Pengantin Yang Tertukar

Pengantin Yang Tertukar
Bab 45


__ADS_3

Semua mata kini tertuju ke arah Kayla yang baru saja berteriak menyebutkan nama putra sulungnya.


"Raja, apa-apaan kamu ini? Kamu ingin membatalkan pernikahan yang sudah mama dan papa lakukan terhadap kamu?" tanya Kayla pada putra sulungnya.


"Ma, aku hanya melakukan apa yang seharusnya aku lakukan saat ini. Aku tidak mau semakin banyak orang tersakiti dengan pernikahan ini," ujar Raja pada wanita yang sudah melahirkannya itu.


"Tapi bukan seperti ini juga caranya," ujar Kayla.


"Tidak, Ma. Aku akan mencari kebahagiaanku bersama Kanaya," ujar Raja pada ibunya.


Raja pun hendak melangkah keluar dari rumah meninggalkan semua orang yang ada di sana.


"Raja!" teriak Kayla.


Kayla pun jatuh tak sadarkan diri di atas lantai.


Seketika langkah Raja terhenti, dia membalikkan tubuhnya lalu melihat sang ibu yang kini tergeletak di lantai tak sadarkan diri.


"Mama," teriak Raja.


Raja pun berlari mengejar sang ibu, dia pun meninggalkan Kanaya yang kini diam terpaku di ambang pintu rumah.


"Mama!" teriak Raja.


Raffa langsung memeluk tubuh sang istri, dia mendekap erat tubuh sang istri.


"Mama," lirih Raju.


Buliran bening jatuh membasahi pipinya, dia merasa hancur saat melihat ibunya yang kini tak sadarkan diri.


Alex memeriksa denyut nadi sang kakak, dia kaget dengan apa yang telah terjadi.


"Innalilahi wa Inna ilaihi Raji'un," lirih Alex


Semua mata tertuju pada Kayla, lalu mereka pun menangis dan berteriak menyebut nama Kayla.


"Mama!" teriak Raja lagi.


Kania kaget saat mendengar suaminya berteriak memanggil mamanya, pria tampan itu terus menyebut nama Mamanya dengan mata terpejam.


"Sayang," lirih Kania.


Kania berusaha membangunkan sang suami yang kini masih memejamkan mata dengan mulut terus memanggil nama wanita yang sudah melahirkannya.


"Mama," isak tangis Raja membuat Kania semakin panik.


Kania pun menggoyangkan tubuh sang suami, dia terus berusaha membangunkan sang suami agar suaminya terbangun dari mimpi buruknya.

__ADS_1


"Mama," teriak Raja lagi.


Akhirnya Raja pun terbangun dari tidurnya, dia pun menoleh ke arah sang istri.


"Apa yang telah terjadi?" tanya Kania pada Raja heran.


Raja kini terlihat sangat panik, dia melihat ke arah sekelilingnya.


Dia mendapati Kania berada di sampingnya masih di atas tempat tidur.


Raja masih berusaha menetralkan napasnya yang kini tersengal-sengal karena cemas dan panik.


"Mama," lirih Raja.


Tanpa menjawab pertanyaan dari istrinya, Raja langsung melangkah keluar dari kamar.


"Ma," panggil Raja.


"Mama." Raja terus memanggil nama wanita yang telah melahirkannya itu.


Semua orang yang ada di sana saling berpandangan melihat apa yang telah dilakukan oleh raja.


Mereka heran melihat tingkah Raja yang aneh


"Sayang," lirih Kania.


"Maaf," lirih Kania kepada semua orang yang ada di situ.


Kania membawa suaminya melangkah menaiki anak tangga lalu mengajak sang suami masuk ke dalam kamar lagi.


Kania membawa Raja duduk di atas tempat tidur, kini Mereka pun duduk saling berhadapan di pinggir tempat tidur.


"Sayang, kamu minum dulu, ya," lirih Kania.


Saat ini Kania belum tahu apa yang tengah terjadi pada sang suami, yang penting baginya saat ini dia ada menemani sang suami yang saat ini masih kacau.


Kania mengulurkan segelas air putih kepada sang suami, Raja langsung mengambil gelas yang di berikan oleh sang istri lalu dia pun menenggak air yang ada di dalam gelas tersebut.


Kania mengelus lembut lengan kekar sang suami, seolah memberikan ketenangan kepada sang suami yang kini masih cemas.


"Kania sebenarnya apa yang telah terjadi?" tanya Raja pada sang istri.


"Sepertinya kamu baru saja mengalami mimpi buruk," jawab Kania memberitahukan kepada sang suami.


Raja terdiam mendengar jawaban dari sang istri, dia pun mulai mencoba mengingat-ingat apa yang baru saja terjadi pada dirinya.


"Astaghfirullah al'azhim," lirih Raja.

__ADS_1


Raja sudah dapat mengingat mimpi buruk yang baru saja dialaminya.


"Memangnya kamu mimpi apa," tanya Kak Nia kepada sang suami.


Wanita itu penasaran dengan mimpi buruk yang baru saja membuat suaminya panik dengan seketika.


Raja diam, dia tidak berani berkata apapun karena dia takut menjadi permasalahan di antara hubungan dirinya dengan Kania nantinya.


Raja takut terjadi apa-apa dengan ibunya nanti.


****


Hari yang ditunggu-tunggu oleh kedua orang tua pun datang, acara resepsi pernikahan antara 2R dengan Kanaya dan Kania.


Semua orang berangkat dari rumah kediaman Surya Atmaja menuju gedung yang telah disewa oleh Raffa untuk mengadakan acara tersebut.


Mereka berangkat dengan semua mobil yang ada di dalam garasi menuju lokasi resepsi pernikahan secara bersama-sama.


Raja dan Kania berada di dalam mobil yang sama dengan Raju dan Kanaya, Raju dan Kanaya tak banyak bicara antara satu sama lain.


Mereka saat ini memendam rasa yang ada di hati mereka masing-masing.


Saat di mobil, Kania sengaja merebahkan kepalanya di lengan kekar pria yang sudah sah menjadi suaminya itu.


Sementara itu Raju dan Kanaya melihat apa yang telah dilakukan oleh Kania terhadap suaminya tersebut karena mereka duduk tepat di belakang Raja dan Kania.


"Raja, Apakah kamu lupa dengan janji manismu kepadaku? kamu sudah berjanji padaku bahwa kamu akan memperjuangkan Cinta kita," gumam Kanaya di dalam hati.


Kanaya merasa ada sesuatu hal yang telah berubah pada diri pria yang sangat dicintainya itu, hati Kanaya semakin memanas melihat pemandangan yang ada di hadapannya apalagi saat itu Raja yang menyatakan bahwa dirinya tidak mencintai Kania membiarkan wanita itu memeluk erat tubuh Raja seakan Kania takut kehilangan sang suami yang telah jelas bahwa suaminya adalah wanita yang jelas mengakuinya sebagai seorang saudara.


Hati Kanaya semakin lama berada di dalam mobil tersebut semakin memanas, wanita itu tidak dapat lagi menahan rasa cemburu dan amarah yang kini membuncah di hatinya.


Dia tidak menyangka Kania akan melakukan hal ini tepat di hadapannya.


Saat sampai di gedung tempat resepsi pernikahan yang akan dilaksanakan, b mereka turun dari mobil satu persatu.


Setelah mereka turun dari mobil, Mereka pun akan langsung masuk ke dalam sebuah ruangan yang digunakan khusus untuk para pengantin.


Saat mereka telah berkumpul di ruangan tersebut, Kanaya menatap tajam ke arah Raja.


Mereka pun dihias oleh tata rias yang sudah disewa oleh keluarga Surya Atmaja dalam pelaksanaan acara resepsi pernikahan ini yang dilakukan secara besar-besaran.


Saat Kanaya sudah selesai dihias, sebelum mengenakan pakaian adat yang biasa digunakan, dia pun minta izin ke kamar mandi sebentar.


Yang mana saat itu, Raja juga berada di toilet kamar mandi.


Saat Raja hendak keluar dari kamar mandi tersebut, Kanaya mendorong Raja kembali masuk ke dalam kamar mandi.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2