Pengantin Yang Tertukar

Pengantin Yang Tertukar
Bab 9


__ADS_3

Mereka sampai di rumah Reza dan Lisa, 5 mobil pribadi masuk ke dalam pekarangan sebuah vila megah yang terdapat di pinggir pantai.



Pekarangan Villa yang luas membuat mereka bebas dalam memarkirkan mobil mereka.


Reza dan Lisa sudah menunggu kedatangan tamu-tamu mereka.


Semua orang turun dari mobil, para orang tua heboh karena mereka sedang reunian, sementara itu para anak-anak hanya diam bingung melihat kehebohan mereka.


Raju dan Kanaya turun dari mobil, mereka masih bingung harus bersikap seperti apa.


Sebagai seorang istri, Kanaya hanya mengikuti langkah sang suami yang kini ikut masuk ke dalam vila, sedangkan Raja memilih duduk di luar setelah Raju dan Kanaya masuk sehingga mereka sama sekali belum bertemu.


Raja enggan bergabung dengan semua orang yang kini sedang heboh saling bercerita karena mereka baru saja bertemu.


"Kalian bisa pilih kamar yang mana yang kalian suka," ujar Reza setelah mereka melepas rasa kangen.


Berhubung jam masih menunjukkan pukul 00.08 dini hari, mereka masih butuh istirahat, jadi Reza menyuruh teman-temannya untuk beristirahat karena esok hari mereka akan melaksanakan acara yang penting.


Mereka pun membawa barang-barang mereka masing-masing ke kamar yang sudah mereka pilih.


"Raju, Naya, kalian di sini aja, di kamar samping mama," ujar Kayla.


Kayla tahu saat ini putranya dan sang menantu sedang bingung.


Raju menoleh ke arah Kanaya, lalu dia pun melangkah mengikuti apa yang dikatakan oleh wanita yang sudah melahirkannya.


Kayla dapat melihat sikap canggung di antara putranya dan sang menantu, seketika Kayla teringat dengan apa yang dulu pernah menimpa dirinya.


Dulu Kayla terpaksa menikah dengan Raffa, dan akhirnya dia pun hidup bahagia dengan dikaruniai 4 orang anak yang sudah dewasa.


"Semoga kalian bisa hidup bahagia, seperti yang mama rasakan saat ini, aamiin." Kayla membathin mendo'akan rumah tangga putranya yang baru saja dimulai.


"Ada apa?" tanya Raffa tiba-tiba datang menghampiri sang istri yang masih berdiri di depan pintu kamar.


"Ah, tidak apa-apa." Kayla menutup rasa khawatir yang ada di dalam hatinya.


"Mhm, Raja mana? Dia tidur di mana?" tanya Raffa pada Kayla saat menyadari putranya masih belum masuk kamar.


"Oh, iya. Di mana dia? Aku coba cari dia dulu," ujar Kayla.


Kayla pun meninggalkan suaminya begitu saja, dia mengabaikan Raffa yang ingin bermanja-manja dengannya.

__ADS_1


"Ya, begitulah kalau sudah ada anak, yang jadi nomor satu selalu anak, sedangkan suami menjadi nomor ke sekian kalinya," gerutu Raffa.


Dia pun melangkah masuk ke dalam kamar.


Kayla pun melangkah keluar vila, saat berada di teras. Kayla melihat putranya yang kini sedang duduk di sebuah gazebo yang terdapat di taman.


Kayla pun melangkah menghampiri Raja yang sejak tadi selalu bermenung seorang diri.


"Raja, apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Kayla pada putranya.


Raja menoleh ke arah asal suara yang mengajaknya bicara, dia melihat wanita yang sangat disayanginya kini sudah berdiri di samping kursi tempat dia duduk.


"Mama," lirih Raja.


"Ada apa Mama di sini? Sudah malam, Ma, nanti mama masuk angin," ujar Raja sangat mengkhawatirkan keadaan mamanya.


"Menurut kamu apa yang Mama lakukan di sini kalau tidak untuk mencari kamu," ujar Kayla merasa terharu atas perhatian dari putranya.


"Oh, mama cari aku?" tanya Raja.


"Iya, Sayang. Apa yang kamu lakukan di sini? Ayo kita masuk, sudah malam kamu istirahat dulu," ujar Kayla penuh perhatian.


"Baiklah, Ma." Raja pun berdiri.


Dia melangkah bersamaan dengan mamanya masuk ke dalam villa lalu dia pun mencari kamar yang masih kosong, setelah itu dia pun membaringkan tubuhnya di atas ranjang dan beristirahat. dia mencoba menenangkan pikiran dan hatinya dari guncangan yang baru saja dihadapinya.


Raju merasa tubuhnya lengket dan berkeringat.


"Aku ingin mandi, tubuhku terasa gerah," ujar Raju tak berapa lama mereka saling diam.


Kanaya menganggukkan kepala tanda mengerti apa yang dikatakan oleh Raju.


Setelah itu Raju mengambil pakaiannya yang ada di dalam koper dan membawanya ke kamar mandi dia pun siap untuk membersihkan diri.


Raju sengaja membawa pakaiannya ke dalam kamar mandi, karena dia tidak ingin memperlihatkan tubuhnya pada Kanaya.


Diamasih belum bisa bersikap layaknya seorang suami kepada Kanaya, karena dia masih menganggap Kanaya sebagai orang lain.


Di saat Raju membersihkan diri, Kanaya membuka ponselnya.


Dia men-scroll layar ponselnya, melihat berbagai status teman-teman sosialnya.


Tak sengaja dia melihat status Kania.

__ADS_1


'Hari yang berat.😭😭'


Kanaya mengernyitkan dahinya, dia mulai penasaran dengan apa yang terjadi pada temannya.


Berawal dar OSPEK hingga akhirnya Kanaya dan Kania menjadi sahabat yang sangat dekat.


πŸ’Œ "Ada apa, Nia?" tanya Kanaya penasaran.


Kanaya mengomentari status WhatsApp milik sahabatnya.


πŸ’Œ "Naya😭😭😭." Kania mengakhiri balasan komentarnya dengan emoticon menangis.


Kanaya penasaran dengan apa yang terjadi pada sahabatnya, di tengah malam Kania masih membalas komentar darinya.


"Apa yang terjadi pada Kania?" gumam Kanaya di dalam hati.


Ingin rasanya Kanaya menghubungi Kania, dia hendak menekan tombol calling, tapi hal itu tidak jadi dilakukannya karena Raju sudah keluar dari kamar mandi.


Mata Kanaya tertuju pada Raju yang kini sudah mengenakan baju kaos dan celana traning.


Kanaya langsung meletakkan ponselnya lalu dia pun berdiri mengambil pakaiannya. dia bersiap untuk masuk ke dalam kamar mandi dia ingin membersihkan dirinya yang terasa lengket dan penuh keringat.


Tanpa berkata apa-apa, Kanaya langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.


Seketika dia lupa akan status sahabatnya.


Usai mandi, Raju mengambil bantal dan selimut lalu dia memilih untuk tidur di atas sofa yang ada di dalam kamar tersebut.


Raju memilih untuk tidur di atas sofa, dari pada dia tidur bersama Kanaya di atas tempat tidur yang sama.


Saat Kanaya keluar dari kamar mandi, dia melihat Raju sudah tertidur pulas di sofa.


Ada rasa sedih yang menyelinap di hatinya.


"Aku yakin kamu pasti merasa terpaksa dalam pernikahan ini. Apakah kamu akan bersikap seperti ini seterusnya?" lirih Kanaya sedih.


Kanaya pun membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur.


Dia mulai memejamkan matanya, tak butuh waktu lama, Kanaya langsung tertidur pulas karena lelah selama di perjalanan.


Setelah memastikan istrinya tidur, Raju bangun, ternyata dia hanya pura-pura tidur agar dia bisa keluar dari kamar itu tanpa sepengetahuan istrinya.


Saat ini Raju ingin sekali bertemu dengan Raja, karena dia ingin berbicara dengan saudara kembarnya.

__ADS_1


Raju keluar dari kamarnya, saat itu samar-samar dia melihat seorang wanita menaiki anak tangga menuju lantai 2.


Bersambung...


__ADS_2