Pengantin Yang Tertukar

Pengantin Yang Tertukar
Episode 120


__ADS_3

Ibu Fatimah langsung menuruti permintaan Abian, ia meminta salah satu keluarganya meminta Keyra dan Leo datang ke rumah sakit. Salah satu keluarganya ibu Fatimah pun mengangguk dan susah mengetahui alamatnya rumah neneknya Keyra dan segera langsung menghampiri.


"Apa kamu Mbak Keyra?" tanya pak Abdul pada Keyra yang sudah berada di kediaman nenek.


"Iya, ada apa ya Pak?" tanya Keyra.


"Mbak, tolong Mbak ikut saya ke rumah sakit. Tolong aja juga saudara Leo," ujarnya membuat Keyra nampak bingung.


"Sebenarnya ada apa ya pak?"


Pak Abdul menarik nafasnya perlahan menatap Keyra sendu." Abian kecelakaan, sekarang dia berada di rumah sakit dan ingin bertemu dengan Mbak serta saudara Leo," jelasnya sedih.


Keyra menutup mulutnya tak percaya, ia langsung menangis dam Leo langsung menghampiri menatap bingung menatap bingung dengan Keyra yang menangis.


"Keyra, ada apa?" tanya Leo, ia menatap lelaki di hadapan Keyra.


"Le, Abian kecelakaan," ucap Keyra menangis, ia memeluk Leo dengan jantung berkecamuk.


Leo terkejut, ia juga tak percaya dan langsung pandangannya ke arah pak Abdul meminta kebenaran. Dan pak Abdul mengangguk membuat Leo memejamkan matanya membalas pelukan Keyra erat, ia benar-benar sangat terkejut dengan berita Abian.


"Ayo kita ke rumah sakit, Le. Abian ingin bertemu sama kita," ajak Keyra lirih masih terisak mendongak menatap Leo.


"Iya, ayo kita ke sana. Tapi jangan bawa Adam ya, biar dia tinggal aja di rumah."


Keyra mengangguk, pak Abdul masuk ke mobil. Lalu Leo, Keyra menumpang di dalamnya. Setelah perjalanan tidak terlalu memakan waktu, mobil pak Abdul sudah memasuki perkiraan. Leo turun bersama Keyra dan di susul pak Abdul. Ketiganya berjalan tergesah-gesah menuju kamar Abian dengan tangan Leo menggenggam tangan Keyra dan tidak lepas sampai masuk ke ruangan Abian.


"Mas Abian." Keyra melepas paksa tangannya di tangan Leo dan langsung menghampiri Abian yang sedang terbaring lemah dengan kepala di perban.


"Mas ...." Keyra terisak, duduk di lantai menggenggam erat tangan Abian, ia benar-benar tidak percaya jika sosok malaikat seperti Abian tengah terbaring lemah.


"K-Keyra," ucapnya dengan suara lemah.


"Iya Mas, Keyra di sini. Mas jangan banyak bicara dulu ya, supaya cepat sembuh," ucap Keyra mencoba menahan tangisnya.

__ADS_1


"Leo." Abian melirik Leo dengan menggerakkan kelopak mata melihat Leo taj jauh dari Keyra.


Leo mendekat, ia berjongkok di samping Keyra.


"Aku di sini, bertahanlah. Bukankah kita adalah rival?" ucap Leo terkekeh, namun dalam hati sangat sedih melihat keadaan Abian. Bahkan matanya sudah merah.


"Leo, aku mohon sama kamu untuk menjaga Adam dan Keyra. Aku serahkan mereka padamu, tolong jangan sakiti Keyra lagi, cintai dia seperti aku mencintainya. Aku menyerahkan mereka karena hanya kamu yang aku percaya bisa membahagiakan mereka. Aku mohon rujuklah dengan Keyra, dan membahagiakan dia."


Abian bersungguh-sungguh menyerahkan Keyra dan Adam pada Leo. Karena ia begitu besar mencintai ibu dan anak itu sehingga tak mau mereka kenapa-napa tanpa dirinya yang melindungi. Ia percaya jika Leo sudah mencintai Keyra, sebab itulah ia mempercayai jika lelaki itu bisa memberikan cinta dan kasih sayang pada Keyra dan Adam.


"Apa kamu sudah menyerah?" tanya Leo, ia bercanda sebenarnya.


"Iya, aku menyerah. Keyra tidak mau menikah denganku, karena dia hanya mau menikah lagi denganmu dan masih mencintaimu," ucap Abian, ia melirik Keyra yang hanya diam menangis.


"Baiklah jika itu memang mau kamu, aku akan rujuk kembali padanya. Tapi, asal kamu mau membantuku merawat Adam. Karena aku tidak tau apa-apa cara merawat nya, lalu siapa yang aku suruh-suruh untuk membuatan susunya Adam, jika bukan kamu," ucap Leo.


Air matanya sudah mengalir jika mengingat kejadian waktu itu, di mana ia dan Abian sangat kompak merawat Adam, walau sering ada pertengkaran kecil yang terjadi. Namun, sangat menyenangkan jika berteman dengannya.


"Dasar bodoh, kamu harus belajar sendiri mulai dari sekarang. Awas ajak kalau susu Adam kamu habiskan lagi," ucap Abian terkekeh, walau keadaannya sangat lemah dengan napas terengah.


Leo menggeleng, sambil mengusap cepat air matanya." Kamu harus kuat Abian, Adam butuh kamu walaupun kamu tidak bisa menjadi ayahnya, tapi kamu bisa menjadi om nya. Bertahanlah, aku mohon."


"Keyra, kamu mau kan rujuk lagi sama Leo?" Abian menatap Keyra, mempererat genggaman tangan Keyra di tangannya.


Keyra mengangguk cepat." Iya Mas, aku mau rujuk lagi sama Abian. Tapi aku mohon bertahanlah, dan jangan banyak bicara lagi."


"Aku senang mendengarnya, dengan begitu aku bisa pergi dengan tenang," ucap Abian memaksa senyum, dan memejamkan matanya.


"Tidak, tidak. Aku mohon jangan, Mas aku mohon bertahanlah," teriak Keyra panik.


"Abian, bangun. Bertahanlah Abian, jika kamu pergi aku tidak akan menikahi Keyra lagi, biarkan saja dia menderita, apa kamu denger itu Abian," sentak Leo.


Keluarga Abian menangis, sedangkan ibunya pingsan.

__ADS_1


"Dokter, dokter tolong selamatkan mas Abian," pinta Keyra memohon pada dokter yang baru saja datang.


"Kami akan usahakan, tolong semuanya keluar. Kami akan menangani Abian."


"Bertahanlah Abian, aku menunggumu sadar untuk menikah dengan Keyra. Jika kamu tidak pergi aku tidak akan menikahinya," ancam Leo.


"Mas, aku mohon bertahanlah. Jangan pergi Mas, aku mohon berjuanglah," ucap Keyra sebelum semuanya benar-benar pergi meninggalkan ruangan, Keyra sempat melihat Abian yang mulai kejang dan napasnya terengah-engah dengan mata tertutup.


"Leo, Abian tidak akan pergi kan?" tanya Keyra menatap Leo.


Leo menggeleng, ia menangkup kedua pipi Keyra dan membalas tatapannya.


"Abian bukanlah orang yang lemah, aku yakin dia pasti bisa melewati masa kritisnya dan kembali lagi pada kita semua. Percayalah, karena tidak akan terjadi apa-apa padanya." Leo meyakinkan Kerya, dan wanita itu mengangguk. Leo pun menarik Keyra ke dalam pelukannya.


***


"Dok, tekanan darahnya kurang stabil, dan dia mengalami kekurangan darah," ucap sang suster di dalam ruangan operasi.


"Gawat Dok, kita kekurangan darah AB+, pasien membutuhkan darah sekarang," ucap suster yang satunya.


"Kasih tau keluarganya, siapa tau mereka ada yang mau menyumbang darah mereka,"perintah dokter.


"Baik, Dok." Suster itu berlari keluar ruangan, ia menghampiri keluarga Abian yang menunggu.


"Di mana keluarga pasien?" tanya suster.


"Kami sus, bagaimana keadaan anak kami?" ucap ayahnya Abian yang tengah memeluk istrinya yang sudah mulai sadarkan diri.


"Pasien kekurangan darah, siapa di antara kalian memiliki darah AB+?"


"Saya sus, tapi saya memiliki penyakit diabetes? Apa bisa," ucap ayahnya Abian, hanya dirinya yang memiliki darah yang sama dengan Abian. Sedangkan ibu dan adik Abian golongan darah O.


"Sayang sekali, anda tidak bisa mendonorkan darah Anda. Apa ada yang lain?"

__ADS_1


Semuanya terdiam, lagi -lagi semuanya kembali menangis kerana tak bisa melakukan apa-apa sekarang.


"Biar saya yang mendonor. Darah saya AB+, dan saya tidak memiliki penyakit apapun. Tolong bawa saya," ucap seseorang gadis berhijab, ia beru saja datang dengan wajah sudah di penuh air mata. Gadis itu berpakaian kebaya berwarna kream. Walau make'up nya luntur karena air mata, namun kecantikannya tetep terlihat. Keyra memperhatikan gadis itu, dalam hatinya bersyukur karena ada yang mau mendonorkan darah untuk Abian dan berharap bisa terselamatkan . Tapi siapa gadis itu, apa dia orangnya yang akan di lamar oleh Abian. Keyra terus menatapnya yang sudah mengikuti langkah suster masuk ke dalam ruangan untuk pemeriksaan lebih lanjut lagi.


__ADS_2