
Eyang begitu kesusahan sesaat menghubungi Leo, berkali-kali mencoba menelpon namun selalu berada di luar jangkauan. Dan eyang tak menyerah, hingga sampai pada akhirnya sambungan telpon pun terhubung dengan helaan lega eyang bertanya. " Di mana kamu? pulang sekarang!"
"Eyang, please ... Leo hanya ingin menyendiri sebentar saja. Tolong, jangan ganggu Leo dulu, oke!" ujar Leo memohon.
"Eyang tau Leo, tapi kali ini aja dengerin omongan Eyang. Eyang minta kamu pulang sekarang, jangan kayak anak kecil di saat ada masalah lalu kabur gitu aja. Selesaikan masalah rumah tangga kamu, Eyang sudah memanggil kedua mertua kamu ke rumah dan juga kedua orang tua kamu!" ucap eyang memaksa dengan nada tegas.
"Kenapa Eyang sampai memanggil mereka?" heran Leo yang masih belum dewasa pikirannya.
"Eyang hanya ingin masalah kalian berdua selesai, dan Eyang juga tidak ingin menyembunyikan masalah Keyra kepada kedua orangtuanya."
"Cepatlah pulang, bersikaplah dewasa Leo!" sambung eyang lagi-lagi bersikap tegas.
Leo menghembuskan nafasnya panjang. " Baiklah..."
Leo dengan sangat terpaksa ia kembali pulang dengan kecepatan, rasa enggan bertemu dengan Keyra saat ini harus ia tahan. Mungkin tak ada salahnya kedua mertuanya itu mengetahui yang sebenarnya.
Setelah menghubungi Leo, eyang Endang menghubungi Angga dan meminta hal gang sama ya itu datang ke rumah bersama Sera dan memberi tahu bahwa kedua orang tua Keyra akan berkunjung ke rumah.
Angga pun mengiyakan ajakan sang ibu, lalu ia mengajak istrinya kembali ke rumah ibu, dan menjelaskan alasan mereka akan berkunjung lagi ke sana. Sera pun setuju, walaupun wajah nampak sedikit murung, mata juga masih terlihat sembab. Namun ia berusaha untuk tegar di hadapan suaminya apa lagi mertuanya nanti.
Beberapa saat kemudian, di kediaman ibu Endang sudah ramai. Di sana sudah ada keluarga Keyra, pasang suami istri Angga dan Sera juga sudah datang, begitu juga dengan Leo.
Keyra hanya menundukkan kepalanya merasa malu sendiri, dengan wajah murung ia duduk di shopa berhadapan dengan Sera yang tak kalah murung nya dan tangan yang saling menggenggam dengan suaminya.
"Maaf, sebenarnya ini ada apa?" Wisnu bertanya tanpa basa basi lagi.
"Ini masalah Leo dan Keyra," jawab ibu Endang.
Wisnu dan istrinya menatap kearah Keyra. Beda hal dengan Vindra yang menatap tajam pada Leo.
"Kenapa memang nya? Ada masalah apa?" Vira juga ikut bertanya, ia melihat putrinya begitu murung.
__ADS_1
"Key, kamu kenapa Nak?" Vira mendekati putrinya dengan cemas.
"Brengs*k ... lo apakan adik gue, hah?" bentak Vindra pada Leo.
" kenapa gak lo tanya aja sama adik kesayangan lo itu," jawan Leo santai dengan menyeringai.
Vindra menatapnya tajam seolah ingin membunuh. " akan gue habis lo kalau sampai nyakitin adik gue!"
"Benarkah? tapi ... bagaimana kalau gue bilang yang tersakiti itu lah justru yang menyakiti," jawab Leo tersenyum dingin.
"Apa maksud kamu?" tanya Wisnu tak mengerti," Ibu, ada apa ini sebenarnya? apa yang kalian sembunyikan dari saya?" lanjutnya bertanya kepada ibu Endang.
"Sebenarnya kami tidak bermaksud menyembunyikan masalah ini kepada kalian, hanya saja kami juga baru mengetahui kebenarannya," jawab ibu Endang.
"Sebenarnya ada apa sih? Keyra bisa kamu jelaskan sama Papah? " Wisnu kebingungan.
" Wisnu, kami sebenarnya tidak ingin menghakimi anak kamu. Tapi dia sudah keterlaluan, walaupun terlambat sudah untuk semuanya namun kesalahan tetep lah kesalahan." Angga membuka suara.
"Apa!" Wisnu dan Vira serta Vindra begitu terkejut Ketiganya menatap Keyra yang mununduk malu.
"Namun bukan hanya itu saja yang Keyra lakukan, Keyra juga membuat rencana lain agar Leo membenci Sera lalu memisahkan mereka. Keyra juga menjebak sahabatnya sendiri sehingga dia kehilangan kesuciannya saat itu! " lagi-lagi ibu Endang menceritakan lagi.
"Dan kalian tau siapa yang sudah mengambil kesucian Sera?" tanya ibu Endang pada ketiganya.
"Angga, Keyra juga menjebak Angga saat itu. Sebab itulah mereka berdua melakukan hal memalukan akibat rencana licik Keyra yang ingin mendapatkan Leo dan tega melalukan itu. kepada ke-tiganya. "
Wisnu memegangi dadanya, tiba-tiba terasa sesak. Angga spontan langsung menanganinya. Dan untung saja hanya syok hingga tak perlu di khawatir akan terkena serangan jantung.
" Apa benar yang di katakan Ibu Endang, Keyra?" bentak Vira pada putrinya.
"Jawab, Keyra! Apa kamu bisu, hah!" Vira menangis, ia tidak menyangka anaknya begitu kejam.
__ADS_1
Sedangkan Keyra bungkam, ia diam-diam menangis di sana. Tak berani menatap ibunya yang murka.
"Memang nya kenapa? toh om Angga senang bukan? seharunya om berterima kasih pada Keyra, iya kan? karena kalau bukan karena ulahnya, anda saat ini pasti tidak akan menikah dengan Sera!" ujar Vindra membuka suara, ia membela adiknya tak yang merasa tak bersalah.
"Ya, saya akui. Atas kelicikan hati Keyra, saya bisa menemukan cinta dan mengakhiri masa duda saya. Saya juga bahagia atas pernikahan kami, dan itu berkat Keyra. Akan tetapi, saya tidak ingin egois, saya tidak ingin bahagia sendiri, sedangkan istri dan anak saya di hantui
sakit hati atas perbuatannya," jawab Angga.
"Ck... " Vindra berdesis kesal.
" Lalu apa mau lo, Leo? bagaimana pun juga Keyra adalah istri lo. Masa lalu biarlah masa lalu. Apa salahnya untuk membuka hati lo untuk adik gue," lanjut Vindra kepada Leo seakan begitu mudahnya berbicara.
"Dari awal saya tidak mencintainya, kami sudah menikah 3 bulan lamanya namun perasaan itu sama saja. Rasa kecewa dan kebencian tidak bisa saya sembunyikan lagi. Saya bertanggung jawab karena ada nyawa di rahimnya. Dan saya tetep akan menafkahi dia, merawatnya sampai dia dewasa. Namun untuk bersama lagi, maaf ... saya tidak bisa," ucap Leo serius dengan tegas.
Keyra mendongakkan kepalanya menatap Leo. Air matanya meleleh di pipi begitu deras. Namun ia mencoba menerima kenyataan Pahit ini. Karena semua adalah kesalahan dirinya sendiri.
"Brengs*k! maksud lo, lo mau menceraikan adik gue." Vindra emosi, ia mencengkram baju Leo hingga lelaki itu berdiri sejajar dengan Vindra.
"Benar, itu lebih baik buat kita berdua. Setelah anak itu lahir gue akan menceraikan Keyra," jawab Leo dengan tenang walaupun masih di dalam cengkraman Vindra.
"Brengs*k...! " Vindra memukul wajah Leo hingga lelaki itu tersungkur ke lantai.
" Bang, hentikan! " bentak Keyra memisahkan Vindra yang hendak ingin memukuli Leo kembali.
" Berhentilah Vindra!" bentak Wisnu.
"Ck... " Vindra berhenti, ia menatap sinis pada leo.
Keyra membantu Leo berdiri, ia menatap wajah suaminya dalam.
" Leo, aku minta maaf atas kesalahan aku sama kalian, terutama kamu. Aku salah, sebab itulah aku terima apapun keputusan kamu! " ujar Keyra bersungguh-sunguh.
__ADS_1
" Le, aku mau kamu talak aku sekarang, setelah anak kita lahir baru kita urus di pengadilan. Agar tidak ada lagi yang tersakiti di antara kita. Aku mohon, talak aku sekarang!" pinta Keyra serius.