
"Enggak mikirin apa-apa, kok." Raja menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Jadi kamu akan membiarkan istrimu ini berdiri di depan pintu?" tanya Kania.
"Eh," lirih Raja.
Raja mundur ke belakang, lalu Kania masuk ke dalam kamar.
Sebelum Raja menutup pintu, Kania menggandeng lengan sang suami dengan erat.
Dari kamar seberang Kanaya berdiri di depan pintu, melihat apa yang dilakukan oleh sepasang suami-istri tersebut.
Matanya memanas melihat kemesraan yang dipamerkan Kania di depannya.
Kanaya pun masuk ke dalam kamar di melihat sang suami kini terbaru di atas tempat tidur.
Kanaya melihat sang suami memejamkan matanya dengan tangan di atas keningnya.
"Apa yang dilakukannya?" gumam Kanaya di dalam hati
Setelah itu Kanaya pun memilih berbaring di atas tempat tidur.
Baru saja Kanaya berbaring di atas tempat tidur, Raju membuka matanya lalu dia pun bangkit dari tidurnya.
Dia berdiri dan melangkah menuju sofa yang ada di kamar itu.
Raju membaringkan tubuhnya di atas sofa, lalu kembali menatap langit-langit kamar itu.
Dia sengaja mengabaikan sang istri, pikirannya semakin kacau setelah apa yang baru saja terjadi di antara dirinya dan kakak kembarnya.
Sedangkan di kamar Raja.
"Sayang, aku merasa lelah. Kita istirahat dulu, ya," ajak Kania.
"Ya sudah, kamu istirahatlah. Aku akan,--"
"Tidak, Sayang. Aku mau istirahat sama kamu," rengek Kania
Kania ingin tidur bersama Raja.
"Sayang, aku harus,-"
Kania menutupi mulut Raja dengan telunjuknya.
"Jika kamu mau pergi, kamu harus biarkan aku tertidur dalam pelukanmu," ujar Kania pada sang suami.
"Tapi." Raja ingin membantah.
"Ya sudah, aku akan bilang pada mama Kayla bahwa,--" Kania mengancam Raja.
"Baiklah," lirih Raja.
Akhirnya Raja pun mengalah, dia tidak ingin menyakiti hati wanita yang dia sayangi. Dia tidak ingin melihat kesedihan di wajah wanita yang sudah melahirkannya.
__ADS_1
Akhirnya Raja dan Kania berbaring di atas tempat tidur.
Setelah mereka berbaring di atas tempat tidur, bukannya merah Banten kepalanya di atas lengan kekar milik sang suami.
Kania mulai memejamkan matanya, dia mengabaikan tatapan sang suami yang begitu dalam terhadap dirinya.
"Aku harus berhasil mendapatkan cintamu," gumam Kania di dalam hati.
Raja mulai memandangi wajah Kania yang kini sangat dekat dengan wajahnya, Raja dapat merasakan ketenangan jiwanya saat melihat wajah teduh wanita yang sudah sah menjadi istrinya.
"Kamu mang cantik dan anggun, tapi aku tidak bisa mencintaimu. Aku sudah mencintai wanita lain, aku ingin hidup bersama wanita yang menjadi cinta pertamaku," gumam Raja sambil menikmati kecantikan wajah istrinya.
Tanpa disadarinya kini dia pun ikut memejamkan mata, perjalanan Yogyakarta ke Padang membuat mereka merasa sangat lelah, sehingga mereka pun terlelap.
****
"Lepaskan aku!" bentak Raja pada Kania.
Raja sadar sudah melakukan kesalahan, dia sudah terlena oleh pesona yang dipancarkan oleh Kania.
Hatinya semakin bergetar saat berada di samping Kania.
Raja mendorong tubuh Kania hingga Kania terjatuh ke lantai.
Kania kaget saat menerima perlakuan tanpa diduga yang dilakukan oleh sang suami terhadap dirinya.
Kania mengusap buliran bening yang kini membasahi pipinya.
Kania berharap bisa meluluhkan hati sang suami dengan mengingatkan sang suami dengan perjanjian yang telah mereka sepakati.
"Perjanjian kamu bilang! Tidak, saat ini aku tak lagi peduli dengan perjanjian yang telah kamu buat sesuka hatimu, perjanjian itu membuat aku rugi," ujar Raja tidak lagi peduli dengan perjanjian yang telah mereka sepakati sebelumnya.
Kania perlahan berdiri, dia pun mendekati sang suami.
"Sayang, kamu harus tenang. Jangan gegabah. Bagaimanapun kita harus tetap mempertahankan perjanjian yang telah kita sepakati itu," ujar Kania perlahan.
Dia mulai menenangkan dirinya, dan berusaha pelan-pelan membujuk sang suami.
Kania mendekati sang suami, lalu dia pun memeluk lengan Raja.
Dia terus berusaha membujuk sang suami agar hati pria yang berstatus suami itu luluh.
"Lepaskan aku!" bentak Raja lagi pada istrinya.
"Aku tidak akan melanjutkan perjanjian yang telah kau buat," ujar Raja sekali lagi.
Kini wajah Raja semakin terlihat penuh amarah.
Setelah itu Raja keluar dari kamar, Kania memperhatikan sang suami yang terus melangkah keluar.
Kania dapat melihat Raja melangkah masuk ke dalam kamar saudara kembarnya.
Tak berapa lama, Raja keluar dari kamar Raju dengan menggandeng tangan Kanaya, lalu mereka pun melangkah menuruni anak tangga satu per satu.
__ADS_1
Kania berusaha mengejar sang suami yang terus melangkah meninggalkan
"Raja, jangan tinggalkan aku. Aku mencintaimu," teriak Kania dari belakang.
Raja mengabaikan apa yang dikatakan oleh sang istri, dia tetap melangkah cepat meninggalkan Kania, hingga akhirnya mereka pun sampai di lantai 1.
Raja menggandeng mesra wanita yang kini telah ada di hadapannya.
Semua orang tua yang tadinya berkumpul di ruang keluarga seketika terdiam.
Mereka saling berpandangan lalu mereka pun berdiri dan melangkah menuju suara Kania yang berteriak memanggil nama suaminya.
Semua orang tua yang ada di sana pun melihat dengan jelas apa yang dilakukan oleh Raja dan Kanaya.
Mereka melihat Raja dan Kanaya saling bergandengan bagaikan sepasang suami istri.
Mereka menggelengkan kepalanya tak percaya dengan apa yang dilakukan oleh Raja dan Kanaya saat ini.
Sebagaimana yang mereka ketahui saat ini Raja adalah suami dari Kania, dan Kanaya merupakan istri dari Raja saudara kembar Raja.
"Raja! Aku mohon jangan tinggalkan aku, aku sangat mencintaimu," isak Kania.
Kania memang sudah bertekad akan mepertahankan rumah tangganya dengan Raja.
Dia tidak akan menghancurkan harapan yang sudah di tanamkan sejak awal mereka membuat sebuah kesepakatan.
"Aku hanya mencintai Kanaya, dan aku akan membina rumah tangga dengannya. Hari ini kamu aku ceraikan," ujar Raja dengan lantang.
Raju yang juga mendengar keributan di luar kamarnya dia langsung melangkah keluar kamar lalu dia pun turun ke lantai 1.
Plak.
Raju meluapkan emosinya yang sejak tadi ditahannya.
"Apa yang sudah kamu lakukan, Raja?" tanya Raju kesal.
Kini Raju menatap tajam ke arah sang istri yang bergelayut manja di lengan kakak iparnya.
Semua orang tua hanya terdiam dengan apa yang tengah mereka lihat.
Tak berapa lama Mereka melihat Raja dan Raju semakin berdebat, akhirnya salah satu dari mereka pun menghampiri dua pria tampan tersebut.
"Raja," bentak Kayla.
Kayla juga tidak bisa tinggal diam, melihat apa yang telah dilakukan oleh Putra sulungnya.
Semua orang yang ada di sana pun terdiam saat mendengar suara teriakan dari Kayla.
"Raja, apa yang sudah kamu lakukan?" tanya Kayla pada Putra sulungnya.
Baru saja terdengar sebuah teriakan dari mulut Diska.
Bersambung...
__ADS_1