
Saat ini Sizuka pergi untuk menemui seseorang. Ia tidak berpamitan dengan suaminya karena takut tidak akan di kasih izin. Sizuka ingin mengakhiri kisah cintanya dengan kekasihnya yang sudah ia kenal sejak kecil. Walau dalam hati sangat sakit, hancur berkeping-keping. Namun, ia harus segera mengakhiri semuanya walaupun ia tau pasti akan ada hati yang terluka.
Setalah sampai di cafe
Sizuka menunggu kekasihnya datang yang sudah membuat janji untuk bertemu di tempat biasa yang sering mereka datangi.
"Hey sayang. Udah lama nunggunya?" Seseorang datang dengan raut wajah ceria sambil mengecup pipi kekasihnya itu.
"Nggak kok," jawab Sizuka singkat. Ia menatap kekaishan sendu. Bahkan butiran bening kristal mengalir dari dari kelopaknya.
"Hey, kamu kenapa?" tanya kekasihnya itu dengan panik.
Sizuka lalu terisak kecil.
"Nobita, aku ...." Sizuka tak sanggup untuk melanjutkan ucapannya. Ia terus menangis dan tentunya membuatnya kekasihnya yang bernama Nobita itu kebingungan.
"Sizuka sebenarnya ada apa? Aku gak ngerti kalau kamu tiba-tiba menangis seperti ini. Coba tenangkan diri kamu dulu, baru bicara lagi ya," ujar Nobita bicara sangat lembut sambil mengusap tangan kekasihnya itu.
"Minum dulu ya." Untungnya minuman yang sudah di pesan oleh Sizuka sudah datang. Hingga lelaki itu dapat memberikan kekasihnya itu minum supaya lebih tenang.
Sizuka menarik nafasnya dalam-dalam. Ia mencoba untuk tenang. Sambil menghapus air matanya, ia pun meminum minuman nya.
"Ada yang ingin aku katakan sama kamu," ujar Sizuka lirih. Matanya kembali berkaca-kaca, sungguh sangat sakit perasaan ini. Apa lagi harus segera mengakhiri kisah cinta mereka yang sudah lama di bina. Lelaki sebaik Nobita pasti sangat hancur hatinya.
"Ada masalah apa? Coba ceritakan padaku," ucap Nobita lembut sambil menggenggam tangan Sizuka. Matanya menatap serius wanita yang ia cintai itu.
"Maafkan aku, aku benar-benar minta maaf Nobita. Hubungan kita cukup sampai di sini saja," ujar Sizuka dengan nada lirih tak berani menatap mata Nobita.
Namun, Nobita justru malah tertawa.
"Canda mu terlalu lucu sayang. Aku tau.kamu lagi ngeprank aku kan?" ujar Nobita menganggap jika ucapan kekasihnya itu adalah sebuah lelucon saja.
Akan tetapi Sizuka memasang wajah serius, Nobita sesaat langsung menghentikan tawanya. Wajah serius itu berarti bukan candaan.
__ADS_1
"Katakan apa maksud kamu Sizuka! Kenapa tiba-tiba minta putus dariku? Kita sudah menjalani hubungan ini dari kecil buka?" tanya Nobita meminta penjelasan.
"Maafkan aku, maaf kan aku Nobita. Aku berharap semoga kelak kamu mendapatkan wanita yang baik lebih dari aku. Aku benar-benar minta maaf," ucap Sizuka sembari menangis menanhan sesak di dadanya.
Nobita masih kebingungan. Ia belum puas dengan jawaban dari kekasihnya itu.
"Katakan apa salahku Sizuka! Kenapa tiba-tiba minta putus? Apa aku kurang baik, kurang kaya?" tanya Nobita lagi sambil menatap kedua mata Sizuka meminta penjelasan.
Sizuka menangis dengan wajah tertunduk.
"Katakan Sizuka!" bentak Nobita geram.
"A-aku ... aku sudah menikah!"
Bak di sambar petir hati Nobita. Wanita yang ia puja-puha sedari dulu, wanita yang selalu ia Kejar sedari kecil.. Setalah sudah menjadi kekasihnya, dan sedikit lagi akan menjadi istrinya. Tapi kenapa tiba-tiba takdir berkata lain. Wanita itu menikah dengan orang lain, apa ini sebuah lelucon. Nobita kembali tertawa namun sangat terluka hatinya.
"Maaf, maafkan aku Nobita." Sizuka menangis sambil memeluk Nobita untuk terakhir kalinya.
"Kenapa ... kenapa ini harus terjadi? Katakan sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Nobita dengan nada dingin. Perasaan kecewa, hati hancur berkeping-keping sudah pasti sangat menyakitkan. Namun ia berusaha untuk menutupinya supaya tidak di tertawakan.
Sizuka menceritakan kejadian dari awal hingga ia menikah sembari menangis. Jodoh memang di tangan maha pencipta, seberapa lama orang bertahan menjalani kasih, sebesar apapun orang mencintai. Jika tidak berjodoh hanya bisa ikhlas menerima semuanya. Karena rencananya jauh lebih indah dari pada umatnya.
"Selamat, semoga kau bahagia bersama suamimu," ucap Nobita datar. Lelaki itu bangkit dari duduknya lalu pergi begitu saja meninggalkan Sizuka yang terisak.
Langkah yang begitu berat. Perasaan hati sangat terluka, hancur berkeping-keping. Namun Nobita tidak bisa berbuat apa-apa. Sekarang Sizuka sudah menjadi istri orang, dan ia hanya bisa pasrah. Merebut juga percuma, tidak mungkin ia.bisa memang melawan orang yang kuat sedangkan dirinya sangatlah lemah. Yang bisa ia lakukan hanyalah berdoa, berharap wanita yang ia cintai itu mendapatkan kebahagiaan dalam hidupnya.
"Maafkan aku Nobita. Maafkan aku ...."
Di lain sisi ....
Takesi baru saja selesai dari meeting. Ia teringat akan istrinya di rumah. Hendak menelpon namun tak punya nomor teleponnya. Ah, suami macam apa kau Takesi. Bahkan nomor hp istri saja tidak tau, dasar sableng.
"Sasuke!"
__ADS_1
Sasuke yang selalu setia mengikuti tuanya kemana saja, di mana pun dan kapanpun. Sekali di panggil ia segera menghampiri.
"Ya Tuan, ada perlu apa?" tanya Sasuke.
"Di mana istriku?" tanya Takesi.
"Astaga Tuan. Kau suaminya, bukan aku. Jika kau bertanya dia di mana? Lah apa kabar denganku yang tak tau apa-apa dengan istri orang," jawab Sasuke, tapi sayangnya hanya dalam hati saja.
"Tidak tau, kenapa anda bertanya saya Tuan? Kan anda suaminya," jawab Sasuke.
"Dasar bodoh. Kalau aku tau diana istriku berada, gak mungkin aku bertanya padamu Sasuke!" sinis Takesi.
"Lah, situ tanya ke saya. Terus saya tanya ke siapa?" jawabnya santai.
"Sasuke! Jangan sampai otak kau itu aku pindahkan ke dengkul dulu baru kau mau berpikir ya. Tanya sama pengawal bayaran yang menjaga istriku, bodoh!" betak Takesi yang sudah naik darah. Sudah pening dari pekerjaan, di tambah lagi istri tak tau kabarnya. Nambah pula asisten yang semakin bikin emosi.
"Situ yangg menikah, kenapa justru aku yang malah repot sih," gerutu Sasuke sebel. Lelaki itu mengambil handphonenya dan menelpon pengawal yang di tugaskan untuk menjaga Sizuka secara diam-diam dari kejauhan.
"Nyonya di cafe. Dia baru saja bertemu dengan Nobita," ujar Sasuke setelah mendapatkan informasi dari bawahannya.
"Nobita? Siapa lelaki itu?" tanya Takesi, ada perasaan tak suka mendengar istrinya bertemu dengan laki-laki lain.
"Nobita adalah kekasih Nyonya Tuan. Mereka sudah kenal sejak kecil, dan menjali hubungan dari SMA," jelas Sasuke yang sudah mengetahui informasi mengenai Sizuka dengan Nobita.
"Apa! Aku harus ke sana. Berani-berani dia bertemu dengan kekasihnya di belakang ku." Takesi sangat emosi.
"Sabarlah Tuan. Biarkan Nyonya bertemu dengan kekasihnya, saya yakin dan percaya jika nyonya hanya ingin menyampaikan sesuatu pada kekasihnya itu."
"Tapi ...."
"Berikan waktu untuk nyonya Tuan. Tidak mudah untuknya menerima semuanya kenyataan ini, apa lagi mereka sudah begitu lama menjalani kasih. Jangan terlalu mengekang nya, biarkan dia besas dengan apa yang dia inginkan. Saya percaya jika nyonya berbeda dengan wanita lainnya, dia pasti akan kembali dengan sendirinya ke sisi Tuan. Percayalah," ucap Sasuke.
Takesi bungkam sambil berpikir. Apa benar dengan ucapan asistennya itu. Dengan memberikan kebebasan akan membuat Sizuka jatuh cinta padanya? Tapi ia takut justru akan membuat Sizuka malah menjauhi dirinya. Apa yang harus ia lakukan untuk membuat istrinya itu mencintai dirinya sepenuh hati dan setia bersama dirinya sampai maut memisahkan.
__ADS_1