
Rombongan Nick masih berada di dalam perjalanan menuju Bandung. Mereka tengah beristirahat makan dia sebuah rumah makan Padang.
Sejak mereka dekat kenal dengan Raffa dan Kayla, rumah makan Padang merupakan rumah makan favorit bagi mereka untuk dijadikan tempat mengisi perut mereka yang kosong.
"Kita makan dulu, ya," ujar Nick setelah dia menghentikan mobilnya di depan rumah makan tersebut.
Mereka pun turun dari mobil. Kanaya melangkah beriringan dengan suaminya, meskipun Raju bersikap dingin pada istrinya, tapi jika di hadapan kedua mertuanya dia berusaha untuk tetap biasa saja.
Mereka masuk ke dalam rumah makan yang luas, Nick dan Gita memilih tempat yang menghadap ke TV besar yang ada di tengah-tengah rumah makan.
Hal ini sudah menjadi kebiasaan mereka, menikmati makanan khas Minang sambil menyaksikan berita tau siaran yang dipasang di TV tersebut.
"Kamu mau makan apa?" tanya Kanaya pada Raju.
"Rendang ayam dan acar," jawab Raju.
Kanaya pun mengambilkan makanan untuk suaminya, dia melakukan hal itu karena perintah dari Ibunya.
Gita mengajarkan dirinya menjadi seorang istri yang baik untuk Raju, dia menuruti apa yang dikatakan oleh ibunya meskipun hatinya sama sekali tidak menyukai Raju.
Kanaya melakukan hal ini agar kedua orang tuanya tidak kecewa dengan dirinya, apalagi dia merasa yakin, Raja akan memperjuangkan cinta mereka maka mereka akan bersatu pada suatu hari nanti.
Mereka pun menyantap makan siang dengan lahapnya, Gita dan Nick melihat putri dan menantunya dengan rasa bahagia.
Mereka yakin, cinta di antara keduanya akan tumbuh dengan sendirinya, meskipun mereka butuh waktu dalam menyatukan cinta mereka.
Selesai makan, Nick membayar tagihan makan mereka, awalnya Raju ingin menawarkan diri untuk membayar tagihan tersebut tapi dia mengurungkan niatnya.
"Yah, nanti biar aku yang bawa mobilnya. Biar ayah istirahat saja," ujar Raju pada ayah mertuanya.
Sebagai seorang menantu dia merasa tidak enak disupiri oleh ayah mertuanya, sementara itu dia bisa membawa mobil.
Biasanya setiap kali Raju pergi dengan orang tuanya selalu dia dan Raja yang bergantian membawa mobilnya.
Nick tersenyum menerima tawaran dari Raju, dari sini dia tahu bahwa menantunya merupakan seorang pria yang baik.
Nick bersyukur bisa mendapatkan menantu seperti Raju, pribadi Raju tidak jauh berbeda dengan sahabatnya Raffa.
Meskipun gayanya dingin dan cool, tapi hatinya baik.
__ADS_1
"Ya sudah, kalau begitu," ujar Nick.
Setelah mereka selesai makan, mereka pun keluar dari rumah makan. Nick memberikan kunci mobil kepada sang menantu.
Raju mengambil kunci mobil tersebut lalu mereka pun masuk ke dalam mobil, kini Raju duduk di bangku kemudi dan Kanaya duduk di sampingnya.
Setelah memastikan semua orang duduk dengan aman di mobil Raju pun mulai melajukan mobil meninggalkan Rumah makan Padang itu.
Tak berapa lama Raju melajukan mobilnya, Nick dan Gita pun tertidur. Kini tinggallah Raju dan Kanaya.
Raju menoleh ke arah sang istri. dia melihat istrinya masih terbangun.
"Kalau kamu mau tidur, tidurlah," ujar Raju pada Kanaya dengan mata tertuju ke depan.
Kanaya menoleh ke arah Raju, dia tidak mengetahui bahwa Raju sempat memperhatikan dirinya.
"Dasar cowok dingin, apa salahnya dia melihat padaku saat berbicara," gumam Kanaya di dalam hati kesal.
Kanaya pun merebahkan posisi kursinya agar dia bisa tidur dengan nyenyak, dia akan mengabaikan Raju yang mengemudi seorang diri.
Dia mencoba memejamkan matanya tanpa memikirkan sang suami mengemudi tanpa ada yang menemaninya.
Melihat reaksi Kanaya, Raju pun menyalakan MP3 mobil itu, dia menyetel lagu-lagu yang ada di memory ponselnya.
"Pria ini selera lagunya bagus juga, jauh berbeda dengan sikapnya yang dingin padaku," gumam Kanaya di dalam hati.
Dia belum bisa tertidur karena pikirannya tengah berkelana ke mana-mana.
Beberapa menit Kanaya mencoba memejamkan matanya tapi tidak bisa tertidur, akhirnya dia kembali menyetel kursinya dengan posisi semula.
Raju sekilas menoleh ke arah sang istri, dia tersenyum di dalam hati melihat tingkah istrinya, tetapi dia berpura-pura mengabaikan apa yang dilakukan oleh sang istri.
Menjelang waktu maghrib mereka sampai di rumah kediaman keluarga Nicholas.
Raju menghentikan mobilnya, lalu mereka pun turun dari mobil.
Kanaya dan Gita langsung masuk ke dalam rumah sedangkan Raju dan Nick mengeluarkan barang-barang yang ada di bagasi.
Mereka mengangkat barang tersebut dan membawanya masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
"Terima kasih ya, Nak," lirih Nick setelah Raju membantu Ayah mertuanya membawakan barang-barang mereka.
"Sama-sama, Yah. Ayah tidak usah sungkan," ujar Raju sopan.
Nick tersenyum mendengar ucapan Raju.
"Ayah tidak salah pilih mencari menantu sebaik kamu, Ayah harap kamu bisa menjaga Kanaya dengan sebaik-baiknya," ujar Nick berpesan pada Raju.
Raju tersenyum getir mendengar ucapan Ayah mertuanya, dia sadar bahwa dia tidak akan bisa menjaga Kanaya dengan baik karena dia tahu bahwa jika dia melakukan hal itu berarti dia menyakiti hati saudara kembarnya.
"Ya sudah, Yah. Aku masuk kamar dulu," ujar Raju.
Raju meninggalkan Ayah mertuanya, lalu dia melangkah menuju kamar Kanaya.
Saat di dalam kamar, Raju mendapati sang istri tengah duduk di atas tempat tidur sambil bermain ponsel.
Dia mengabaikan keberadaan sang istri, dia langsung mengambil pakaian gantinya lalu melangkah menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Perjalanan yang panjang membuat tubuhnya terasa lengket dan gerah, dengan mandi dia akan kembali segar.
Tak berapa lama, keluar dari kamar mandi sudah mengenakan pakaian santai. Dia mengenakan kaos serta celana training panjang. Raju bersiap-siap untuk melaksanakan shalat maghrib.
Di saat Raju sudah siap untuk melaksanakan shalat, Kanaya masih asik dengan ponselnya.
"Apa yang dilakukan gadis itu dengan ponselnya? Apakah dia tidak sadar waktu maghrib sudah masuk?" gumam Raju di dalam hati.
Raju enggan untuk mengingatkan istrinya akan kewajibannya sebagai seorang muslim.
"Ehem." Raju sengaja berdehem sebelum dia melakukan shalat.
Kanaya merasa Raju tengah menyindir dirinya yang masih asik bermain ponsel, Kanaya meletakkan ponselnya di atas kasur lalu dia pun melangkah masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Kanaya terlihat cuek saat waktu maghrib masuk karena saat ini dia sedang datang bulan, makanya dia santai dengan ponselnya.
Saat Kanaya sudah membuka pakaiannya dia langsung memasukkan pakaian kotornya tersebut ke dalam mesin cuci yang sudah tersedia di dalam kamar mandinya.
"Aaaaaaaa," pekik Kanaya.
Dia menyadari dia lupa membawa pakaian gantinya.
__ADS_1
Raju sempat mendengar teriakan sang istri, tapi dikarenakan dia masih dalam menjalani ibadahnya, dia mengabaikan teriakan tersebut.
Bersambung...