
"Mbak, Mbak Sherly gak apa-apa?" panik Tina melihat Sherly yang nampak lemas.
"Mbak, aku antar ke rumah sakit ya!" ajaknya, ia takut istri dari bos nya itu kenapa-napa.
Sherly yang melihat Tina panik malah tertawa. Tentu saja membuat Tina kebingungan, sebenarnya ada apa dengan istri dari bosnya itu? Gak mungkin langsung kesurupan bukan? Tadi sedih, eh sekarang malah tertawa, membuatnya semakin jadi takut saja.
"Mbak, jangan nakut-nakutin saya deh. Jadi takut nie," ujar Tina. Sherly pun semakin cekikikan.
"Mbak ...."
"Oke-oke, aku gak akan menakut-nakuti kamu lagi, sakit perut ku gara-gara terus ketawa," ucap Sherly mencoba menghentikan gelak tawanya.
Tina masih merasa kebingungan.
"Sebenarnya ada apa sih? Bukannya tadi Mbak Sherly sedih karena pak Alex lagi bohong sama Mbak?"
"Oh, itu karena saya hanya akting doang," jawab Sherly santai. Tina semakin tidak mengerti.
"Maksud nya apa sih Mbak? Gak ngerti deh, suer!" Tina mengangkat kedua jarinya karena benar-benar tidak mengerti.
Sherly menghembuskan nafasnya.
"Sebenarnya Mas Alex itu lagi akting Kak. Daia itu sengaja berbohong karena mau membuat kejutan untuk ulang tahun aku," cerita Sherly sembari terkekeh. Ia sudah tahu pasti ini adalah kejutan yang berlanjut. Walaupun kata suaminya sudah tidak lagi di lanjutan, tapi nyatanya sekarang drama di lanjutkan.
__ADS_1
Tina masih tidak mengerti, ia bahkan sampai garuk-garuk kepalanya yang tak gatal sembari mencerna kata-kata Sherly.
"Ah, sudahlah. Nanti kamu tau sendiri, kalau gitu aku pulang duluan ya, laper." Pamit Sherly sembari melambaikan tangan pada Tina yang menatapnya kebingungan masih tidak paham.
"Kamu itu ngomong opo toh Mbak? Yo aku ko gak mudeng ya," ucapnya Tina.
*****
Sesampai di rumah Sherly masuk ke kamar. Ia merebahkan dirinya setelah selesai makan seketika di perjalanan pulang tadi. Sekarang tinggal menunggu kedatangan suaminya. Jika drama berlanjut, maka ia pun akan memainkan perannya dengan berpura-pura sedih atas kebohongan Alex. Sherly berencana ingin membuat yang membuat kejutan malah terkejut.
"Oke Mas, kita mulai syutingnya. And ... acetion," ucap Sherly dengan senyuman miringnya.
Tak lama kemudian Alex pulang, seketika masuk ke rumah lelaki itu mencari sosok istrinya berada.
"Sayang, kamu di mana?" cari Alex. Ia pun menuju kamarnya.
"Sayang, sayang kamu kenapa? Apa ada yang sakit?" tanya Alex panik.
"Jangan menyentuhku, pergi kamu dari sini! Kamu jahat, kamu tega sama aku. Aku benci kamu!" usir Sherly tegas, ia menatap suaminya tajam.
Alex membatu, ada apa? Bukan panik lagi yang Alex rasakan saat ini.
"Sayang, kamu ini kenapa? Kenapa aku gak boleh menyentuh kamu, apa aku berbuat salah?" tanya Alex bingung.
__ADS_1
Sherly menoleh arahnya dengan tatapan tajam, aktingnya benar-benar marketop layaknya artis papan atas. Patut di acungi jempol karena sukses membuat Alex memucat melihat istrinya yang sangat membenci dirinya.
"Kenapa kamu berbohong sama aku Mas? Kemana kamu hari ini?" tanya Sherly sinis.
Alex nampak terlihat gugup." A-aku, aku ...."
"Dah lah Mas, aku tau kamu tidak ke kantor hari ini. Kamu bahkan pergi ke luar kota, kenapa masih saja.kamu berbohong sama aku Mas? Apa salah aku, bukannya sudah janji gak akan berbohong lagi sama aku, apa kamu benar-benar tidak ingin bersama aku lagi, hah?" ucap Sherly pura-pura marah. Tapi aktingnya benar-benar sempurna bahkan tak terlihat sama sekali jika dirinya sedang akting.
Alex terkejut mendengar ucapan istrinya.
"Sayang, bukan seperti itu. Ini cuma ...."
"Dah lah Mas, aku sudah capek. Ingat Mas, aku ini lagi hamil. Kalau kamu tidak mau lagi urusin aku, aku gak apa-apa kok. Masih banyak di luaran sana lelaki yang mau menjadi ayah sambung anak kamu, toh aku masih cantik," ucapnya menggoda, dalam hati Sherly ingin sekali tertawa melihat tampang Alex sekarang ini.
"Sayang, tidak bukan seperti itu. Aku gak aka pernah izinkan kamu perg6fari hidup aku, apa lagi mencari ayah pengganti untuk anak aku. Aku gak akan pernah izinkan!" tegas Alex.
"Terserahlah Mas, aku lelah, aku capek. Mending kita benaran pisah ranjang aja malam ini. Tapi kamu tenang aja kok, aku bakalan tetep tinggal sini dan tetep menjalani sebagai istri yang baik. Tapi kita gak tidur satu kamar, sebaik nya kita tenangkan diri masing-masing dulu." Setelah mengatakan itu Sherly pergi dari kamar dan masuk ke kamar sebelah.
Alex meneteskan air matanya menatap kepergian istrinya. Apa lagi sekarang ini? Kenapa malah semakin rumit, ini sudah tidak benar. Alex pun segera menelepon mertuanya.
"Assalamualaikum, ada apa Lex?" ucap Sera.
"Waalaikumsalam Mam. Mah, Sherly benar-benar marah, Alex gak mau lagi melanjutkan ini lagi, sudah cukup sampai di sini. Alex gak mau pisah sama Sherly Mah," ucap Alex lirih. Ia menceritakan tentang kejadian beberapa menit sebelumnya tadi.
__ADS_1
"Apa!" Sera sangat terkejut. Dalam hatinya penuh sesal yang sangat amat dalam. Tidak menyangka jika sampai seperti ini, apa memang sudah keterlaluan.
"Apa yang harus aku lakukan sekarang? Bagiamana- ini?" panik Sera, ia mengacak-acak rambutnya prustasi.