Pengantin Yang Tertukar

Pengantin Yang Tertukar
Episode 99


__ADS_3

Sebelum ketiga teman satu kantor Nadira datang, seorang laki-laki dari jarak tak jauh memperhatikan keduanya yang sedang berbincang, dan dapat mendengar apa saja yang keduanya katakan. Sesaat hendak menghampiri, tiba-tiba ketiga wanita itu datang menghampiri dulu ke meja Nadira dan Sera sehingga orang itu menghentikan niatnya dan kembali memperhatikan.


Setelah mendengar salah satu dari ketiga wanita itu mengatakan bahwa Keyra lah seorang pelakor yang menghancurkan hubungan rumah tangga orang, membuatnya sangat terkejut, tangannya mengepal erat, rahang kokoh ya mengeras kuat menahan amarahnya.


"Nadira! Apa maksud semua ini? Apa yang mereka katakan?" tanya Sera, dan laki-laki itu menahan diri untuk tidak menghampiri karena ingin dengar lebih lanjut.


"Ser, itu semua gak bener. Mereka asal menuduhku tanpa bukti," jawab Nadira meyakinkan Sera.


"Alah, semua orang di kantor sudah pada tau kelakuan busuk kamu, Nad. Kami juga melihat dengan mata kelapa sendiri kalau kamu sering jalan sama Leo, itu juga sebelum perceraian terjadi, ngaku aja deh!" selah teman kantornya itu nyolot.


"Hentikan Amira! Kamu gak tau apa-apa masalah ini, jangan semakin membesar-besarkan masalah," bentak Nadira marah.


"Memang benar kok ... eh Mbak, hati-hati saja sama dia, pokoknya jauhin suami kamu darinya. Nanti kamu mengalami nasib yang sama seperti istrinya Leo!" ucapnya mengingatkan Sera. Sera masih tak mengerti sama sekali, ia nampak kebingungan.


"Iya bener, buktinya belum ada setahun Leo cerai sama istrinya, tapi dia sudah ngejar -ngejar kamu!" sahut teman kantor yang satunya mengompori.


Nadira hendak menjawab dengan amarahnya, namun tiba seseorang datang mengejutkan dirinya.


"Nadira! Jadi ini kamu mau putus dari aku? Apa karena kamu menjadi selingkuhan lelaki bajing*n itu? Dan menyebabkan perceraian adikku?"


Sera semakin di buat terkejut dnegan kedatangan seseorang yang ia kenal. Ada apa uni sebenarnya? Kenapa Nadira di tuduh menjadi penyebab perceraian Leo dan Keyra, dan kenapa juga bisa Vindra kenal dengan Nadira. Apa lagi yang ia tidak ketahuan sekarang.


"Kalian saling kenal?" tanya Sera menatap keduanya. Nadira mengangguk pelan, lain hal dengan Vindra yang acuh sembari menatap tajam Nadira.


"Kepala tiba-tiba pusing, aku sama sekali tidak tahu masalah ini...," ucap Sera mengusap wajahnya," dan kalian bertiga, kalau tidak tau akar permasalahan nya, jangan suka menjadi lambe turah, gak ada kerjaan lain selian mengurusi urusan orang. Gak ada untungnya buat kalian!"


Sera menegur ketiga wanita tersebut dengan nada tegas.


"Ck di kasih tau malah ngeyel. Nanti kalau sudah kejadian baru nyesel. Udahlah yuk cabut."


Sera menghembuskan nafasnya lega, akhirnya ketiga wanita itu pergi juga. Semakin lama di sini maka. keadaan semakin memanas.

__ADS_1


"Jawab Nadira! Apa ini kamu minta putus dari aku?" tanya Vindra sekali lagi dengan bentakan.


"Gak ada hubungannya dengan mereka di antara kita, Vindra. Aku murni mau putus sama kamu, bukan karena ada pihak ketiga atau keempat," balas Nadira dengan nada tinggi menatap tajam Vindra.


"Abang yang di ucapan kan Nadira itu benar, Leo tidak mung..."


"Diam Sera, jangan ikut campur. Ini urusanku dengannya," potong Vindra cepat.


Sera langsung bungkam dan menatap sendu Nadira, ia percaya sahabatnya bukanlah seperti itu, begitu juga dengan Leo. Ia tau apa penyebab perceraian mereka. Tapi kenapa Nadira menjadi korban gosip itu?


"Jangan membentaknya Vindra!" Nadira langsung mendekati Sera," kamu gak apa-apa?" tanyanya cemas, apa lagi ia tau kalau orang hamil sangat sensitif.


"Aku gak apa-apa?" jawab Sera. Nadira bernafas lega, lalu kembali menatap Vindra.


"Kamu begitu kasar pada wanita Vindra, sebab itulah aku minta putus darimu. Kau selalu saja bertingkah seenaknya padaku, bahkan bersikap kasar, tanpa peduli perasaanku sama sekali. Apa salahnya aku minta putus, aku berhak mendapatkan kekasih yang jauh lebih baik dari pada kamu!"


"Itu karena kamu tidak mau menurut padaku, Nadira. Jangan jadikan alasan ini untuk menutupi kebusukkan mu karena sudah selingkuh dari suami adikku. Kau benar-benar wanita murahan yang tidak tau diri!"


Dengan kuat Nadira menampar wajah Vindra, kesabarannya sudah kehabisan batasnya.


"Tutup mulut kamu, Vindra. Aku bukan wanita murahan, dan kau sebaiknya pergi dari sini dan jangan ganggu aku lagi!" ucap Nadira dingin mengusir Vindra.


"Kau berani padaku?" Vindra mencengkram pergelangan tangan Nadira kuat. sehingga tidak gadis itu meringis. Dan menyeretnya, entah handak di bawa ke mana oleh Vindra.


Sera mencoba menghentikan, namun lagi -lagi Vindra membentaknya dengan ucapan yang sama. Sesaat Vindra masih menarik pergelangan Nadira dan menyeretnya berjalan menuju mobil, tiba-tiba seseorang datang dan langsung memberikan pukulan pada wajah Vindra hingga lelaki itu tersungkur ke lantai.


"Ya Allah..." Sera dan Nadira terkejut, lalu keduanya menoleh kearah si pelaku.


"Leo!"


Leo tersenyum lembut pada Nadira, lalu menghampiri dan membawanya ke dalam pelukan.

__ADS_1


"Kamu gak apa-apa?" tanyanya khawatir.


"Aku gak apa-apa, terima kasih karena sudah membantu," jawab Nadira lirih, sebenarnya ia sangat ketakutan dengan sikap kasar Vindra.


Sera diam mematung memperhatikan Leo dan Nadira, apa benar kalau keduanya memiliki hubungan? Pertanyaan itu ingin sekali ia lontarkan pada keduanya, tapi sekarang bukan waktunya yang tepat mengingat Vindra masih di sana yang sedang mencoba bangkit.


"Ck, pasangan yang serasi. Benar-benar cocok! Yang satu lelaki brengs*k, dan yang satunya wanita murahan," desis nya sini mengusap darah segar mengalir di sudut bibirnya.


"Siapa yang kau sebut brengs*k, aku atau kau! Jangan lupa, kalau aku menceraikan Keyra karena ulahnya sendiri! Dan gak ada hubungannya dengan Nadira," ucap Leo.


"Ck, apa bedanya dengan seorang brengs*k. Lo bahkan jauh lebih brengs*k sebagai seorang ayah. Apa lo tau sekarang anak lo udah lahir apa belum? ... gak tau kan? Ck bukan brengs*k itu namanya!"


Leo bungkam, ia tak lagi menjawab ucapan Vindra. Ia memang tidak tahu menahu keadaan Keyra sekarang, apa sudah lahir atau belum. Tapi jika di ingat bulan kehamilannya pasti waktunya sudah lahiran. Lalu apa kabar dengan anaknya, laki-laki atau perempuan? Leo nampak melamun.


"Gak tau kan? Ck, lo menang lelaki brengs*k. Gue bersyukur adik gue pergi dari kota ini, berharap lo gak akan pernah bertemu dengan anak lo sendiri seumur hidup, agar lo tau gimana rasanya penyesalan!" tegas Vindra, dengan senyum dinginnya.


Leo terhentak, ia menatap Vindra dalam.


"Di mana Keyra sekarang?" tanya Leo.


Vindra tertawa sinis." Untuk apa? Bukannya lo jijik ngeliat adek gue, lalu untuk apa lo tanya lagi, mau mencacinya, hah?" sinis Vindra menatap penuh kebencian.


Leo tertegun, ia menundukkan kepalanya. Vindra tersenyum dingin menatap kearah Nadira.


"Selamat untuk kalian berdua, bersenang-senanglah."


Setelah mengucapkan itu, Vindra beranjak. Sera mengejarnya dengan sedikit berlari.


"Abang, tunggu!" Sera memanggil, dan Vindra menghentikan langkahnya," apa benar Keyra udah lahiran, Bang?"


Sera berharap Vindra mau memberitahu nya di mana keberadaan Keyra. Tapi nihil, Vindra tak menjawab sama sekali, bahkan pergi begitu saja. Sera mendesah kecewa memandang punggung kepergian Vindra hingga masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


"Di mana kamu Key? Semoga kamu dan anakmu sehat-sehat selalu di sana."


__ADS_2