupa datang ke pernikahan ku nanti!"


Devan pergi dengan hati yang hancur. Nyatanya dirinya memang sudah sangat mencintai Sherly. Hanya saja ia gengsi dan sok tidak terjadi apa-apa di hadapan teman-temannya karena takut di bilang bucin.Namun, cintanya murni datang dari hati walau ada sedikit jengkelnya karena Sherly tidak mau di sentuh-sentuh olehnya. Namun ia tak bisa membohongi jika hatinya sudah penuh tersimpan nama kekasihnya itu. Sayangnya Devan tidak mau mengakui kesalahannya pada Sherly jika dirinya bertaruh, karena ia takut jika Sherly tau pasti akan pergi dan meninggalkan dirinya.


Dan sekarang semuanya benar, ketakutan yang ia takutkan selama ini terjadi. Sherly sudah mengetahuinya dan kini pergi meninggalkan dirinya bahkan mau menikah dengan omnya sendiri. Devan memukul-mukul jok motor nya kesal.


Dengan tangan yang terkepal, amarah mencuak. Devan mengendarai motornya melaju kencang melampiaskan amarahnya pada angin. Berteriak tak terima sambil terus mengendarai motor nya membelah jalanan menuju rumah Alex.


"Devan, kalau bukan pintu itu salam. Dan pelan. Kau merusak pintunya," omel Ratna saat Devan datang ke rumahnya dengan rusuh sehingga membuka pintu saja pakai kekuatan Samson sehingga kunci pintu itu rusak.


"Dimana om Alex?" tanyanya dingin dengan sedikit meninggikan suaranya.


Ratna geram, ia pun memukul kepala Devan hingga lelaki itu mengasuh kesakitan sambil menggosok-gosok kepalanya bekas pikulan.


"Dasar manusia sialan, datang ke rumah orang gak ada sopan-sopan ya?" Ratna kembali mengomel.


"Sabar Mah, sabar. Kita semua manusia." Bagas tiba-tiba datang menenangkan amarah istrinya. Namun Devan acuh.


"Ada urusan apa kau mencari ku?" Alex keluar dari ruang kantornya, berdiri di ambang pintu menyenderkan bahu nya sambil melipat kedua tangannya dada.


Devan menatapnya penuh kebencian. Tangan mengepal kuat dengan wajah memerah menahan amarahnya di hati sambil mengeraskan rahangnya. Dengan langkah cepat Devan menghampiri....


Buak ... Buak .... Devan memukul Alex bertubi-tubi.


"Devan, apa yang kamu lakukan?" pekik Ratna terkejut melihat anaknya di pukuli oleh cucunya sendiri.

__ADS_1


"Kau laki-laki tua brengs*k! Kau merebut kekasih ku? Apa kau tidak memikirkan perasaanku, hah?" Emosi Devan sambil menarik baju Alex.


"Aku brengsek? Lalu kau apa?" tanya balik Alex berucap santai dengan senyuman memandang Devan remeh.


__ADS_2