
Setelah mereka menikmati makanan yang ada di hadapan mereka, seorang pria menghampiri mereka.
"Hai, Bro. Lu, di sini?" ujar seorang pria menyapa Raja.
Raja menoleh ke arah pria yang menyapanya, dia kaget saat melihat sahabatnya saat dia kuliah di luar negeri berada di hadapannya saat ini.
"Raditya?" Raja tak percaya bisa berjumpa dengan sahabatnya itu.
"Hei, gimana kabar lu, Bro?" tanya Raditya.
"Alhamdulillah, baik. Ayo, duduk sini." Raja mengajak Raditya bergabung dengannya.
Setelah Raditya duduk di samping Raja,
dia menatap wanita yang berada di hadapannya saat ini. dia bertanya-tanya akan sosok wanita yang kini bersama sahabatnya.
"Bro," lirih Raditya.
"Oh, kenalkan ini istri gue," ujar Raja.
Raja langsung memperkenalkan istrinya pada sang sahabat melihat ekspresi Raditya yang mempertanyakan keberadaan wanita asing yang berada di depan mereka.
Kania tersenyum lalu menundukkan kepalanya.
"istri lu cantik banget, kapan lu nikahnya?" tanya Raditya penasaran.
"Gue baru seminggu nikah," jawab Raja.
Raja dan Raditya mulai mengobrol mengenai berbagai hal, Kania merasa bosan mendengar obrolan mereka karena sejak tadi dia hanya dicuekin.
"Sayang, aku keliling dulu, ya. Masih ada barang-barang yang harus aku beli," ujar Kania pamit berbelanja.
Dia tidak ingin mengganggu suaminya yang sedang asyik mengobrol dengan sang sahabat.
"Kamu yakin akan berbelanja seorang diri?" tanya Raja mengkhawatirkan keadaan sang istri.
"Ya sudah, kalau begitu Kamu lanjut aja temani istrimu berbelanja," ujar Raditya merasa tidak enak hati sudah mengganggu acara mereka.
"Tidak, kalian lanjutkan saja obrolan kalian. Aku bisa belanja sendiri, nanti setelah semuanya selesai aku akan kembali," ujar Kania.
"Yakin." Lagi-lagi raja mengkhawatirkan istrinya.
"Iya." Kania mengangguk.
Setelah itu Kania pun meninggalkan raja dan Raditya yang masih asyik mengobrol.
"Ini kesempatan aku untuk membeli sesuatu yang akan mengejutkan raja, aku tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan ini," gumam Kania di dalam hati.
Dia tersenyum senang karena dia akan membeli sesuatu tanpa sepengetahuan raja. Dia akan memberikan surprise untuk sang suami.
Perlahan dia melangkah mencari barang yang diinginkannya mengelilingi berbagai toko yang ada di mall tersebut.
__ADS_1
Satu jam berlalu, Kania pun kembali menuju tempat suami dan sahabatnya yang masih saja asyik mengobrol.
"Udah selesai?" tanya Raja pada istrinya yang kini sudah duduk di hadapannya.
"Ya," jawab Kania mengangguk.
"Oh," lirih Raja.
Raja pun menoleh ke arah sang sahabat.
"Bro, sepertinya kami harus pulang," ujar Raja berpamitan pada sang sahabat.
"Ya udah, kalau begitu." Raditya tersenyum.
Dia melirik istri sahabatnya, terlihat dengan jelas Raditya mengagumi keanggunan istri dari sahabatnya itu.
Mereka pun melangkah keluar dari mall, Raja membantu Kania membawa beberapa paper bag yang ada di tangan istrinya.
"Ternyata hampir semua wanita itu sama," ujar Raja saat mereka terus berjalan menuju lobi mall.
"Maksud kamu apa, Sayang?" tanya Kania heran.
"Ya beginilah kalau menemani seorang wanita yang sedang shoping, belanjaannya pasti banyak banget," ujar Raja.
"Mhm, memangnya aku sama dengan siapa?" tanya Kania heran.
"Mama, Ratu dan Ranisa. Aku dan Raju sering jadi pengawal mereka shoping," ujar Raja bercerita.
Kania tersenyum melihat wajah kesal sang suami.
"Mhm, meskipun terpaksa," lirih Raja.
"Pak, bantuin," teriak Raja saat melihat Pak Karto keluar dari mobil.
Sebelumnya, Kania sudah menghubungi pak Karto menyampaikan mereka sudah keluar dari mall sehingga pak Karto mengeluarkan mobilnya dari parkiran.
Pak Karto pun bergegas menghampiri majikannya, dia membantu Raja memasukkan barang-barang belanjaan Kania ke dalam bagasi mobil.
Setelah itu mereka pun langsung masuk ke dalam mobil dan kembali ke villa.
Sebelum maghrib mereka sudah sampai di rumah, Pak Karto meminta bantuan 2 orang pelayan villa untuk mengeluarkan barang-barang milik Kania dari mobil dan membawanya menuju kamar Kania.
Dua orang pelayan itu mengikuti langkah Kania dan Raja yang bergandengan dengan mesra.
Reza dan Lisa melihat tingkah putrinya yang bergelayut manja di lengan menantu mereka.
"Ya Allah, semoga mereka bisa cepat saling mencintai," gumam Lisa di dalam hati mendo'akan yang terbaik untuk putrinya.
"Taruh di atas tempat tidur aja, Mbak," perintah Kania pada pelayan yang membawakan barang belanjaannya.
2 pelayan itu pun meletakkan semua paper bag yang ada di tangan mereka di atas tempat tidur.
__ADS_1
Setelah itu Kania menutup pintunya, dan tak lupa menguncinya.
Kania melepaskan hijabnya, dan membiarkan Raja melihat rambutnya yang terurai.
"Sayang, aku mandi duluan, ya,l. Gerah soalnya," ujar Kania.
Setelah itu Kania langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Hari ini dia merasa senang sekali bisa pergi berbelanja dengan suaminya.
"Ini baru awalnya," gumam Kania tersenyum puas.
Seperti biasa Kania keluar dari kamar mandi dengan memperlihatkan bening tubuhnya kepada sang suami.
Raja mulai panas dingin, lama-lama Raja tidak akan sanggup menahan sesuatu yang membuncah di hatinya.
Raja pun bergegas mengambil pakaiannya di dalam lemari.
"Ini, Sayang." Kania memberikan sebuah baju kaos serta celana training yang biasa dikenakan oleh sang suami, tak lupa di sana juga ada pakaian dalam milik sang suami.
Raja terdiam, matanya kini tertuju pada belahan d**a milik sang istri.
"Kamu bisa pakai pakaianmu di sini," ujar Kania menggoda sang suami.
Raja pun langsung meraih pakaiannya yang ada di tangan sang istri, setelah itu Raja melangkah menuju kamar mandi.
"Ya ampun, aku tidak bisa lagi menahan diriku jika dia terus-terusan menggoda diriku dengan tubuh indahnya itu," gumam Raja di dalam hati.
Setelah shalat maghrib Raja dan Kania pun turun ke lantai bawah menuju ruang makan, lalu bersiap untuk menikmati makan malam yang tadi sempat dimasak Kania dan ibunya sebelum dia berangkat ke mall.
Seperti biasa saat mereka masuk ke dalam ruang makan, makanan sudah terhidang di atas meja.
Reza dan Lisa kini sudah berada di sana.
"Raja, Kania, ayo kita makan," ajak Lisa.
Raja dan Kania duduk di samping Reza sebagai kepala keluarga.
Saat suaminya sudah duduk di sampingnya, Kania langsung mengambil piring yang ada di hadapan sang suami.
Lalu dia mengisi piring tersebut dengan makanan yang sudah disiapkan khusus untuk sang suami.
"Menu malam ini akan terasa sangat enak, Raja," ujar Lisa pada menantunya.
Raja menautkan kedua alisnya, dia heran saat mendengar ucapan dari sang ibu mertua.
"Enak?" tanya Raja pada ibu mertuanya.
"Makanan yang terhidang di atas meja saat ini adalah makanan spesial khusus untukmu, ayo kita cicipi," ajak Lisa setelah melihat putrinya selesai menyiapkan makanan untuk sang suami.
Raja mulai menyuap sesendok makanan ke dalam mulutnya, dia mulai merasakan dan menikmati makanan yang dikunyahnya saat ini.
__ADS_1
"Bagaimana rasa makanannya?" tanya Lisa pada menantunya.
Bersambung...