
"Iya, Yah. Kania sudah bilang sama aku," jawab Raja.
"Mhm, baguslah kalau begitu. Kalian harus siap-siap lebih awal, pesawat akan berangkat pukul 07.00. Jadi sebelumnya kita harus sampai di bandara," ujar Reza
"Iya, Yah. Berarti habis subuh kita langsung berangkat?" tanya Raja pada ayah mertuanya.
"Iya," jawab Reza.
Sejenak mereka terdiam.
"Mhm, Raja." Reza menoleh ke arah sang menantu.
Raja balik menoleh ke arah ayah mertuanya.
"Ada apa, Yah?" tanya Raja pada Kania.
"Ayah tahu, kamu menikah dengan putri ayah karena terpaksa, tapi ayah yakin Kania bisa mencintai suaminya dengan tulus, begitu juga sebaliknya yang ayah inginkan," ujar Reza penuh harap.
Reza sudah 2 kali menikahkan putrinya dengan pria yang bukan dicintai kedua putrinya, tapi Alhamdulillah pernikahan putri pertamanya berjalan dengan lancar hingga akhirnya kini putri sulungnya sudah hidup bahagia bersama keluarga kecilnya.
Kali kedua ini, dia juga ingin putrinya bahagia bersama suaminya.
Raja terdiam mendengar ucapan ayah mertuanya. Seketika dia teringat dengan wajah Kanaya yang tengah mengharapkan perjuangan cinta darinya, tapi seketika dia juga mengingat istrinya yang kini terlihat ikhlas menjadi istrinya.
"Mhm, maukah kamu berjanji pada ayah?"
Raja menautkan kedua alisnya, lalu menatap dalam pria yang kini sudah menjadi mertuanya.
"Janji?" lirih Raja bingung.
"Iya, jika kamu memang tidak mencintai Kania. Paling tidak kamu jangan sakiti dia, karena Kania itu hatinya sangat lembut, ayah tidak sanggup melihat dia menangis," ujar Reza pada sang menantu.
"A-apa ma-maksud, Ayah?" tanya Raja.
"Jika suatu hari nanti kamu memang tidak sanggup menjalani rumah tangga dengan Kania, kembalikan dia pada ayah tapi jangan pernah kamu menyakitinya," ujar Reza penuh harap pada Raja.
Raja terdiam mendengar kata-kata dari ayah mertuanya, dia tak menyangka ayah mertuanya akan berkata seperti itu padanya.
Kini Raja mulai dilanda kebimbangan, hatinya yang masih jelas-jelas teruntuk pada istri saudara kembarnya. Tapi, kata-kata Reza padanya membuat dirinya harus melakukan sesuatu.
"Astaghfirullah, Ya Allah, apa yang harus hamba lakukan," gumam Raja di dalam hati.
"Ayah, Bang Raffa, kalian di sini?" tanya Kania yang tiba-tiba saja datang menghampiri mereka.
"Eh, putri kesayangan ayah. Ada apa? Ayah pinjam suamimu sebentar," ujar Reza pada sang putri.
__ADS_1
"Lama juga boleh, Yah." Kania tersenyum sambil menatap dalam ke arah sang suami sehingga suaminya mulai salah tingkah ulahnya.
"Hehehe, kamu ada perlu dengan Raja?" tanya Reza pada putrinya.
"Mhm, karena besok kita mau berangkat ke Padang. Aku mau ngajakin Bang Raja keluar sebentar, Yah," ujar Kania.
"Hah? Ke mana?" tanya Raja.
"Ayo, ikut saja," ujar Kania.
Kania pun menghampiri sang suami, lalu Kania menarik tangan Raja meminta sang suami untuk berdiri.
Kania menggandeng lengan kekar sang suami setelah Raja berdiri.
"Oh, ya udah. Kalian hati-hati, ya," ujar Reza tersenyum pada putri dan menantunya.
"Iya, Yah." Senyum riang Kania dapat dilihat jelas oleh sang ayah.
"Ya Allah, berikanlah kebahagiaan pada putri mereka, jadikan rumah tangga mereka sebagai ibadah bagi mereka, aamiin," gumam Reza di dalam hati.
"Kami pamit dulu ya, Yah," ujar Kania.
Kania pun menyalami sang ayah lalu mereka berlalu keluar dari villa.
"Kita mau ke mana?" tanya Raja saat mereka sudah berada di samping sebuah mobil.
Mereka masuk mobil, Kania yang biasa membawa supir ke mana dia pergi memilih untuk diantar sopirnya.
"Pak kita ke Malioboro," perintah Kania.
Kania merupakan putri dari pengusaha sukses yang berkecimpung dalam dunia wisata.
Hampir semua pariwisata yang ada di Yogyakarta dikuasainya, dan tidak lupa beberapa tempat wisata yang ada di Sumatera barat sudah ada di dalam genggamannya.
Ayah Kania sudah menjalani bisnis keluarganya sejak kecil, mulai dari mendirikan Resort, Villa, hotel dan lainnya.
Sehingga Kania tumbuh dengan harta yang melimpah, tak jauh berbeda dengan suaminya.
Mereka hidup mewah sejak kecil, tapi karena ibu Kania hanyalah seorang dosen yang berasal dari desa, dia tetap menerapkan kehidupan yang sederhana pada putrinya.
"Malioboro, Dia mau ngapain ke Malioboro?" gumam Raja.
"Aku mau shoping, Sayang. Kita besok kan mau berangkat ke kota Padang, jadi aku harus menyiapkan banyak hal," ujar Kania seolah mengerti dengan wajah suaminya yang kini mempertanyakan tujuannya pergi ke Malioboro.
"Oh," lirih Raja.
__ADS_1
Kania duduk di samping suaminya, dia bergelayut manja di lengan sang suami.
Dia harus lebih agresif lagi untuk mendapatkan hati sang suami.
"Sayang, malu sama pak sopir," ujar Raja berusaha menghindar dari sang istri.
Raja memperhatikan gerak gerik sang istri, dia melihat dengan jelas bahwa saat ini sang istri berjuang keras mengambil hatinya.
"Ya Allah, aku harus bersikap memalukan di hadapan pria ini, tapi demi meraih hati pria yang kini sudah sah menjadi suamiku, aku rela menjatuhkan harga diriku," gumam Kania merasa malu dengan apa yang sudah dilakukannya.
Meskipun dia tahu apa yang kini dilakukannya dapat membuat Raja menginjak-injak harga dirinya, tapi dia melakukan hal ini hanya demi mendapatkan ridho Allah dan mempertahankan haknya sebagai seorang istri.
Hanya kepada Allah dia menyerahkan diri dan memohon pertolongan dalam meraih cinta sang suami.
"Buat apa malu, Pak Karto juga udah tahu kalau kita suami istri. Lagian apa pun yang akan kita lakukan pak Karto tidak akan peduli," ujar Kania cuek.
Raja menghela napas panjang, dia tidak akan sanggup melawan ucapan istrinya.
Saat mereka sampai di Mall, Raja dan Kania turun dari mobil.
Kania melangkah di samping suaminya, seperti biasa, dia bergelayut manja di lengan kekar milik sang suami.
"Pelakor saja harus agresif buat mendapatkan suami orang, kenapa aku istri sah tidak boleh agresif, toh yang aku dapat bukan dosa tapi pahala," gumam Kania.
Gadis lugu dan anggun itu terpaksa cuek dengan apa yang kini dilakukannya, meskipun ada rasa malu yang menyelinap di hatinya, dia berusaha mengabaikan perasaan itu.
Mereka melangkah berkeliling mengitari mall, Kania melihat-lihat berbagai pakaian yang diinginkannya.
Dia ingin mencari pakaian yang cocok untuknya di saat berada di Padang. Dia harus terlihat anggun dan cantik di mata sang suami.
Kania tidak akan membiarkan sang suami melirik wanita lain selain dirinya.
Kania mengajak Raja masuk dan keluar toko, dia membeli pakaian atau apa pun yang diinginkannya dengan suka hati tanpa memikirkan Raja yang kini terlihat bosan.
Wajah pria itu mulai kusut, Kania menyadari hal itu.
"Sayang, apakah kamu lelah?" tanya Kania pada sang suami.
"Mhm," gumam Raja malas.
"Ya sudah kalau begitu kita istirahat dulu sambil makan di sana," ajak Kania.
Saat mereka sampai di depan sebuah food court seorang wanita menghampiri mereka.
"Raja," panggil wanita tersebut.
__ADS_1
Bersambung...