
Alex dan Sherly sendang dalam perjalanan menuju suatu tempat di mana sudah di sediakan oleh Takesi sesuai janjinya yang akan memberikan hadiah bulan madu untuk mereka berdua. Alex dan Sherly sangat penasaran, dan gak sabaran ingin segera sampai di sana.
"Kira-kira apa ya Mas kejutan dari Takesi?" tanya Sherly menebak-nebak. Namun, dalam pikirannya berpikir jika kejutannya adalah makan malam romantis.
"Entahlah, nanti juga bakalan tau. Toh di tanya juga gak di jawab. Jadi kita ikuti saja apa maunya dia," jawab Alex. Mereka sudah di jemput oleh supir Takesi dan membawa mereka ke suatu tempat yang masih di rahasiakan.
Setalah sampai pada tempat tujuan. Alex dan Sherly menatap kebingungan. Untuk apa mereka di bawa ke tempat taman bermain Tokyo Disneyland tersebut.
"Yang benar saja? Masa iya kejutan di sini?" komentar Sherly, ia pikir bakalan pergi ke tempat restoran mewah. Tapi taunya di taman bermain.
"Hus, gak baik ngomong kayak gitu. Seharusnya kita berterima kasih pada tuan Takesi karena udah mau ngasih kita hadiah," sahut Alex menasehati istrinya supaya bersyukur.
Sherly menghembuskan nafasnya, bukannya gak mau berterima kasih. Tapi bingung mau ngapain malam-malam begini berada di tempat taman bermain, mana sepi pula.
"Iya-iya maaf ... tapi kita ngapain di sini Pak?" tanya Sherly pada sang supir yang masih ada di sana.
"Tuan Takesi bilang, jika teman bermain ini milik Nyonya dan Tuan malam ini. Jadi, Nyonya dan Tuan bisa bermain sepuasnya," jelas sang supir.
"Hah? Yang benar Pak? Jadi kita bisa bermain apa aja dong!' seru Sherly girang. Tadinya bingung mau ngapain, tapi jika malam ini taman bermain sebesar itu adalah milik mereka, tentu saja ia senang. Bisa sepuasnya bermain di sana.
"Iya Nyonya, dan sebaiknya bagian terakhir untuk menaiki kincir angin. Sebab akan ada kejutan untuk kalian berdua," ucap sang supir.
"Terima kasih," ucap Alex. Sedangkan Sherly sudah tak menghiraukan lagi, ia sangat senang menatap permainan itu dengan binar.
"Ada beberapa pengawal Yanga kan menghidup matikan permainan ini. Jadi kalian tidak perlu khawatir," jelasnya. Alex mengangguk mengerti.
"Ayo Mas kita naik kuda-kudaan," ajak Sherly sambil menarik tangan suaminya dengan tak sabaran.
Sherly menaiki komedi putar kuda-kudaan. Dan benar saja, ketika mereka sudah duduk dengan aman. Komedi putar tersebut langsung berputar-putar dan Sherly sangat senang akan hal itu. Alex tak menyia-nyiakan momen tersebut, ia memotret istrinya dengan kamera hp.
Setelah puas bermain di kemodi putar kuda-kudaan. Sherly mengajak Alex berpindah ke tempat lain ya itu roller coaster.
Alex menelan ludahnya.
"S-sayang, kamu yakin mau naik itu?" tanya Alex.
__ADS_1
"Yups, pengen banget tau gak. Ayo Mas kita naik," ujar Sherly girang dan langsung menarik tangan suaminya mengajak naik
Padahal tubuh Alex gemetar takut. Namun, melihat istrinya yang nampak sangat bahagia ia pun berusaha untuk tidak takut. Alex sedikit mengalami trauma dengan permian ini sewaktu masih kecil.
Dengan tubuh gemetar, Alex duduk dengan tengang. Sabuk pengaman sudah terpasang di tubuh. Ia berpegang erat pada sabuk pengaman itu dengan keringat sudah membanjir tubuhnya.
"Are you ready!" teriak Sherly dengan gelak tawa sebelum wahana itu di hidupkan. Sherly tidak tau saja jika suaminya sudah sangat tengang dengan wajah yang begitu pucat.
Setalah wahana roller coaster melaju kencang. Bahkan posisi mereka saat ini mudel terbalik. Sherly berteriak kesenangan sambil tangannya bergelantungan. Sedangkan Alex sangat takut hingga memperlihatkan ekspresi yang tak biasa. Air liur kelur-luar dengan mulut yang terbuka, antara hidup dan mati, tidak bergerak sama sekali padahal bernafas dengan mata yang melotot akibat tegang.
"Huuuuh, gila seru banget!" teriak Sherly setelah wahana tersebut sudah berhenti.
Alex langsung cepat-cepat turun lalu ia pun muntah-muntah di samping tong sampah. Sherly menghampiri.
"Kamu gak apa-apa, Mas?" tanya Sherly khawatir.
"Aku gak apa-apa kok, tadi ada nyamuk menerobos masuk ke mulut dan akhirnya ketelen deh," bohong Alex berusaha tidak terjadi apa-apa. Padahal tubuhnya sangat lemas, bahkan masih gemetar hebat.
"Oh, syukurlah kalau begitu. Aku ambilkan minum dulu ya," ucap Sherly. Alex mengangguk lega. Setidaknya istrinya itu tidak tahu jika dirinya sangat lemas, untuk berdiri saja rasanya sudah tidak sanggup lagi. Wahana itu sangat menakutkan bagi dirinya, suatu sudah terjadi hingga membuatnya trauma akan hal tersebut. Namun demi sang istri ia rela melawan rasa traumanya.
Alex yang sudah merasa baikan mengiyakan ajakan istrinya. Petugas yang di kawal pengawal Takesi membukakan pintu wahana kincir angin tersebut.
"Wow, luas ya Mas?" ucap Sherly kagum saat sudah memasuki wahana kincir angin raksasa yang berlapis kaca tersebut.
Setalah keduanya masuk, dan duduk dengan nyaman. Perlahan wahana kincir angin raksasa itu berputar. Sherly terkagum-kagum melihat pemandangan indah dari atas.
"Woow, indah banget," ucapnya lagi-lagi kagum.
Tepat berada di puncak, atau tengah-tengah. Wahana tersebut berhenti.
"Kyaaaa, Ya Allah Mas! Ini kenapa?" kaget Sherly ketakutan. Alex langsung menenangkan istrinya.
"Nggak apa-apa sayang. Pasti ini salah satu kejutan dari tuan Takesi," ujar Alex memenangkan istrinya sambil memeluknya erat.
Dan benar saja. Beberapa saat kemudian muncullah kembang api meledak-ledak di udara. Sherly yang tadinya ketakutan kini langsung kembali ceria melihat kembang api tersebut.
__ADS_1
"Ya Allah, indah banget." Sherly menutup mulutnya tak percaya jika seperti inilah kejutan yabg di berikan Takesi. Sungguh indah sekali dan tak akan ia lupakan momen tersebut.
Alex teringat akan kata-kata Takesi padanya waktu itu." Cobalah melakukan hal yang berbeda, di jamin tidak akan pernah melupakan momen tersebut." Itulah yang di katakan oleh Takesi padanya.
Alex mengerti, ia pun mendekati Sherly lalu memeluknya dari belakang.
"Apa kamu suka?" tanya Alex.
"Hem, indah banget Mas. Tuan Takesi tau aja bikin kejutannya untuk kita. Pas banget momen untuk bulan madu," ujar Sherly, lalu ia memutar balik tubuhnya mengalungkan kedua tangannya ke leher Alex.
Alex tersenyum. Ia mendekatkan kepalanya, lalu mencium lembut bibir istrinya di bawah sinar rembulan yang bersinar terang. Di tambah lagi dengan kembang api yang terus meledak-ledak di udara membah ke uwuwan mereka untuk saling mengutarakan perasaan masing-masing.
Alex meraba-raba tubuh istrinya. Tangannya membuka kancing baju hingga ia bisa menghisap buah kesukaannya yang lembek-lembek tersebut.
"Sayang, kita main kuda-kudaan yuk!" ajak Alex dengan suara parau.
"Tapi kita lagi di dalam kincir angin loh Mas. Di tengah-tengah pula," ucap Sherly tak habis pikir dengan ide gil suaminya.
"Justru itu lebih bagus, kita akan melakukannya perlahan. Momen ini tidak akan kita lupakan seumur hidup kita," bujuk Alex, yang terus menciumi leher istrinya.
"Tapi aku takut," ujar Sherly.
"Nggak akan terjadi apa-apa. Percayalah," ucap Alex meyakinkan.
Sherly menghembuskan nafasnya panjang. Melihat suaminya yang sangat menginginkan dirinya. Ia pun terpaksa mengangguk walau dalam hati sangat takut. Melakukan itu di dalam kincir angin tak pernah terbayang olehnya.
Alex tersenyum. Ia duduk lalu membuka ikat pinggangnya.
"Kemarilah," ujar Alex. Si Ucok sudah berdiri tegak dengan lurus. Perlahan Sherly berjalan lalu duduk di atas pangungkuan suaminya yang kini sudah melepaskan dalemam hingga menyisikan rok nya yang di akat ke atas. Saat duduk di pangkuan. Alex memasukkan Ucok ke dalam gue kesukaannya hingga Sherly perlahan mengangkat tubuhnya hingga naik turun dan Alex mengerang kenikmatan.
"Jangan bergerak kencang-kencang Mas. Aku takut," ucap Sherly.
"Percayalah, tidak akan terjadi apa-apa. Santai aja sayang, fokuslah."
Momen yang belum pernah ia lakukan. Sherly akan mengingat ini seumur hidupnya. Ia tahu pasti ini idenya Takesi karena suaminya pasti tidak mungkin memiliki ide gila seperti ini. Lain kali gak akan bulan maduu ke Jepang lagi lah. Bahaya! Ibaratnya uji nyali dalam kenikmatan surga dunia.
__ADS_1