Pengantin Yang Tertukar

Pengantin Yang Tertukar
Season 2, Hukuman Leo


__ADS_3

"Wah, bau wangi apa ini?" ujar Leo sesaat memasuki kawasan dapur. Ia melihat puding mangga di meja yang baru saja mengeraskan.


"Tumben sayangku bikin makanan begini? Wah tau aja kalau orang lagi laper." Leo pun mencicipi sedikit demi sedikit.


"Wah, enak banget. Makasih sayangku, cintaku. Emang bini yang terbaik dah." Leo pun mengambil semua puding itu yang sudah ia potong-potong, dan membawanya ke ruangan kerja karena kerjaannya malam ini masih menumpuk.


"Sedap, besok-besok bisa suruh cintaku bikin lagi ah. Jadi suka makan manis-manis kalau istri yang masak, diabetes-diabetes lah." Habis sudah puding tadi tanpa sisa. Leo melahapnya dengan rakus karena rasanya enak, seperti ada manis-manisnya gitu.


Leo pun kembali melanjutkan pekerjaannya.


"Huuuaam, perut kenyang malah jadi mengantuk. Padahal masih 8 aja pun," ucap Leo sembari meregangkan otot-ototnya yang mulai malas setelah mengisi perutnya.


Sementara itu, Keyra baru saja selesai mandi. Ia pun bergegas ke dapur untuk meletakkan puding itu ke kulkas.


"Loh, kok ilang?"


Keyra mencari puding bikinannya ke sana kemari bahkan di bawah meja, di dalam lemari, di balik pintu, di bawah kompor pun ia cari. Entahlah, mungkin karena panik.


"Adimas, Aliya, Adam." Panggil Keyra berteriak.


"Ya Mam, kenapa sih malam-malam teriak-teriak," sahut Adam menghampiri ibunya.


"Mana puding Mamah?" tanya Keyra langsung pada intinya.


"Lah mana tau, kenapa tanya sama Adam?" sahut Adam yang tak tahu apa-apa.


"Kan kamu suka manis-manis, pasti kamu yang umpetin, iya kan? Ayo ngaku!" ujar Keyra kekeh.


"Hadew, main tuduh aja nie Mamah. Nggak baik loh, lagian Adam dari tadi gak keluar kamar kok, paling Aliya sama Adimas," bantah Adam, karena memang bukan dirinya.


Keyra menghela, ia pun kembali memanggil kedua anaknya.


"Mana puding Mamah?" tanya Keyra kembali setelah kedua anaknya menghampiri.


Jawaban mereka pun sama seperti Adam. Keyra yang tak percaya pun memeriksa mulut ketiga anaknya siapa tahu berbohong karena pudingnya itu sudah di makan habis mereka.

__ADS_1


"Astaga, nie emak-emak gak percayaan banget dah," gumam Aliya malas.


Karena tidak menemukan bukti, Keyra pun garuk-garuk kepalanya kebingungan. Gak mungkin kucing kan yang memakannya?


Karena mendengar suara ribut-ribut dari arah dapur. Leo pun keluar karena penasaran seraya menenteng piring kosong bekas pudingnya tadi.


"Tuh orangnya yang memakan puding Mamah," ujar Adimas menujuk Leo.


"Ada apa ini?" tanya Leo.


"Oh, jadi kamu yang sudah menghabiskan puding ya?" Keyra pun berkacak pinggang dengan pelototan horor.


Bulu kuduk Leo menjadi merinding, ia pun menelan ludahnya kasar lalu menyengir kikuk.


"Habis lah kau Papah. Kami gak ikut-ikutan ya," bisik ketiga anaknya llau kabur dengan cepat.


"P-pudingnya enak!" ujar Leo memuji.


"Enak sih enak, tapi ya gak di habiskan juga kali, kan itu ada banyak. Lagian aku bikin itu buat Lily dia lagi kepengen puding mangga, makanya aku bikinin. Kalau habis begini gimana coba?" ujar Keyra mengomel.


"Oh, hehehe punya Lily toh. Kirain kamu bikinin untuk aku," uahr Leo seraya tertawa kikuk.


"Hehehehe, jangan marah-marah gitu dong hany bany sweetie. Nanti cantiknya ilang loh," bujuk Leo sembari merangkul pinggang Keyra dan mencolek dagunya.


"Oh, mau mengganti topik hah? Sekarang juga kamu pergi ke supermarket," ujar Keyra.


"Iyalah, mau beli apa emangnya?" ucap Leo pasrah, daripada istrinya merajuk lebih baik nurut lah walaupun sebenarnya kerjaan kantornya masih banyak.


Keyra mencatat apa saya yang harus di beli, lalu ia menyerahkan pada Leo dengan wajah masam.


"Senyum dong, senyum itu ibadah loh," goda Leo.


"Hem," jawabnya dengan senyum sekilas saja.


"Ya udah kalau gitu aku pergi belanja dulu ya," pamit Leo sembari mengecup pipi Keyra.

__ADS_1


"Pokoknya harus beli semua, awas aja kalau satu saja nggak di beli, jangan harap tidur di kamar malam ini. Ini adalah hukum untuk mu," tegas Keyra membuat Leo kembali menelan ludahnya.


"Hehehe, galak betul. Iya sayang, aku ini Leo lah, jangan samakan dengan papah mertua kamu yang payah itu," ucapnya penuh percaya diri. malah membandingkan dirinya dengan Angga yabg selalu lupa apa yang di beli seketika di suruh ke supermarket.


"Serah, sana pergi. Pokoknya harus ada ya mau buat masak besok pagi itu," ujar Keyra, ia tengah menahan senyumnya.


Leo pun menjalankan mobilnya, setelah beberapa saat sudah di depan supermarket ia membuka catatan apa saja yang ingin di beli. Seketika membaca satu persatu. Mulut Leo langsung menganga dengan mata yang terbelalak kaget.


"I-ini apa-apaan?" ujar Leo tak percaya.


Keyra memberikan catatan seperti teka-teki. Masa iya Leo harus berpikir keras hanya untuk membeli barang-barang dapur saja. Tapi jika tidak berpikir, ia tidak tahu apa saja.yang harus di beli.


Catatan Keyra yang harus di beli.


Tolong beliin.


1: Kedelai yang menyatu satu papan.


2: Kedelai yang menyatu halus 10rb aja.


3:Umbi jahat yang bikin nangis 1/2 kilo.


4: Umbi baik yang bikin umbi jahat menangis 1/2 kilo.


5: Yang bersayap tapi tidak bisa terbang 1 pack.


6: Yang suka nyanyi di pagi hari 1 kilo.


7: Mas-mas yang suka perebut pacar teman i ikat.


8: Ada yang bulat tapi bukan bola 1 kilo.


9: Ijo yang bikin kuat angkat jangkar 1 ikat.


10: Biru yang bisa berenang 1 kilo.

__ADS_1


Leo pun berpikir keras untuk mengartikan makna teka-teki yang harus ia beli itu sembari duduk menangis Bombay karena tidak mengerti.


"Ya Allah sayangku, kamu ini mau nyuruh suamimu ini belanja atau ujian sih? Astagfirullah, ini apa pula, yang bersayap tapi gak bisa terbang? Ini pula, huaaaaa."


__ADS_2