Pengantin Yang Tertukar

Pengantin Yang Tertukar
Episode 116


__ADS_3

Keesokan harinya, Keyra sudah di perbolehkan pulang. Leo masih di sana dan juga Abian yang tak ketinggalan. Bahkan Abian sama sekali tidak pulang ke rumahnya, ia selalu ada di sisi Keyra walau sudah ada Leo yang menjaga Keyra dan Adam.


"Mas, apa kamu gak kerja? Bukan restoran kamu lagi ada masalah? Apa gak apa-apa kamu selalu di sini," tanya Keyra, ia menjadi tidak enak hati karena selalu merepotkan Abian.


"Tidak apa, kamu jauh lebih penting daripada apapun. Aku akan bersamamu sampai kamu benar-benar aman setelah di rumah.


"Tapi ...."


" Ssttt, jangan katakan apapun lagi, karena aku hanya ingin selalu bersamamu."


"Ehem, apa kau bisa lebih cepat sedikit? Mau sampai berapa lama lagi menunggu kalian, jika ingin berpacaran tolong liat-liat tempat jangan di. depan anakku," ucap Leo sinis, hatinya benar-benar mendidih sekarang. Rasa ingin meledak, entah apa penyebabnya.


Keyra menunduk, ia melirik Leo yang memasang wajah masam. Keyra menjadi bersalah padahal ia. tidak salah, tapi entah mengapa melihat wajah masam Leo membuatnya merasa bersalah.


"Ayo kita pulang." Abian merangkul Keyra, sedangkan Leo menggendong Adam.


"Ck, apa. kau tidak bisa membawa yang lebih berguna lagi, bawa koper misalnya. Keyra masih bisa jalan sendiri, dia tidak cacat. Kau tidak perlu memapah nya!" ketus Leo menatap tajam tangan Abian di tangan Keyra.


"Ada apa denganmu, aku bisa membawa keduanya. Kau perhatikan saja jalan di depan jangan sampai calon anakku terjatuh akibat kecerobohan bapaknya sendiri," ucap Abian, ia berjalan lebih dulu dengan tangan masih merangkul Keyra, dan tangan satunya menyeret koper Keyra.


"Kau ... Adam, apa kamu akan menerima di menjadi ayah sambung mu? Dan melupakan, ayah kandungmu?" ucap Leo pada Adam. Dan bayi mungil itu hanya menggerakkan tubuhnya saja.


Ketika di depan gerbang rumah sakit, sebuah taksi berhenti tepat di depan Abian dan Keyra. Abian membukakan pintu untuk Keyra lalu membiarkan wanita masuk lebih dulu baru ia masuk kemudin.


"Hey, kenapa aku dan Adam yang duduk di kursi depan?" protes Leo sesaat ia sudah berada di depan taksi.


"Kenapa? Jika kau tidak mau duduk di depan lalu mau duduk di mana? Jangan bilang kalau kau mau duduk di kursi belakang bersama Keyra dan Adam. Lalu membiarkan aku yang duduk di depan bersama supir," tebak Abian menatap tajam Leo.


"Jkka tau kenapa kau tidak turun," sahut Leo santai.


Abian tertawa mengejek, lalu ia mengeluarkan kepala dari kaca mobil yang terbuka.


" Apa. kau lupa Tuan Leo yang terhormat jika kau dan. Keyra sudah bercerai walau belum resmi di pengadilan, tetapi kau sudah menjatuhkan talak padanya, apa kau lupa, atau perlu aku ingatkan sekali lagi?" ucap Abian menyindir Leo dengan nada mengejek.


"Mas Abian, apa yang dia katakan?" gumam Keyra, ia dapat melihat raut wajah Leo sekarang. Merah seolah sendang menahan emosi, tapi ada apa dengannya?


Leo masuk ke.mobil dengan membanting pintu, ia tak lagi menjawab ucap Abian.


"Apa kau sengaja mau membuat Adam menangis? Jika kau tidak mau menggendongnya berikan dia padaku," pinta Abian dingin.


"Tidak perlu, aku masih bisa mengurus anakku sendiri. Kau urus saja urusanmu," ketus Leo membuat Abian menghela untuk mengalah. Keyra hanya tersenyum kecil memperhatikan Leo yang bersikap lembut pada Adam.


Setelah sampai di depan rumah nenek Keyra, Leo keluar mobil lebih dulu. Ia melihat sekeliling. Rumah itu cukup besar dan hanya di tempati nenek Keyra seorang dan beberapa pelayan yang menemani tanpa anak bersamanya tinggal di tinggal di rumah ini.


"Assalamu'alaikum, Nek!"

__ADS_1


"Wa'alaikumsalam, Keyra? Kamu dari mana saja, Nenek pikir kamu udah pulang," ucap sang nenek menghampiri Keyra ketika cucunya sudah masuk ke rumah.


Keyra mencium tangan sang nenek yang sudah keriputan itu. Wanita tua ini sering kali lupa, bahkan keberadaan Keyra di rumah sakit saja ia tidak ingat.


"Keyra belum pulang, Keyra habis dari rumah sakit, kan habis melahirkan. Apa Nenek juga gak inget?" jawab Keyra.


"Ah benar, lalu di mana cicit Nenek?"


Keyra tersenyum, setidaknya neneknya itu tidak lupa sepenuhnya. Leo mendekat agar sang nenek dapat melihat cicitnya yang masih tertidur lelap dalam gendongnya.


"Kalian berdua ini siapa?" tanya sang nenek melihat Leo dan Abian.


"Ini Mas Abian, lelaki yang menolong Keyra sewaktu melahirkan. Nenek pernah bertemu dengannya apa ingat?"


Abian tersenyum kikuk, ia takut jika du pukul lagi oleh sang nenek. Namun ia berusaha bersikap tengah sembari mencium tangan nenek Keyra.


"Hallo Nek, apa kabar?" sapa Abian.


"Nenek tidak ingat, tapi kamu laki-laki yang baik. Terima kasih ya," ucapnya, Abian tersenyum lega.


"Lalu yang ini siapa?" nenek kembali bertanya melihat Leo.


"Em, itu ...."


"Saya Leo Nek, ayah dari anaknya Keyra," sela Leo cepat memperkenalkan diri.


Keyra hanya bisa menggaruk alisnya bingung, melihat wajah ceria sang nenek ia pun membiarkan menganggap jika Leo masih suaminya.


Abian melongo tak percaya melihat keakraban Leo dan nenek. Kenapa nasibnya sial saat awal bertemu yang menganggap dirinya adalah suami Keyra lalu di pukuli. Dan sekarang kenapa sikap nenek justru berbeda?


"Siapa aku, di mana aku?" Abian membatu.


"Mas, kok malah bengong? Ayo duduk. Aku bikinkan air minum dulu ya."


Hati Abian menghangat kembali, setidaknya ia masih bisa memenangkan hati Keyra. Karena si nenek pikun paling besok sudah kembali lupa jadi tak perlu ia pikiran untuk mencari perhatian dari nenek.


"Hey, Leo. Aku juga mau menggendong Adam. Kau sudah dari tadi bersamanya, sekarang giliran aku yang menggendongnya," pinta Abian karena ia juga ingin menggendongnya.


Namun Leo acuh, seolah tidak mendengar apa-apa.


"Dasar lelaki tuli menyebalkan," batin Abian kesal menatap Leo yang acuh.


"Silakan di minum, aku tinggal ke kamar mandi benar ya." Keyra meletakan minuman ke atas meja lalu ia pamit hendak ke kamar mandi.


"Mau aku temani?" goda Abian melirik Leo sekilas. Leo kembali memasang wajah masam karena Abian sengaja menggoda Keyra di depannya.

__ADS_1


"A-apaan sih, jangan bercanda deh," Keyra nampak malu lalu ia menatap Leo." Leo tolong jaga Adam bentar ya?"


"Tentu, karena aku ayahnya," jawab Leo, Keyra mengangguk lalu pergi menuju kamar mandi.


Sang nenek juga sudah pergi masuk ke kamar, dan hanya tinggal merek bertiga di ruang tamu itu.


"Leo, aku juga mau menggendongnya," rengek Abian meminta.


"Nggak boleh, ini anakku," tolak Leo.


"Tapi aku juga ayahnya, kenapa kamu pelit sekali."


"Hey, masih belum. Keyra saja belum menerimamu sebagai kekasihnya, ingat?"


Keduanya kembali adu mulut rebutan Adam sekarang. Dan keributan tak jelas itu terhenti ketika mendengar Adam menangis.


"Ini salahmu," ucap Abian.


"Enak aja, kau yang mengajakku ribut. Jadi ini salahmu." Leo tak mau mengalah.


"Hey, Adam menangis kenapa kau diam saja. Cepat ambilkan susu di tas, tadi Keyra sudah mengisinya sebelum pulang," ujar Leo memerintah Abian. Dan Abian tanpa komentar apa -apa, ia patuh mengambil botol susu di dalam tas bayi dan langsung memberikan pada Leo.


Namun Adam masih saja menangis, bahkan menolak susu yang di berikan, membuat kedua lelaki itu panik.


"Apa Adam menangis?" teriak Keyra dari dalam kamar mandi yang tak jauh dari ruangan.


"Iya, kami sudah memberinya susu. Tapi Adan masih saja menangis," balas Abian berteriak.


"Oh, mungkin pokoknya penuh. Tunggu sebentar lagi ya."


Abian dan Leo saling pandang, lalu keduanya memandang ke arah popok Adam.


"Apa kau tau cara membuka dan mengganti popoknya?" tanya Leo.


"Ck, kau memang tidak pantas di sebut bapaknya jika melepaskan pokok anak saja tidak tau," ejek Abian membuat Leo memutar bola matanya malas.


"Emangnya kau tau?" tanya balik Leo.


"Hehehe, nggak sih?"


Leo langsung menoyor kepala Abian.


Setelah hampir seharian berada di rumah nenek Keyra. Abian pamit pulang


Sedangkan Leo masih di sana untuk beberapa saat lagi karena ia tinggal di penginapan tak jauh dari rumah nenek Keyra.

__ADS_1


Sesaat Abian sampai di rumah....


"Abian, dari mana saja kamu? Kemaren gak pulang, hari ini juga gak pulang. Bahkan tidak membantu ayah kamu mengurus masalah restoran. Anak macam apa kamu?" omel ibunya Abian tanpa basa basi lagi.


__ADS_2