Pengantin Yang Tertukar

Pengantin Yang Tertukar
Season 2, ulah biang kerok


__ADS_3

"Hem? Apa kamu tau siapa yang kirim ini?" tanya ulang Yura.


Adam memperhatikan foto tersebut dan ia mengingat kejadian itu di mana ada seorang wanita yang sedang berjalan menuju ruang rawat keluarganya yang sedang sakit. Karena bergegas dan berlarian, gadis itu kesandung dengan kakinya sendiri dan nyaris saja jatuh kala itu. Tetapi, kebetulan saat itu Adam sedang lewat di lorong yang sama walau berlawanan arah. Dengan sigap Adam menangkap gadis itu, dengan bermaksud supaya tidak jatuh. Mana mungkin ia membiarkan itu terjadi, apa lagi kejadian tepat di depan mata, tak peduli wanita atau pria, tua atau muda. Adam akan tetep menolongnya.


Dan di kala itu, ia ingat jika salah satu rekan magang nya juga ada di sana sambil memegang hp. Adam pun berpikir pasti rekan nya itu yang tanpa sengaja mengambil gambar dirinya. Tetapi yabg membuatnya heran kenapa malah ingin menghancurkan hubungan dirinya dengan Yura. Adam harus selidiki ini lebih lanjut.


"Baru aku yang urus masalah ini. Kamu tenang aja ya, aku pastikan kedepannya tidak akan ada lagi orang yang mengganggu atau yang ingin menghancurkan hubungan kita. Tapi aku minta satu hal sama kamu?" ucap Adam serius. Yura setia mendengar sembari kepala mengangguk pelan.


"Aku minta kamu harus percaya sama aku. Apapun yang orang katakan, apa pun orang kirim foto-foto atau semacamnya. Tolong jangan mudah percaya dengan semua itu, karena yang aku hanya inginkan cuma kamu. Cuma kamu yang aku cintai," lanjutnya menyakinkan.


"Tolong percayalah, walaupun banyak gadis cantik di luaran sana. Ada banyak gadis yang seksi atau semacamnya. Tapi hati aku sudah terukir nama kamu seorang, lalu untuk apa lagi para gadis di luaran sana jika ada seorang gadis yang berhati malaikat di depanku, dan sangat aku cintai ini. Percayalah," ujarnya sekali lagi meyakinkan. Ia tahu jika Yura tidak percaya diri lagi dengan keadaanya yang sekarang ini. Sebab itulah mudah di ambil hati dan mudah percaya.


Yura menatap kedua mata Adam yang sangat amat tulus, Yura menghapus air matanya lalu mengangguk dan tersenyum. Ia sangat bahagia, karena sudah di cintai oleh lelaki yang ia sangat cintai juga. Yura pun memeluk Adam erat.


"Maafkan aku karena sudah meragukan cintamu Adam. Aku salah. Aku mohon tolong maafkan aku," ucapnya tanpa mau melepaskan pelukan karena malu dengan kebodohan dirinya.


"Aku sudah memaafkan kamu sayang. Mulai dari sekarang kita harus saling percaya ya, dan kalau ada apa-apa kita harus saling terbuka, dan menyelesaikan masalah secara baik-baik tanpa harus menembak-nebak apa lagi saling menyimpan perasaan dan masalah."


Yura mengangguk, baru ia melepaskan pelukannya tapi kepala masih tertunduk tak berani menatap kedua mata kekasihnya itu.


Adan tersenyum, perlahan tanyanya menangkup kedua pipi Yura lalu ia angkat hingga mata mereka saling bertatap. Perlahan lagi kepala Adam mendekat, Yura yang peka pun spontan langsung menutup kedua matanya. Hingga tanpa sadar kedua bibir mereka saling beradu merasakan manisnya cinta yang tiada duanya itu.


Keduanya saling mencepap tanpa ada nafsu di dalamnya. Hanya ciuman biasa yang saling mengobati rasa rindu karena dua hari tak bertemu.


"Aku pulang dulu ya," pamit Adam setelah puas menyalurkan perasaan rindunya. Bahkan nafas keduanya s aja masih tersengal.

__ADS_1


"Hem, kamu hati-hati di jalan ya."


Adam mengangguk dengan tangan mengacak rambut Yura yang baru beberapa tumbuh itu.


"Mamah sama Papah masih belum pulang?" tanya Adam.


"Belum, mungkin lusa. Yuri sedang wisuda mana mungkin mereka ingin melewatkan kesempatan ini untuk bersama Yuri yang tak lagi mau pulang ke rumah," kisah Yura. Ia tak keberatan sama sekali. Toh bagaimanapun juga Yuri adalah anak kandung kedua orangtuanya dan adalah saudara kembar nya sendiri. Jadi mana mungkin ia marah atau kesal karena di tinggal oleh kedua orangtuanya ke Singapura.


"Kamu gak apa-apa sendiri?" tanya Adan lagi khawatir.


"Aku gak sendiri kok, kan masih ada bibi di rumah. Kalau ada apa-apa bibi selalu ada kok," jawab Yura berusaha menenangkan ia tahu jika Adam mengkhawatirkan dirinya. Takut kenapa-napa.


Adam menghela nafasnya ia jadi merasa bersalah karena terlalu sibuk di rumah sakit sehingga tak memperhatikan kekasihnya lagi. Sedangkan kekasihnya itu tak sedang di tinggal oleh kedua orangtuanya ke luar negeri. Tunangan macam apa dia ini. Adam pung memandangi Yura sendu.


"Hey, aku gak apa-apa. Jangan khawatir ya. Kali ini aku janji, jika ada sesuatu lagi, aku pasti akan menghubungi mu langsung," ujar Yura menggenggam tangan Adam lagi-lagi berusaha meyakinkan.


"Hem, baiklah. Janji ya kali ini, jangan melakukan seperti sebelumnya, aku sangat khawatir," ucap Adam. Yura mengangguk cepat. Dan Adam pun berpamitan pulang.


******


Keesokan harinya. Adam sudah berada di rumah sakit. Tetapi ia tidak langsung menanyai masalah foto itu pada Andri, rekan sekaligus temannya selama magang di rumah sakit bahkan sekarang sudah resmi, mereka tetep bersama. Adam melakukan pekerjaan dengan sangat profesional sekali dalam berkerja tanpa membawa masalah pribadi. Adam bersikap biasa aja pada Andri seolah tak memiliki beban.


"Andri! Bisa kita bicara sebentar?" ucap Adam sopan.


"Widih, dah kayak siapa aja Bro. Ya boleh lah, sekalian makan di kantin ya, laper nie perut," ucapnya santai sembari tangan merangkul pundak Adam dan mengajaknya ke kantin.

__ADS_1


Sesampai di kantin, Adam dan Andri memesan makanan. Sebelum makanan tuba Adam memutuskan untuk berbicara masalah tentang foto tersebut.


"Oh iya Ndri. Kau ingat kan tentang foto yang tidak sengaja kau ambil sewaktu ada seorang gadis yang nyaris jatuh akibat kesandung dan aku yang menangkap tubuhnya?" ujar Adam.


Andri mengerutkan keningnya sembari mengingat-ingat.


"Oh, yang itu? Iya ingat, kenapa?" tanyanya.


"Kenapa foto itu kau kirim ke tunangan ku? Dia hampir stres akibat foto itu karena kepikiran. Dan hubungan kami pun nyaris berantakan. Kenapa kamu kirim foto itu, apa kau ada masalah denganku?" tanya Adam, ia berkata tegas tapi sangat sopan.


"Apa maksud mu, Adam? Kirim foto apa? Bahkan aku tau aja nggak nomor tunangan mu, lalu gimana aku bisa mengirimnya?" ujar Andri membantah. Ia merasa tidak mengirim foto tersebut pada tunangan nya Adam. Gak ada kerjaan banget, pikir hatinya.


Adam mengeluarkan hp Yura yang sudah ia minta izin membawanya untuk menyelesaikan masalah tentang orang yang mengirim foto tersebut. Adam menyerahkan foto-foto yang masih tersimpan pada nomor si pengirim pada Andri.


"Ini foto yang kamu foto tempo hari waktu itu kan," ucap Adam. Ada beberapa foto sebenarnya yang di sengaja di ambil oleh Andri untuk bahan lelucon'an setelah foto tak sengaja ia tangkap awalnya.


Andri nampak terkejut. Ia tidak menyangka jika foto yang ia ambil itu bisa di kirim pada tunangan temanya. Andri menatap sembari mengingat-ingat.


"Tunggu? Foto inikan di pinta oleh Nenci! Dia waktu itu mengirimnya sendiri dari hpku. Katanya untuk koleksi yang langkah biar bisa jadi bahan ejekan untuk mu," ujar Andri yakin. Ia ingat betul beberapa hari kejadian itu.


"Nenci?" Adam bergumam. Ternyata teman wanitanya sendiri yang salah satu dokter magang di rumah sakit ini juga.


Tapi bagaimana Nenci bisa mendapatkan nomor Yura? Sedangkan mereka tidak saling kenal. Dan apa tujuan Nenci mengirim foto tersebut. Adam pun berpikir keras.


"Nanti kita tanyain langsung aja sama Nenci. Jangan terlalu di pikirkan seperti itu, aku yakin pasti dia punya alasannya," ujar Andri menyemangati. Tapi secara tidak langsung dia membantah jika Nenci melakukan ini dengan sengaja. Sebab Andri sudah kenal lama dengan wanita itu, jadi sangat tidak mungkin jika dia adalah pelaku yang kekanak-kanakkan seperti itu.

__ADS_1


"Mau bicarakan soal apa sama aku?"


__ADS_2