
Setelah menjelaskan yang lumayan singkat tapi cukup jelas itu membuat Alex sedikit resah. Takut jika istrinya akan marah, takut jika akan semakin mengambek padanya.
"Oh."
Akan tetapi, tidak di sangka-sangka jawab yang di berikan oleh Sherly. Hanya oh ria saja yang keluar dari mulutnya. Tentu saja itu membuat Alex bengong tak percaya.
"Udah gitu doang?" tanya Alex yang masih tak percaya.
Terus aku harus bilang WOW, gitu?" jawab Sherly.
Lagi-lagi membuat Alex terbengong-bengong. Tidak ada reaksi apa-apa, marah ataupun terkejut. Hanya bersikap acuh seolah tak sudah mengetahui semuanya.
"Emangnya kamu gak kaget? Ini semuanya udah di rencanakan loh, untuk ulang tahun kamu," ucap Alex.
"Terkejut sih nggak lah ya, biasa aja tuh. Udah lah, aku mau pergi dulu."
"Eh ...." Gak terkejut, gak marah. Tapi kenapa mau pergi bahkan nyeret koper segala. Nyesel tadi gak di buang aja. Alex pun langsung mengejar istrinya yang sudah berjalan hendak membuka pintu.
"Sayang kamu mau kemana? Katanya gak marah, gak terkejut dan biasa aja. Tapi kok malah mau pergi lagi?" tanya Alex yang kebingungan. Ia menghalangi pintu supaya istrinya gak bisa membukanya.
"Iya emang gak marah, emang gak terkejut. Sebab itu drama ini harus di lanjutkan, kan mau buat pesta kejutan buat aku, gimana sih," jawab Sherly.
Alex yang di buat pusing. Sudah tahu bukan kejutan lagi dong namanya. Alex pun mengusap wajahnya kasar.
"Ya tapi kan kamu udah tau, bukan kejutan lagi kan?" ucap Alex.
"Ya makanya aku pura- pura gak tau sekarang. Makanya gak marah dan gak terkejut tadi. Dah ya, pokoknya drama ini di lanjutkan, aku mau pestanya yang mewah dan harus bikin aku terkejut," ucap Sherly enteng.
Alex pun spontan langsung membulatkan matanya tak percaya. Gimana mau bikin terkejut jika sudah tahu, dan melanjutkan drama ini. Gimana caranya jika sudah tahu yang ada malah bingung memeran perannya yang sibuk dan tidak perhatian serta berpura-pura membelikan semua barang untuk orang lain dan membuat istrinya menangis bahkan sebel padanya.
"Terus kamu benaran mau pergi? Terus aku gimana dong, masa tidur sendirian, gak mau ah," ucap Alex, mana bisa tidur terpisah, Sherly ibaratnya adalah separuh belahan jiwanya.
__ADS_1
"Harus mau dong kan dramanya masih di lanjutkan, gimana sih. Lagian aku di rumah mamah cuma 3 hari aja kan sampai pesta kejutannya jadi," jawab Sherly santai.
"Ya masa aku sendirian di rumah?"
"Kan ada Ketty," jawab Sherly sembari menunjuk kucing peliharaannya.
"Oh jadi kamu kasih izin aku selingkuh sama Kitty?"
"Hah? Hey Kitty, kamu mau selingkuh sama suami aku?" tanya Sherly pada kucingnya.
"Miau ...." jawab Kitty.
"Tuh kan mau katanya, o
ya udah sana pergi. Jangan nyesel ya kalau kamu pulang perut Kitty sudah membesar," canda Alex pura-pura mengambek.
"Oh jadi kamu ngusir aku?" ucap Sherly.
Alex pura-pura merajuk lalu membawa kucing ke kamar.
Sherly menganga memandangi Alex yang mulai cuek tidak lagi melarangnya pergi justru malah mengusirnya dan bersenang-senang sama Kitty. Sherly memang sering cemburu jika Kitty deket-deket dengan Alex bahkan tidur saja maunya di dekat Alex.
"Loh, eh Mas maua kemana? Kamu gak pergi kerja?"
"Gak ah males, mending kelonan aja sama Kitty," jawab Alex lantang, ia terus melangkah menuju kamarnya.
"Terus aku gimana?" tanya Sherly menunjuk dirinya sendiri. Alex menghentikan langkahnya lalu memutar balik arah padanya.
"Katanya mau pergi, ya udah Sano pergi, nanti setelah 3 hari aku jemput. Bye," ucap Alex.
Mata Sherly membulat." Gak mau di cegah? Aku pergi nie," ucap Sherly.
__ADS_1
"Nggak ah, lagian tadi kan udah. Tapi karena kamunya gak mau, ya udah, nanti hati-hati di jalan ya."
Sherly pun menghentak kakinya kesal mendengar ucapan dari suaminya yang terlihat acuh.
"Ih, dasar nyebelin. Gak peka," ucap Sherly kesal.
"Loh yang gak peka itu apanya?" tanya Alex.
"Ya di cegah kek, di bujuk kek," ucap Sherly sebel.
"Loh, kan tadi udah. Tapi kamu nya gak mau kan? malah kekeh mau pergi juga." Herman Alex, tadi di cegah malah kekeh mau ngelanjutin drama ini, giliran di panas-panasin sama kucing malah kepanasan benaren.
"Ya kan bisa langsung di gendongan bawa ke kamar gitu, kalau udah di kamar, aku juga gak akan pergi kok. Dasar lelaki semuanya sama aja, gak peka!"
Dengan langkah kesel Sherly masuk ke kamar lalu menutup pintu dengan membanting. Alex mematung menatapnya. Ibu hamil mau nya apa sih? Heran dah. Sabar-sabar ....
Telpon Alex berbunyi.
"Assalamualaikum, Mah."
"Waalaikumsalam, gimana? Sukses?" tanya Sera, dan ternyata ada Keyra di sana.
"Cut, cut. Gatot. Sherly nyanudah tau," jawab Alex.
"Hah? Kok bisa sih! Itu pasti kamu yang bilang ya," ucap Sera dan Keyra barengan. Alex bahkan menjauhkan hp dari kupingnya.
"Mau gimana lagi," jawab Alex. Sear dan Keyra menepuk keningnya, ternyata bukan hanya para suaminya saja yang ember, sebab itulah para lelaki tua itu tidak ada yang tahu. Ternyata Alex pun sama, harus giamna lagi caranya supaya tidak membocorkan sandiwara ini.
"Oke, lanjut ke rencana B." Dan ternyata sambungan telepon itu menyambung ke Dewi dan Ratna.
"Hah?" Rencana apa lagi yang akan di rencanakan oleh emak-emak ini. Mau menolak ya takut durhaka, gak menolak ya sensara. Nasib-nasib.
__ADS_1