Pengantin Yang Tertukar

Pengantin Yang Tertukar
Episode 130


__ADS_3

Keyra membantu mamahnya membereskan piring-piring bekas makan malam bersama keluarga Leo tadi. Walau sudah ada 3 pelayan namun mereka tetep membantu.


"Abang sama kakak ipar kamu udah pulang Nak?" tanya Vira.


"Udah Mah, emang abang gak pamit?" Keyra bertanya balik soalnya merasa heran dengan ibunya yang tidak tahu.


"Yah begitulah abang kamu, datang tidak di undang pulang tanpa pamit. Kakak ipar kamu juga malah ikutan," jawab Vira.


"Bukan begitu sih kayaknya Mah, tadi saat aku lagi bersama Nadira lagi membersikan meja tiba-tiba abang menyuruh Nadira pulang dengan buru-buru. Kalau Nadira pamit sama Mamah dulu pasti abang marah karena kelamaan menunggu, sebab itulah Nadira gak pamit," jelas Keyra, ia tidak ingin kakak iparnya menjadi jelek di mata kedua orangtuanya akibat ulah abangnya.


"Huuuh, abang kamu ini selalu saja seperti itu. Benar-benar," heran Vira menghela. Keyra tersenyum lega, setidaknya ia sudah memberi tahu kenapa Nadira selalu tidak pamit saat mereka pulang, karena Vindra selalu menyuruh pulang dengan keadaan mendadak dan terburu-buru.


Keyra mencuci tangannya, ia menghampiri Leo yang masih bermain dengan Adam. Sekarang sudah jam 10 malam, namun putra kecilnya itu masih betah membuka matanya.


"Adam sayang, kita bobok yuk! Kasihan Papah Nak, nanti pulang nya larut malam," ucap Keyra mengajak anaknya untuk tidur.


"Gak apa-apa kalau dia masih mau maen, jangan di paksa kalau dia gak mau tidur," ucap Leo.


"Tapi sekarang udah larut, kamu nanti pulangnya gimana?"


Leo mengacak rambut calon istrinya gemes." Pengen banget mengusir aku, gak kangen sama aku?"


Keyra menghela nafasnya, bukan masalah kangen atau tidak, ia hanya khawatir jika Leo pulang larut akan sangat bahaya mengemudi di malam hari apalagi saat jalan sedang sepi.

__ADS_1


"Bukan gitu, hanya saja aku ...."


Belum sempat Keyra melanjutkan ucapnya, Leo sudah mengecup bibirnya sekilas.


"Leo, ih dasar mesum. Di depan anak loh," omel Keyra memukul lengan Leo. Sedangkan Leo hanya cekikikan lalu mengecup pipi Adam gemes berada di gendongan Keyra.


"Gak apa-apa ya sayang ya, kan Papah sayang sama Mamah," jawab Leo berbicara pada anaknya, Keyra geleng-geleng kepalanya.


Sesaat mereka lagi asik bermain bersama bertiga di ruang keluarga. Tiba-tiba Adam menguap tanda sudah mengantuk.


"Yah jagoan kecil Papah udah mengantuk ya, ayo kita bobok." Leo mengangkat Adam membawanya ke kamar Keyra. Keyra nya malah bengong memperhatikan langkah Leo hingga menghilang karena udah masuk ke kamarnya.


"Eh, kenapa kamu juga ikutan masuk?" ucap Keyra saat sudah berada di dalam kamar nya. Leo dengan santainya naik ke atas tempat tidur bersama Adam.


"Tapi Adam kalau bobok pasti minta susu," gugup Keyra yang kebingungan gimana caranya mengusir Leo dari kamarnya.


"Terus ... lalu apa masalahnya?" jawab Leo sembari mengajak Adam bercanda.


"Gak masalah apa-apa sih, tapi Adam nyusunya sama aku loh."


Leo menatap Keyra dengan kening menarik ke atas.


"Ya susu tinggal susu. Apa susahnya sih? Aku gak akan gangguin Adam lagi kok, gitu aja kok bingung banget," heran Leo.

__ADS_1


Keyra menghela, lelaki di hadapannya ini kenapa tidak peka. Masalahnya dia bukan lagu suaminya, dan sekarang juga belum sah menjadi suaminya. Lalu bagaimana caranya ia menyusui Adam jika ada Leo merebahkan di sampingnya? Keyra kebingungan.


"Hey sayang, kok malah bengong? Adam udah nungguin loh," ujar Leo menyadarkan lamunan Keyra.


Biarlah, toh bentar lagi mau jadi suami ini. Hanya menunggu beberapa hari saja. Keyra pun membuka kancing bajunya perlahan lalu mengeluarkan sebelah buah dadanya dan langsung di sambar lahap oleh Adam. Leo memperhatikan dengan seksama. Air liur terdengar saat ia menelannya dengan pandangan tertuju pada buah dada yang bulat berukuran besar itu.


"Kondisikan mata kamu Leo," ucap Keyra menutup mata Leo dengan bantal.


"Kenapa harus di tutup, sayang kan pemandangan indah jika di lewatkan, mubajir," jawab Leo yang masih terus memandang tanpa kedip.


"Leo ...."


"Ssstttt, Adam udah mau bobok sayang." Leo menutup mulut Keyra dengan jari telunjuk dengan wajah di jarak yang sangat dekat.


Jantung Keyra berpacu kencang, ia sangat gugup dengan adanya Leo di hadapannya sekarang. Malu ada, canggung ada, sangat berbeda saat dulu yang ia begitu menginginkan momen ini, tak ada sama sekali jantung berdebar seperti sekarang. Ia sendiri tidak tahu kenapa berbeda. Apa karena Leo memperlakukannya penuh cinta?


Wajah Leo semakin dekat, kedua mata Keyra sudah terpejam karena ia tahu Leo akan menciumnya karena jarak di antar mereka sudah tidak ada inci lagi, sesaat bibir Leo baru mendarat di bibir Keyra, suara ketukan pintu mengagetkan keduanya


"Hadew, siapa sih? Mengganggu saja!" geram Leo mengusap wajahnya lalu berjalan membuka pintu.


" Leo, kamu belum pulang? Ayo Papah antar sekalian Papah mau pergi ke supermarket ada sesuatu yang ingin Papah beli," ucap Wisnu membuat Leo mengangguk dengan wajah masam. Keyra tertawa kecil melihatnya.


"Sabar ya Le, tinggal beberapa hari lagi kok."

__ADS_1


__ADS_2