Pengantin Yang Tertukar

Pengantin Yang Tertukar
Season 2, penjelasan


__ADS_3

"Janji mau mengatakan semuanya?" tanya Sherly serius.


"Iya janji, tapi kamu jangan pergi dan jangan mengatakan meja hijau lagi," jawabnya lirih sembari masih memeluk erat istrinya seakan takut kehilangan.


"Hem, hah. Apa lagi, katakanlah semuanya yang kamu sembunyikan dari aku," ucap Sherly tak sabaran.


Alex melepaskan pelukannya, lelaki itu menundukkan kepalanya.


"Tapi janji jangan marah ya," ucapnya takut-takut.


"Iya," jawab Sherly cepat.


"Apa pun yang aku katakan pokoknya jangan marah, karena itu bukan salah aku. Aku hanya di jebak, aku hanya mengikuti perintahnya, jadi aku mohon jangan marah."


"Apaan sih, udah deh jangan berbelit-belit. Emangnya ada apa? Dan kenapa juga aku gak boleh marah! Kalau kamu berbuat salah aku gak janji gak marah ya," ucapannya membuat Alex menelan ludahnya, ia menjadi ragu untuk berkata jujur.


"K-kalau begitu gak jadi deh," ucap Alex membuat Sherly kesal lagi.


"Mau ngomong gak sih? Kalau gak mau ngomong ya udah aku pergi. Jangan coba-coba halangi aku!" Karena kesal Sherly pun menarik kembali kopernya.


"Sayang jangan, ku mohon jangan pergi. Oke-oke aku akan bilang, tapi kamu tenangkan diri kamu dulu ya," bujuk Alex.

__ADS_1


Sherly menarik nafasnya untuk menenangkan diri." Baiklah, jangan bikin aku marah lagi Mas. Aku dah capek tau gak, kamu gak ingat apa aku lagi ham."


Alex tertegun, ia pun menatap perut anaknya sedih. Kemudahan mengusapnya lembut.


"Maafkan Papah ya Nak. Kamu sehat kan?" ucap Alex menempelkan kupingnya ke perut Sherly.


Sherly mengusap pelan kepala Alex tanpa sadar yang sering ia lakukan jika Alex meletakkan kepala ke perutnya. Alex tersenyum lalu ia mendongak, Sherly yang sadar ia pun menjauhkan tangannya lalu membuang muka ke arah lain.


"Kita duduk di sana ya, aku takut kamu kecapean kalau kelamaan berdiri. Kopernya di tinggal aja," ajak Alex, Sherly pun patuh karena ingin segera mengetahui semuanya yang tengah suaminya itu sembunyikan darinya.


"Mau minum dulu gak? Atau makan," tawar Alex.


"Mas, Udeh deh jangan mengalihkan topik. Cepatan cerita, kalau nggak aku pergi nie," ancam Sherly kembali yang benar-benar sudah tidak sabaran. Apalagi melihat tingkah Alex yang sangat mencurigakan seolah menyimpan sesuatu yang sangat rahasia.


Sherly menatapnya intens sehingga membuat Alex membuang tatapannya sembari garuk-garuk kepala yang tak gatal.


"Jadi ...."


"Em, itu. Anu ...."


"Apa sih Mas? Cepatan deh." Gregetan banget dah nie om-om tua. Kapan mau ngomongin nya, bikin orang deg-degan aja.

__ADS_1


Alex mengubah ekspresi nya menjadi serius. Ia menarik nafasnya dalam-dalam kemudian hembuskan perlahan. Sedangkan Sherly masih menunggu.


"Ehem ...." Deheman itu menandakan jika dirinya tengah menunggu.


"Em, aku mau tanya dulu boleh?" ucap Alex takut-takut.


"Hem."


"Em, sekarang tanggal berapa?" tanya Alex lagi. Karena kesal Sherly pun menendang kaki suaminya karena pertanyaan itu tak berfaedah banget.


"Kalau tanya itu coba yang benar? Emangnya kamu sudah lupa tanggal, hah? Jangan bilang kalau hari juga lupa?" marah Sherly.


"Hehehehe, duh garangnya. Sabar sayang, sabar. Kan aku cuma bertanya, itu pun tak boleh."


"Diam lah!" cemberut Sherly.


"Sekarang kan sudah tanggal 13, 07, 2021, kan? Itu artinya hari ulang tahun kamu tinggal 3 hari lagi, ingat?" ucap Alex. Sherly memang lupa, tapi apa hubungannya dengan hari ulangtahunnya dengan masalah Alex?


"Terus? Apa hubungannya?" tanya Sherly.


"Maaf ya, aku terpaksa melakukan ini. Ini semuanya adalah rencana the flower of emak-emak tuh yang merencanakan semuanya supaya kamu kesal sama aku biar aku bisa kasih kami kejutan," ujar Alex.

__ADS_1


"Hah? Maksudnya apaan sih? Gak ngerti deh."


Sherly leading nya Lola, ia tidak sadar jika ke empat emak-emak itu sudah bersekongkol memaksa suaminya sudah di paksa untuk membuat drama sebelum hari kejutan tiba.


__ADS_2